You are here:

RENCANA PEMBANGUNAN WISMA ATLET JALAK HARUPAT

stadion jalak harupat

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;}

SOREANG (MaI) Pemerintah Kabupaten Bandung menawarkan pembangunan wisma atlet senilai Rp 77,25 miliar di lokasi Sarana Olah Raga (SOR) Si Jalak Harupat, Kec. Kutawaringin, Kab. Bandung.

Penawaran peluang investasi di lokasi SOR Si Jalak Harupat untuk menambah berbagai sarana dan prasarana.

Dilokasi SOR tersebut, ditawarkan pula investasi pembangunan kolam renang rekreasi/waterboom seluas 9 Ha dengan nilai investasi sebesar Rp. 56 milyar. Disamping pembangunan Convention Hall seluas 2,8 Ha senilai Rp. 62,7 milyar.

Faktor pendukung lainnya, yaitu rencana pembangunan interchange jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang diharapkan bisa lebih memudahkan akses jalan lintas.

Pengembangan kawasan SOR Si Jalak Harupat yang terletak di Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin mencapai ± 148 Ha. Sementara lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemkab Bandung seluas ± 50 Ha.

Adapun sarana olah raga yang sudah dibangun dikawasan Si Jalak Harupat, diantaranya lapang hockey, softball/baseball, panjat tebing dan lapang panahan.

Selain itu ditawarkan pula, pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu kepada pihak swasta di Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya. Nilai investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 48 miliar hingga Rp 75 miliar.

Investasi di bidang IPAL terpadu dinilai cukup menjanjikan, mengingat Kabupaten Bandung merupakan daerah sentra industri tekstil terbesar di Jawa Barat yang salah satunya berada di wilayah Kecamatan Majalaya. Adapun luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAL tersebut sekitar 5 hektar.

Para pengusaha industri tekstil di Majalaya diharapkan akan lebih terbantu dalam pengolahan air limbah dengan tarif lebih ekonomis. Dibanding dengan membangun dan mengoperasikan IPAL tersendiri. Mereka akan lebih memilih IPAL terpadu karena biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah.

Dengan adanya IPAL terpadu di antaranya tingkat pencemaran air di sejumlah aliran sungai bisa lebih berkurang. Karena limbah industri yang selama ini sering dibuang ke aliran sungai, bisa diolah lebih dulu di IPAL terpadu.

Keberadaan IPAL tersebut nantinya bisa mengolah air limbah secara kimia, fisika, dan biologis sebanyak 310 liter/detik. (Red)

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

PESERTA DIKLATSAR KORSA MENINGGAL DUNIA

mayat

BANDUNG (MaI) Kabar duka datang dari Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Korps Relawan Salman (KORSA) di Ciwidey, Sabtu (4/1/2014). Seorang peserta bernama Nisa Lestari Anwar meninggal dunia setelah terjatuh saat melakukan heli rappelling.

Menurut keterangan dari Fery Adi Prasetyo, anggota KORSA, Nisa sempat dilarikan ke RSUD Soreang, Kab. Bandung pada pukul 16.30 untuk diberi pertolongan. Saat dibawa ke rumah sakit, mahasiswi FISIP Unpad ini dalam kondisi kritis, namun masih sadarkan diri.

“Nisa mendapat perawatan intensif karena luka dalam (pendarahan) yang dialaminya. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Sekitar pukul 21.00 Nisa menghembuskan napasnya yang terakhir,” paparnya melalui pesan singkat kepada Maklumat, Sabtu malam (4/1/2013).

Fery melanjutkan, sebelumnya pada pukul 16.30 WIB, Nisa bersama rekan-rekannya melakukan heli rappeling dari ketinggian sekitar 20 meter.

“Ini merupakan kejadian kali pertama sepanjang dilaksanakannya Diklatsar KORSA,” kata Fery, “Tragedi ini membuat Diklatsar KORSA dihentikan sama sekali.” (Red)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

UPACARA MENGENANG R. OTO ISKANDAR DI NATA

kuburan otista

BANDUNG (MaI) Sekitar pukul 09.00 WIB, di Pasir Pahlawan, Lembang, Kamis (19/12/2013), suasana khidmat terasa di tempat pahlawan nasional R. Oto Iskandar Di Nata dimakamkan. Oto yang dikenal dengan julukan "Si Jalak Harupat", wafat pada tanggal 20 Desember 1945.

