You are here:

ANAK PENGUSAHA MATI DI KAMAR MANDI

MATI DI BAK MANDI

DEPOK (SAKSIMATA.CO/MaI.com) Di tinggal kerja, anak seorang pengusaha tewas dibunuh dengan cara dibenamkan di dalam bak mandi, korban bernama Hadi Nurmansyah Nazmi (33) tewas mengenaskan di lantai dua rumahnya di Jalan Kembang Beji Kota Depok (31/10/2014).

Orang tua korban Nasril (66) tahun dan istrinya Ny Nurmiatu Amin (60) shock melihat jenazah anaknya yang sudah terbujur kaku di dalam bak mandi yang terletak dilantai dua rumahnya.

Informasi yang berhasil dihimpun tim saksimata.co pembunuhan yang membuat warga sekitar geger itu diketahui sekitar pukul 17.30 hal ini di ungkapkan oleh salah seorang warga yang sempat mendengar teriakan histeris dari dalam rumah tersebut.

Nasril orang tua korban mengetahui anaknya menjadi korban pembunuhan setelah dirinya berserta istrinya pulang dari tempat aktifitas di kawasan Sukmajaya Depok,saat itu dirinya mendapati rumah dalam keadaan sepi dan berantakan, kemudian Nasril mencoba untuk mencari anaknya yang kemudian ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi sangat mengenaskan kaki terikat dan mulut dilakban kemudian dibenamkan didalam bak mandi.

Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu mengungkapkan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.

"Saat ini kami meminta keterangan saksi-saksi dalam mendalami kasus ini,"ungkap Kapolsek Beji, Kompol Ni Gusti Ayu saat di mintai keterangan di lokasi kejadian. (RED)

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

PAUD DAN RA MENJAMUR DI DESA KECIL PANGALENGAN

PANGALENGAN (MaI.com) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini menjamur di setiap wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan. Sebelum menginjak sekolah dasar, anak usia dini diharuskan mampu membaca dan menulis. Tuntutan itulah yang akhirnya membuat PAUD harus mampu mendidik anak untuk pandai membaca dan berhitung. Hal ini berlangsung pula di Desa Margamulya Kec. Pangalengan, Kab. Bandung.

"Sebenarnya anak usia dini itu belum ada paksaan untuk belajar karena masih masa bermain, tapi sekarang masuk SD  harus bisa membaca, ya jadi tuntutan untuk PAUD dan Raudhatul Athfal (RA/TK)" ujar Rita, Kepala Sekolah RA Babussalam, saat ditemui Kontributor MaI.com di tempatnya bekerja (29/8/14).

Dalam perbincangan, Rita pun menuturkan jika di RA tempat ia mengajar hanya terdapat satu guru tetap dan sat guru bantu. Peserta didik yang di bina di RA ini ada 20 peserta didik yang usianya beragam.

Untuk mencapai target bisa membaca, menulis dan berhitung sebelum masuk sekolah dasar, RA Babussalam menambah waktu pembelajaran dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB.

Selain pembelajaran pengetahuan umum, peserta didikpun diberikan pengetahuan keagamaan dan beragam praktik ibadah yang diselenggarakan setiap hari Jumat. (Desti/MaI.com).

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

SATPOL PP KOTA BANDUNG SIAGA PASCA PENUTUPAN DOLLY

SATPOL PP

BANDUNG (MaI.com/INILAH.COM)- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung siaga penuh pascapenutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, Dolly. Salah satu cara yang dilakukan dengan peningkatan operasi PSK.

"Kita akan meningkatkan operasi, seminggu tiga kali. Termasuk di Saritem," ujar Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bandung Kurnaedi kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (19/6/2014).

Untuk Saritem, pihaknya sudah melakukan beberapa kali operasi. Seperti yang dilakukan pekan kemarin. Dalam operasi gabungan itu, pihaknya menjaring 23 PSK.

Dengan adanya penutupan lokalisasi Dolly, pihaknya akan terus meningkatkan operasi. Selain operasi PSK di jalanan dan di Saritem, pihaknya juga akan menggelar operasi yustisi.

"Kita nanti akan koordinasi dengan Disdukcapil dan Dinsos. Kita akan gelar operasi yustisi," paparnya.

Kurnaedi menegaskan, selain meningkatkan operasi, pihaknya akan melakukan pengawasan dan pengendalian di Saritem. Nanti akan ada personel yang berjaga khusus di sana.

Disinggung apakah Satpol PP kesulitan dalam menindak PSK Saritem? Kurnaedi membantahnya. Kendati begitu, Kurnaedi tidak memungkiri meskipun Saritem sudah ditutup sejak 2007 para PSK di sana masih ada.

"Kembali munculnya PSK di Saritem meski sudah ditutup dan dirazia itu akan jadi bahan evaluasi kita," tandasnya.

