You are here:

40% Usaha Mikro Terjerat Rentenir

BANDUNG (MaI) - Pemerintah mulai dari beberapa tahun ke belakang sangat mendukung program UKM (Usaha Kecil Menengah), karna program tersebut dirasa mampu untuk meningkatkan Usaha Mikro di Indonesia, tapi nyata nya tak banyak pelaku UKM di Indonesia yang kondisinya tidak berkembang, bahkan sampai pada indikasi kritis.

Di Jawa Barat tercatat 7 hingga 8 juta pelaku UKM yang ada namun dipastikan sekitar 20% yang mampu bertahan dengan keadaan ekonomi Indonesia yang terus carut marut. Kondisi ini banyak disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya akibat sulitnya mengembangkan pasar, hal tersebut disebabkan karna banyaknya produk impor yang beredar di Jabar. Faktor akses perbankan pun menjadi kendala, dan pada akhirnya para pelaku UKM sekitar 40% terjerat rentenir dikarenakan mereka sangat membutuhkan uang cepat, sedangkan mengajukan pinjaman ke perbankan harus melalui prosedur yang sulit.

Hal tersebut yang memacu memilih rentenir sebagai solusi cepat, karena pencairanya pun cepat disamping para pelaku UKM kurang dalam sistem manajerial. Hal ini merupakan sebuah PR bagi pemerintah untuk kembali memulihkan keadaan pelaku UKM yang keritis untuk menjaga daya saing UKM di indonesia tetap kompetitif. (Wawan/MaI)

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

MIE HEJO, SEHAT DAN NIKMAT

mie

Bandung, Bakso menjadi makanan yang sangat familiar dilidah masyarakat Indonesia, hampir disetiap sudut jalan terdapat pedagang bakso. Namun kini hadir bakso unik dengan mie yang berwarana hijau. Bakso Hejo Organik, hadir dengan  mie yang terbuat dari sayuran segar sosin dan menghasilkan warna hijau, berbeda dengan warna mie pada umumnya yang kuning.

Bakso Hejo Organik milik Asep Komara memiliki 2 brand yaitu Bakso Rusuk Taniko dan Bakso Hejo Taniko. Menurut Astri Oktavianti, istri dari Asep Komara yang ditemui beberapa saat yang lalui di warung Bakso Hejo Organik Jl. Ujung Berung No. 162 Bandung mengatakan, Mie Hejo Organik dirilis dari nol di tahun 2007, Mie Hejo Organik bermula ketika pemilik warung bakso ingin menghadirkan bakso sehat yang terbuat dari sayuran segar pilihan dan memiliki ciri khas tersendiri.

“Konsep dibuatnya mie hejo ini ingin beda  dari yang lain, sehat dan tetap bisa makan bakso,” ujarnya.

Mie Hejo Organik memiliki beberapa cabang di bandung, diantaranya di Jl. Ujung Berung No. 162, Jl. Panghegar, Perumahan Bumi Orange, Perumahan Manglayang Regency, Perumahan Adipura, dan di Universitas Islam Bandung (UNISBA) serta sudah memiliki 14 karyawan. Karyawan baru harus melalui tahap training selama sebulan sebelum ditempatkan di warung cabang yang sudah ada. Warung Mie Hejo Organik buka dari jam 11 siang hingga jam 9 malam.

“Untuk omset perhari tidak menentu, tergantung rame atau tidaknya pembeli. Biasanya bisa mencapai 200 porsi/hari,” terangnya.

Menurut Astri, promosi Mie Hejo Organik hanya lewat banner saja dan menjadi dikenal banyak orang lewat obrolan-obrolan sesama pelanggan. Harga Mie Hejo Organik bervariatif  dari yang paling murah 8.000 rupiah hingga yang paling komplit dengan harga 16.500 rupian saja. Bagi pecinta kuliner sejati harus mencoba bakso unik ini yang bisa menggoyang lidah penikmatnya dengan harga terjangkau dan tetap sehat.(Novie/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

BNP Bidik Rp 250 Miliar KTA Tahun Ini

BANDUNG (MaI) - PT Bank Nusantara Parahyangan (BNP), Tbk. menargetkan penyaluran kredit tanpa agunan (KTA) tahun ini senilai Rp 250 miliar. Sebanyak Rp 200 miliar ditargetkan disalurkan melalui program KTA khusus karyawan dan Rp 50 miliar melalui program "Katana Bisnis".

Baca selengkapnya...

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

40% Usaha Mikro Terjerat Rentenir

BANDUNG (MaI) - Pemerintah mulai dari beberapa tahun ke belakang sangat mendukung program UKM (Usaha Kecil Menengah), karna program tersebut dirasa mampu untuk meningkatkan Usaha Mikro di Indonesia, tapi nyata nya tak banyak pelaku UKM di Indonesia yang kondisinya tidak berkembang, bahkan sampai pada indikasi kritis.

Di Jawa Barat tercatat 7 hingga 8 juta pelaku UKM yang ada namun dipastikan sekitar 20% yang mampu bertahan dengan keadaan ekonomi Indonesia yang terus carut marut. Kondisi ini banyak disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya akibat sulitnya mengembangkan pasar, hal tersebut disebabkan karna banyaknya produk impor yang beredar di Jabar. Faktor akses perbankan pun menjadi kendala, dan pada akhirnya para pelaku UKM sekitar 40% terjerat rentenir dikarenakan mereka sangat membutuhkan uang cepat, sedangkan mengajukan pinjaman ke perbankan harus melalui prosedur yang sulit.

Hal tersebut yang memacu memilih rentenir sebagai solusi cepat, karena pencairanya pun cepat disamping para pelaku UKM kurang dalam sistem manajerial. Hal ini merupakan sebuah PR bagi pemerintah untuk kembali memulihkan keadaan pelaku UKM yang keritis untuk menjaga daya saing UKM di indonesia tetap kompetitif. (Wawan/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

PERTUMBUHAN EKONOMI UNTUK RAKYAT ATAU ELIT TERTENTU

itb

Bandung, Himpitan ekonomi yang mendera bangsa ini kian hari kian mengkhawatirkan. Kemiskinan menjadi alasan orang untuk bunuh diri atau membunuh anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, kemiskinan juga memicu tindak  kriminalitas, pelacuran, pencopetan,perampasan dan sebagainya. Rakyat Indonesia semakin bingung dengen harga bahan sembako yang selangit ditambah dengan tidak adanya lapangan pekerjaan yang memadai.

Menurunya angka orang miskin di Indonesia yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2012 lalu dari 30,02 juta orang menjadi 29,13 juta orang dan angka pengangguran tinggal 6,3%  dari jumlah  pengangguran usia muda yg mencapai 4,2 juta jiwa merupakan hasil survey yang tidak realistis. Menurut BPS angka itu adalah perhitungan makro dengan sampel hanya sekitar 68.000 rumah tangga dari sekitar 61 juta rumah tangga di Indonesia (http://bimakab.bps.go.id/files/miskin.pdf). Ini berarti BPS hanya menggunakan sampel sekitar 0,1115% saja.

Menyoroti masalah kemiskinan di Indonesia, Kementrian Kebijakan Nasional Kabinet KM–ITB mengadakan diskusi publik dengan tema “Pertumbuhan Ekonomi Untuk Siapa?” yang dilaksanakan di R 26 CC Barat ITB Jl. Ganesha – Bandung (28/9). KM – ITB  menghadirkan  Dr. Rizal Ramli selaku Mantan Mentri Perekonomian dan Ichsanuddin Noorsy selaku pakar ekonomi.

Pakar ekonomi, Ichsanuddin Noorsy mengatakan bahwa berdasarkan sejarah Indonesia pada Perjanjian Konfresi Meja Bundar (KMB) 27 Desember 1949 dimana Benlanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia dengan syarat, yaitu : mempertahankan keberadaan perusahaan- perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia, harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh IMF dan menerima warisan serta melunasi utang pemerintah Hindia Belanda 4,3 miliar gulden.“Indonesia sebenarnya dieksploitasi oleh asing, Freeport, exon, pertambangan dan lain-lain yang menguasai adalah orang asing”, tegasnya.

Sementara itu, mantan Mentri Perekonomian, Rizal Ramli mengungkapkan bahwa jika tidak ada perubahan fundamental maka bisa terjadi 5% kelas atas dan 95% kelas bawah. Jika ini terjadi, maka kesenjangan semakin besar di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi hanya berpihak pada para penguasa yang memiliki 5% itu.

Rizal menambahkan, angka 7% orang yang menganggur di Indonesia itu mustahil karena Indonesia adalah negara yang mendefinisikan orang bekerja selama 1 jam dalam seminggu, sedangkan menurut standar nasional orang dikatakan bekerja jika ia bekerja selama 35 jam dalam seminggu. Indikator dunia dalam menilai makmur atau tidak dilihat dari bekerja atau tidaknya seseorang. “Ekonomi Indonesia sekarang meningkat 6%, tapi hanya orang-orang tertentu saja. Indonesia tidak pantas menjadi miskin karena Indonesia itu kaya dengan sumber daya alamnya”, tambahnya.

Menurut Rizal, pertumbuhan ekonomi itu harus mencapai double digit, di atas 10% dan Indonesia harus memperbaiki sistem pendidikan, kesehatan, dan aspek lainnya. “Vietnam yang sama miskinnya dengan Indonesia saja sekolah gratis, mengapa di Indonesia biaya pendidikan mahal.?,” tegasnya. (Novie/MaI)

 
 

Halaman 2 dari 4

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com