Ratusan pelayat terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan karyawan yang tergabung dalam Paguyuban Pasundan, menghadiri "Apel Sungkem Baktos Ziarah" memperingati gugurnya 68 tahun R. Oto Iskandar Di Nata. Apel tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si.

Menurut Didi, sikap pemberani dan bakat kepemimpinan yang dimiliki Oto, diharapkan mampu memberikan makna dan ditiru generasi sekarang. "Sampai kapan pun kita tidak akan melupakan peran seorang pemberani dan cerdas yang memiliki julukan 'Si Jalak Harupat' ini," katanya.

Tak hanya patut ditiru, ungkap Didi, diharapkan di masa kini dan yang akan datang, muncul Oto-Oto lainnya, sehingga mampu memberi warna sekaligus memunculkan kepemimpinan Sunda yang mumpuni bukan hanya di Jawa Barat, tapi juga di tingkat nasional.

Pada rangkaian upacara ziarah yang digelar di Pasir Pahlawan itu, dibacakan pula pengantar upacara ziarah oleh Drs. Soma Gantika, M.Si., riwayat Oto Iskandar Di Nata oleh H.M. Budiana, S.I.P., M.Si., Ode untuk pahlawan oleh Dr. Ir. Iyus Rustandi, M.Si., pembacaan sajak "Si Jalak Harupat" oleh Drs. Yayat Hendayana, M.Si., karatagan pahlawan, peletakan karangan bunga, serta acara tabur bunga yang dipimpin Didi Turmudzi.

Berpribadi mulia

R. Oto Iskandar Di Nata merupakan salah satu pahlawan nasional asal Jawa Barat. Lahir di Desa Bojongsoang, Dayeuhkolot, Bandung Kidul, 31 Maret 1897. Ayahnya bernama R. Nataatmaja, yang berganti nama menjadi R.H. Adam Rakhmat setelah pulang dari ibadah haji dan ibunya bernama Siti Hadijah. Sedangkan di antara saudaranya bernama R. Ating Atma Di Nata yang pernah menjadi Wali Kota Bandung (1945) dan R. Pandu Prawira Di Nata.

Sejak kecil Oto sudah terlihat sebagai orang yang cerdas, mandiri, pemberani serta memiliki bakat sebagai pemimpin. Hobinya bermain sepak bola serta berminat pula terhadap seni. Dalam sepak bola, Oto tidak hanya pintar bermain bola, juga menjadi pemimpin di klub sepak bolanya. Di sekolahnya Oto juga selalu menjadi ketua kelas. Salah satu teman sekolahnya di HIK, R. Ema Bratakusuma, pernah bercerita bahwa jika tidak terpilih pemilihan ketua kelas atau ketua klub sepak bola, Oto selalu berusaha dengan berbagai cara hingga akhirnya terpilih menjadi ketua.

Oto menempuh pendidikan dasar di HIS (Hollandsch-Inlandsche School) Karang Pamulang Bandung, sekolah dasar yang berbahasa pengantar bahasa Belanda. Dari sana ia melanjutkan ke sekolah guru bagian pertama (HIK) di Bandung. Tamat dari sana Oto melanjutkan ke sekolah guru atas HKS (Hogere Kweekschool) di Purworejo, Jawa Tengah.

Setelah lulus dari HKS pada Juli 1920, Oto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah. Pada tahun berikutnya, Juni 1921 Oto dipindahkan ke Bandung dan mengajar di HIS Volksonderwijs (Perguruan Rakyat).

Saat tinggal di Banjarnegara, Oto bertemu dua hal yang berpengaruh terhadap hidupnya. Pertama, bertemu Raden Ajeng Sukirah dan menikah dengannya pada tahun 1923. Oto kemudian memiliki 12 anak (7 perempuan dan 5 laki-laki). Kedua, bertemu organisasi Budi Utomo dan masuk menjadi anggotanya. Ia tertarik dengan gagasan dan kegiatan organisasi tersebut yang memperhatikan dan membela nasib bangsa yang dijajah oleh bangsa lain.

Mengkritik

Ketika pindah ke Bandung, Oto melanjutkan aktivitasnya di Budi Utomo karena saat itu sudah ada cabangnya di Bandung. Meski tidak terlalu aktif. Oto menghidupkan kembali Budi Utomo cabang Bandung, bahkan beliau terpilih menjadi wakil ketua. Ketika Budi Utomo cabang Bandung mengadakan rapat propaganda di gedung Concordia (sekarang Gedung Merdeka) pada 12-13 September 1921, dalam pidatonya Oto mengkritik serta membuka polemik dengan Paguyuban Pasundan (PP), organisasi orang Sunda yang didirikan di Batawi, 20 Juli 1913.

Tetapi setahun berikutnya, pada 1922, Oto mendekati PP dengan cara menulis surat yang dimuat di surat kabar Siliwangi (7 Nopember 1922) yang isinya menyatakan, bahwa beliau bermaksud untuk masuk Paguyuban Pasundan. Meski demikian niatnya tersebut baru teraksana 7 tahun kemudian (1929), setelah ia tinggal di Jakarta. Barangkali karena kepindahannya ke Pekalongan yang menyebabkan niatnya itu sempat tertunda.

Di Pekalongan Oto meneruskan kegiatannya di Budi Utomo. Beliau menjadi wakil ketua pengurus Cabang Pekalongan. Setelah itu bahkan terpilih menjadi anggota Gemeenteraad (Dewan Kota) Pekalongan mewakili Budi Utomo. Oto yang dikenal berani dalam membela rakyat, membongkar kelicikan perkebunan gula Wonopringgo yang ingin mengusai tanah rakyat hingga rakyat selamat dari penipuan. Kasus tersebut yang disebut Bendungan Kemuning mengakibatkan konflik dengan residen di Pekalongan, hingga akhirnya ia dipindahkan ke Batavia (Jakarta).

Di Jakarta Oto mengajar di HIS Muhammadiyah dan dekat lagi dengan lingkungan sosial budaya Sunda serta Paguyuban Pasundan. Oto yang pernah berniat masuk Paguyuban Pasundan, akhirnya bergabung dengan organisasi tersebut.

Paguyuban Pasundan pada masa Oto tidak hanya dianggap sebagai organisasi lokal Sunda, tetapi gerakannya terasa di lingkungan nasional. PP aktif dalam Permupakatan Perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia (PPPKI) serta Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Oto pun terpilih menjadi anggota Volksraad (parlemen) sebagai wakil dari Paguyuban Pasundan.

Dalam sidang-sidang Volksraad dikenal dengan ucapan-ucapannya yang tajam dan berani, dalam mengecam dan mengkritik pemerintah Hindia Belanda. Tak jarang Oto berdebat dengan pihak Belanda hingga mereka sering naik pitam. Karena keberaniannya itu, Oto mendapat julukan "Si Jalak Harupat" yang bermakna seperti ayam jago yang tidak pernah kalah bila diadu. Nama julukannya "Si Jalak Harupat" sekarang digunakan sebagai nama stadion sepak bola di Kab. Bandung.

Menjelang Kemerdekaan RI, Oto Iskandar Di Nata ikut dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Oto juga yang mengusulkan agar Bung Karno dan Bung Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yang usulannya langsung disetujui oleh anggota sidang PPKI. Setelah kemerdekaan Oto diangkat menjadi Menteri Negara bidang keamanan dalam kabinet pertama RI.

Oto Iskandar Di Nata merupakan sosok pejuang yang pantang menyerah, berjiwa nasionalis, dan antipenjajah. Tetapi akhir hidupnya justru terbunuh oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai RI. Dalam menjalankan tugasnya diperkirakan menimbulkan ketidakpuasan pihak lain. Hingga akhirnya menjadi korban penculikan pada 10 Desember 1945 oleh para pemuda yang mengaku dari Laskar Hitam, dan dibunuh pada 20 Desember 1945 di daerah Mauk, Tangerang. Dialah orang pertama yang meneriakkan pekik “merdeka” saat sidang Volksraad digelar. Pekik “Merdeka” tersebut terus menggema hingga saat ini. (Red/Berbagai Sumber)

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

BURUH MENGINAP DI PEMKOT CIMAHI

BURUH NGINAP

CIMAHI (MaI.com) Merasa tuntutannya tidak sesuai harapan, ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh se Kota Cimahi melakukan Aksi “Nginap” di pelataran Kantor Walikota Cimahi. Ribuan buruh tersebut sebelumnya telah melakukan aksi unjuk rasa dari sekitar  pukul 10.00 WIB, untuk mendesak  Walikota Cimahi  segera menetapkan UMK 2014 sesuai tuntutan sebesar 2,7 juta, dengan terlebih dahulu mengajak kaum buruh melakukan mogok daerah dengan cara menjemput ke tiap pabrik untuk ikut unjuk rasa ke PEMKOT CIMAHI dan  menstop proses produksi yang sedang berlangsung.

Tepat  pukul 19.00 WIB , Walikota Cimahi telah menetapkan UMK 2014 untuk diajukan besok harinya ke Gubernur Jabar sebesar sekitar Rp 1.660.500,-, mendengar keputusan tersebut sontak ribuan buruh merasa kecewa dan sepakat untuk menduduki dengan cara menginap di pelataran Kantor PEMKOT CIMAHI, Jl. Harjakusumah Kota Cimahi.

Melalui pembicaraan lewat telepon selulernya, Sri salah satu pengurus PK SBSI Cimahi, mengatakan kekecewaanya atas penetapan besaran UMK 2014 ini. “ Kami akan terus berjuang untuk mendapatkan hasil penetapan UMK yang diharapkan, dengan berencana besok hari Kamis 21 November 2013 akan terus melanjutkan aksi, yang tujuannya apakah tetap di PEMKOT CIMAHI ini atau ke Gedung Sate” . Ditambahkan pula, “ Tujuan aksi besok belum ada kepastian kemana , karena seluruh jajaran aliansi masih berunding , mohon Do’a dan dukungan Morilnya saja”, tandas Sri pada Kontributor kami mengakhiri pembicaraannya.

Sampai berita ini dimuat, ribuan buruh masih menduduki kantor PEMKOT CIMAHI. (Norman/MaI.com)

 

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

UMK 2014 KAB. BANDUNG AKAN DIPLENOKAN

buruh

SOREANG (MaI.com) -  Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2014  Kab. Bandung baru akan dibahas dalam Pleno pekan depan. Hasil dari pleno itu akan diserahkan kepada bupati untuk direkomendasikan kepada Gubernur Jawa Barat.

"Penetapan UMK masih sedang dalam proses, sehingga belum ketahuan berapa angka pastinya. Prinsipnya, Dewan Pengupahan menerima masukan dan usulan terkait berapa besaran UMK yang pantas. Kita berupaya agar pengambilan keputusannya dilaksanakan secara demokratis dengan tidak ada satupun pihak yang dirugikan, baik pekerja maupun pengusaha," ungkap Ketua Dewan Pengupahan Kab. Bandung, Rukmana di Soreang, Jumat (8/11/2013).

Menurutnya, hal itu sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 9/2013 tentang Upah Minimum. Dalam inpres tersebut tersurat agar kenaikan upah terkendali, sehingga terjadi keseimbangan antara kepentingan buruh dengan kepentingan dunia usaha.

Ia optimistis, rapat pleno penetapan UMK berjalan lancar sehingga rekomendasi kepada gubernur tidak melewati batas waktu, yakni 21 November 2013. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, rekomendasi dari Kab. Bandung relatif cepat, namun dalam perjalanannya dimentahkan. Pasalnya, kota/kabupaten yang berada di seputar Bandung Raya ikut mengintip besaran UMK Kab. Bandung. Sampai akhirnya UMK daerah lain dibuat lebih tinggi dari UMK Kab. Bandung. (Red)


 
 

Halaman 4 dari 22

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com