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

MANTAN WALIKOTA BANDUNG DIVONIS 10 TAHUN PENJARA

Bandung (MaI.com) Mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada, divonis hukuman 10 tahun penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Senin (28/4/2014).

Selain dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, Dada juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 600 juta subsidair 3 bulan kurungan. Sebab, dia terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Menurut Ketua Majelis Hakim, Nur Hakim, Dada terbukti melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan terhadap Undang undang nomor 31 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat(1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagai dakwaan kesatu.

Dia juga melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan terhadap Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat(1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagai dakwaan kedua primair.

Selain itu, mantan orang nomor satu di Kota Bandung itu pun melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan terhadap Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat(1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan ketiga primair pertama.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut Dada dengan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 600 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, hakim menyampaikan beberapa hal yang memberatkan. Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan mengingkari sumpah jabatan dan pakta integritas untuk tidak melakukan korupsi. (Red)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

HUJAN MENGGUYUR WILAYAH TIMUR KAB. BANDUNG

 

BANJIRCILEUNYI (MaI) - Hujan yang menguyur wilayah timur Kab. Bandung, Selasa (4/12) sore hingga malam menyebabkan Sungai Cikeruh meluap. Akibatnya ratusan rumah di Desa Cileunyi Wetan, Kec. Cileunyi, juga Desa Bojongloa, Rancaekek Wetan dan Rancaekek Kulon, Kec. Rancaekek sempat terendam.

hingga malam menyebabkan Sungai Cikeruh meluap. Akibatnya ratusan rumah di Desa Cileunyi Wetan, Kec. Cileunyi, juga Desa Bojongloa, Rancaekek Wetan dan Rancaekek Kulon, Kec. Rancaekek sempat terendam.

Meski hingga Rabu (5/12) pukul 10.00 WIB, air yang merendam ratusan rumah di empat desa yang terlintasi Sungai Cikeruh tersebut telah surut, ratusan warga yang kini tengah sibuk membersihkan rumah dari endapan lumpur pascabanjir, tetap waswas banjir akan kembali menerjang.

Keterangan yang berhasil dihimpun "GM", sekitar 600 rumah di Kp. Jajaway dan Kp. Sindangwargi terendam air setinggi 30 - 40 cm. Sedangkan di luar rumah ketinggian air antara 1 - 1,5 meter.

Sementara di Desa Bojonglola, Rancaekek Wetan dan Desa Rancaekek Kulon, Kec. Rancaekek, dampak meluapnya Sungai Cikeruh, sekitar 300 rumah sempat terendam. Unsur Muspika Cileunyi dan Rancaekek serta dinas terkait telah turun ke lapangan, termasuk melakukan langkah antisipasi.

"Sejak pagi, kita dari unsur Muspika Cileunyi dan aparat dinas turun ke lokasi banjir. Meski banjir benar-benar surut, 400 karung telah kita kirim, termasuk mengirim bantuan beras. Penanganan darurat telah kita lakukan," kata Camat Cileunyi, Drs. Haris Taupik.

Menurut Haris, karena banjir yang menerjang Kp. Jajaway dan Kp. Singdang Wargi, Desa Cileunyi Wetan akibat meluapnya Sungai Cikeruh tergolong rutin, penanganannya harus melibatkan langsung Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Pasalnya, kata Haris, kondisi Sungai Cikeruh yang melintasi Desa Cileunyi Wetan dangkal dan sempit.

Dangkal dan menyempit

Hal senada dikatakan Dani, Mantri Pengairan Wilayah Cileunyi. Bahkan Deni mengatakan, kondisi Sungai Cikeruh yang melintasi Desa Cileunyi Wetan benar-benar mengenaskan. "Selain dangkal, juga menyempit. Dampaknya, jika hujan turun lebat air meluap dan terjadi banjir. Untuk meminimalisasinya, BBWS Cutarum harus segera turun tangan dengan cara menyodet Sungai Cikeruh yang kini dangkal," harapnya.

Sementara itu, Camat Rancaekek, Drs. Meman Nurjaman membenarkan, saat hujan turun lebat Selasa (4/12) sore hingga malam, Sungai Cikeruh meluap. "Dari data sementara sekitar 300 rumah di Desa Bojongloa, Rancaekek Wetan dan Desa Rancaekek Kulon sempat terendam. Namun Rabu (5/12) pagi air sudah surut. Air yang merendam ratusan rumah tersebut antara 20-30 cm," katanya.

Menurut Maman, pihaknya bersama unsur muspika dan aparat dinas terkait telah tutun langsung ke lokasi banjir dan melakukan langkah-langkah antisipasi. "Karena intensitas hujan kian tinggi, jadi berpotensi banjir. Apalagi jika melihat Sungai Cikeruh dangkal dan menyempit, kita tetap mengimbau warga agar tetap waspada. Sekecil apa pun kejadian harus dilaporkan ke aparat," katanya. (Red)

 
 

Halaman 4 dari 23

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com