You are here:

LKKPH NERACA ADAKAN DISKUSI PERBURUHAN

Logo LKKPH

BANDUNG (MaI.Com) Masalah perburuhan selalu menjadi isu yang menarik untuk dibahas. Ketertarikan masalah perburuhan ini, bukan hanya berkaitan dengan nilai-nilai perjuangan nasib buruh, namun juga sarat dengan kepentingan ekonomi bahkan politik kelompok yang terlibat di dalamnya.

Perjuangan untuk merubah nasib buruh dengan membela hak-hak buruh sering diidentikkan dengan dua model pendekatan, yaitu aksi unjuk rasa dan pendampingan (advokasi). Model pendekatan dengan aksi unjuk rasa dan pendampingan selama ini terkadang berdampak pada sikap anarkhisme, vandalisme dan pemanfaatan oleh kelompok-kelompok kepentingan yang bertujuan politik.

Pemikiran tersebut telah mendorong Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (LKKPH) ‘Neraca’ menyelenggarakan Diskusi Interaktif menjelang Peringtatan Hari Buruh Internasional Tahun 2015 di Studio Parijs van Java TV (PJTV), Jl. Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Diskusi yang akan digelar pada Rabu (22/06/2015) tersebut akan membawakan tema: “Mencari Solusi Penyelesaian Masalah Perburuhan Melalui Revitalisasi Peran Serikat Buruh” tersebut akan menghadirkan tiga orang pembicara, yaitu: Ketua GSPB Bandung Raya, Nanang Ibrahim, Ketua Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Jabar, Nani dan Willman Soepandho Akbar, S.H. selaku Ketua LKKPH ‘Neraca’.

Wawan Wanisar selaku ketua panitian kegiatan tersebut saat ditemui oleh kontributor MaI.com di salah satu mall di kawasan Bandung Timur (21/04/2015) mengungkapkan bahwa diskusi ini diharapkan mampu menjadi bahan restrospeksi para pegiat organisasi buruh untuk melakukan pembenahan internal dalam memperjuangkan amanat buruh, khususnya hak normatif anggota serikat buruh.

“Kami berharap diskusi ini memperkaya wawasan kita semua akan pentingnya peran serikat buruh dalam memperjuangkan hak normatif anggotanya sesuai dengan kemurnian perannya” pungkasnya. (RED)


Related news items:
Newer news items:
Older news items: