Telkomsel Setor Pajak Rp17 Triliun ke Negara

Cetak

Ditulis oleh redaksi Sabtu, 08 Desember 2012 22:46

Mataram: PT Telkomsel Tbk setiap tahun rata-rata menyetor pajak ke negara mencapai Rp17 triliun untuk menunjang program pembangunan. "Dalam 10 tahun terakhir, Telkomsel menyetor pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) rata-rata Rp17 triliun per tahun," kata Direktur Utama PT Telkomsel (Tbk) Alex J. Sinaga.

Alex mengatakan itu pada acara deklarasi 200 kota broadband atau komunikasi data menggunakan pita lebar yang memungkinkan transfer data dalam kecepatan tinggi di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/12).

Menurutnya, setoran pajak dan PNBK yang nilainya relatif besar itu, bukan karena hebatnya Telkomsel, tapi karena dukungan dari seluruh komponen masyarakat Indonesia. Dukungan itu diberikan dengan menjadi pelanggan Telkomsel yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jumlah pelanggan Telkomsel hingga saat ini sekitar 122 juta. Diperkirakan hingga akhir 2012 tumbuh mencapai 123 juta orang atau meningkat sebesar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 107 juta orang. Pertumbuhan jumlah pelanggan itu didorong oleh pembangunan base transceiver station (BTS) yang agresif sepanjang 2012, baik BTS 2G maupun 3G.

Pada 2012, Telkomsel telah membangun 11 ribu unit BTS. Sebagian adalah BTS 3G. Dengan penambahan tersebut, Telkomsel telah memiliki jaringan komunikasi terluas di Indonesia. "Dengan jaringan telekomunikasi yang jumlahnya terus bertambah, kami berharap dapat membantu memajukan masyarakat Indonesia melalui pengembangan informasi, komunikasi dan teknologi," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk terus meningkatkan jumlah pelanggan yang nantinya bermuara pada pendapatan perusahaan, pihaknya terus berupaya memperkuat jaringan telekomunikasi, terutama di daerah pelosok. Salah satunya adalah dengan memperbanyak jumlah kota broadband di Indonesia, dari 200 kota pada 2012, menjadi 400 kota pada 2013.

"Ini komitmen yang harus dipegang teguh oleh Telkomsel, karena bagaimanapun komunikasi adalah katalisator ekonomi nasional," katanya.(Erwin/MaI)


Newer news items:
Older news items: