You are here:

Bem-J Jurnalistik Gelar Workshop Televisi Dan Entrepreneur Mahasiswa

Bandung (maklumat-independen.com) - Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik gelar workshop media televisi dan entrepreneur mahasiswa (7/4). Acara yang diselenggarakan di Aula Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dihadiri oleh beberapa jurnalis dari berbagai stasiun televisi. Dominasi peserta yang hadir merupakan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi jurnalistik. Acara ini juga sekaligus memberikan motivasi kepada peserta agar tidak menutup diri dari dunia luar.

Baca selengkapnya...

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

MEDIA PENYIARAN MENUJU MASYARAKAT DEMOKRATIS

Bandung (MaI) Siapa yang tak mengenal televisi dan radio?. Media penyiaran menjadi sesuatu yang tak asing lagi di kalangan masyarakat. Kini masyarakat sangat akrab dengan kehadiran media penyiaran yang semakin mudah untuk diperoleh. Terpaan media semakin berpengaruh pada karakter masyarakat. Kebebasan pers berbeda dengan pers yang bebas, karakteristik pesan televisi itu ada tiga, masuk ke otak tanpa dihantarkan, masuk tanpa pemikiran dan tidak memberi pemisahan pada khalayak. Itulah yang disampaikan Dede Mulkan selaku pembicara dalam Talk Show Media Penyiaran di aula Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (8/4). Talk show tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Anak Tangga yang bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Talk show yang mengusung tema urgensi media penyiaran, menuju masyarakat demokratis ini mendatangkan tiga pemateri yang berkenaan dengan bidang tersebut. Sebagai pihak dari regulasi hadir Neng Athia sebagai ketua KPID Jabar, Dede Mulkan sebagai Dosen Ilmu Komunikasi dan Iman sebagai perwakilan dari Jaringan Radio Komunitas. Acara tersebut dipandu pula oleh seorang moderator dari akademisi Ahmad Fuad selaku dosen Ilmu komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam talk show tersebut dikupas berbagai permasalahan terkait dengan penyiaran saat ini. Banyak yang mempertanyakan bagaimana peran KPID ketika masih saja siaran-siaran televisi yang tak layak tayang masih bisa muncul di layar kaca. Neng Athia selaku ketua KPID Jabar menjawab bahwa sumber daya manusianya yang disediakan tidak mencukupi untuk memantau semua tayangan televisi yang menjadi bagiannya.

“Televisi lokal saja sekarang jumlahnya di Jawa Barat telah mencapai 32, belum lagi televisi swasta, sedangkan SDM yang disediakan hanya 7 orang untuk tingkat provinsi, apa itu cukup?”jelas Neng Athia dalam pemaparannya.

Dalam diskusinya pun Neng Athia menyisipkan pesan agar mahasiswa sebagai kaum terpelajar dapat membantu mengawasi penyiaran yang kini tidak sehat. Dijelaskan bahwa KPID menerima laporan dan pengaduan tentang tayanga-tayangan yang tak layak. Diharapkan dalam membentuk masyarakat demokratis, masyarakatpun ikut menyuarakan tentang apa-apa yang tak layak ditayangkan. (Desti/MaI.com)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

WORKSHOP TELEVISI DAN ENTREPRENEUR MAHASISWA

Bandung (MaI) Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik gelar workshop media televisi dan entrepreneur mahasiswa (7/4). Acara yang diselenggarakan di Aula Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dihadiri oleh beberapa jurnalis dari berbagai stasiun televisi. Dominasi peserta yang hadir merupakan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi jurnalistik. Acara ini juga sekaligus memberikan motivasi kepada peserta agar tidak menutup diri dari dunia luar.

Acara yang digelar selama dua hari ini menyuguhkan pembicara dari berbagai profesi di bidang pertelevisian. Mulai dari produser, kameramen, editor hingga pengusaha sukses pun ikut mewarnai workshop televisi tersebut. Setiap pembicara memiliki topik masing-masing yang disesuaikan dengan profesi mereka.

Hari pertama acara dipadati oleh pemberian materi dari setiap profesi. Iman S Nurdin selaku ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Jabar membuka sesi pertama pemberian materi tentang dunia jurnalis televisi. Selain Iman S Nurdin ada beberapa pemateri yang meramaikan acara seperti Ina Cookies seorang pengusaha sukses yang berbagi pengalaman hidupnya untuk memotivasi mahasiswa dalam berwirausaha. Setelah diberikan pengantar tentang jurnalistik televisi dan entrepreneur, peserta digiring oleh Cecep Muhammad Muslim seorang kameramen Trans TV dan Lufty Ferdiansyah kameramen national geografic untuk mengenal lebih dalam tentang kameramen. Tak hanya mendapatkan wawasan tentang kamera, peserta pun diajak mengenal dunia produser oleh Dani Maulana selaku produser Kompas TV.

Meskipun tentang keproduseran telah dipaparkan oleh Dani pada hari pertama, namun Bambang Mulyono yang brkesempatan hadir pada hari kedua, sedikit mengulas lebih dalam tentang dunia seorang produser. Menurut penuturannya produser bekerja tidak sekedar memimpin sebuah program tapi juga mampu menjaga dan mengontrol kedekatan psikologis dengan bawahannya.

“Kita sebagai produser, gak bisa asal nyuruh kita harus bisa tau apakah jika mendapat tugas itu dia mampu tidak atau mungkin ada kendala-kendala yang mengganggu” ujarnya menanggapi pertanyaan salah satu peserta.

Selain memaparkan hal terkait keproduseran, Bambang pun memberikan motivasi kepada peserta agar tidak berkecil hati ketika hendak magang di televisi. Ia menceritakan tentang pengalamannya yang bukan lulusan dari universitas terkenal, tapi ia buktikan bahwa ia bisa sukses tanpa memandang latar belakang kampus.

“Lulusan kampus nomor dua bisa jadi nomor 1” pernyataan terakhirnya sebagai pesan kepada semua peserta sebelum mengakhiri acara. (Desti/MaI.com)

 

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

HIMANITRO UIN PUNYA ACARA

Bandung (MaI) Peringatan 4 tahun berdirinya Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HIMANITRO) dirayakan dengan berbagai rangkaian acara sejak bulan Februari 2013 silam. Dimulai dengan ajang Sports Competition, yaitu perlombaan Batminton dan futsal antar jurusan di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Bandung, kemudian ada pula Workshop Line Followers Analog, Technologi Seminar dan pada hari ini, Jum'at (22/3) diagendakan kegiatan donor darah dengan tema "Blood Donation" di Auditorium Utama UIN Bandung, Jl. A. H Nasution No. 105 Bandung.

Meurut Ketua Pelaksana, Willy mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk membina dan mempererat antar himpunan jurusan, mengembangkan softskill mahasiswa elektro, dan meningkatkan bidang ke-elektro-an di dalam dan luar kampus. HIMANITRO pula melakukan pengadaan tong sampah di Kampus UIN Bandung, melihat kondisi kampus yang minim fasilitas kebesihan seperti tong sampah.

"Semoga dengan acara ini, kita mahasiswa elektro dapat meningkatkan kualitas diri kita", tegasnya.

Sedangkan perwakilan dari Jurusan Elektro UIN Bandung, Nana Ismail mengungkapkan bahwa acara peringatan 4 tahun berdirinya HIMATRO mengingatkan jurusan dengan usia yang cukup matang. Nana mengibaratkannya seperti anak-anak yang siap masuk PAUD atau TK, umur keemasan yang berharga. masa 4 tahun silam adalah masa mengembangkan diri dan sekarang harus bisa lebih baik.

"Kita harus mengevaluasi diri, agar ke depan bisa lebih baik", ujarnya.

Acara donor darah dengan tema "Blood Donation" ini HIMANITRO bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, acara donor darah dimulai setelah prosesi pembukaan secara resmi oleh perwakilan dari Jurusan Elektro, Nana Ismail.(Novi/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Diskusi Good Cyber Society

Diskusi cyber UIN

Bandung (MaI) “Dunia virtual, dunia cyber itu dunia yang aneh” tegas Rully Nasrullah pada acara bedah buku (20/3). Bedah buku komunikasi antar budaya di era budaya cyber ini di menjelaskan tentang bagaimana penduduk Indonesia telah menjadi cyber society. Acara yang berlangsungn di Aula UIN Bandung ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Rully Nasrullah penulis dari buku ini memaparkan isi yang terkandung dalam buku tersebut. Buku yang menjabarkan tentang komunikasi antar budaya ini berawal dari buku yang hanya membahas tentang budaya cyber.

“Tadinya saya menulis hanya tentang pengantar budaya cyber, tapi karena harus ada kaitannya dengan mata kuliah ya sudah saya gabungkan dengan komunikasi antar budaya” ujar penulis sekaligus dosen UIN Jakarta tersebut.

Selain dari memaparkan isi buku, dijelaskan pula bagaimana realita kehidupan masyarakat Indonesia kini yang telah berbaur dengan budaya cyber. Beberapa keanehan muncul dalam dunia maya. Pengguna jejaring sosial cenderung mengomentari dan menyukai status yang terkadang dianggap biasa namun memiliki banyak peminat.

“Saya aneh ketika saya membuat status yang berbau Islami dan ada edukasinya yang komen hanya beberapa orang saya, tapi ada yang statusnya cuma ngasih tau pertandingan bola yang komen sampai ratusan” lanjutnya ketika memunculkan beberapa status dalam jejaring sosial pada slide materinya.

Dalam acara tersebut pun hadir Dede Syarif. S.Sos, M.Ag sebagai pembanding. Dijelaskan dalam pemaparannya bahwa kini komunikasi antar budaya telah mengalami banyak perubahan. Komunikasi antar budaya dalam era cyber kini telah banyak mewabah di masyarakat.

“Komunikasi antar budaya dulu secara manual, sekarang banyak melalui dunia maya” ungkapnya.

Beliau pun menuturkan bahwasannya kini budaya diproduksi oleh media atau dunia maya, kan kita sebagai masyarakat menjadi konsumtif. Hal ini pun mengakibatkan terjadinya kebanjiran informasi. Untuk mengatasi hal yang demikian sesuai dengan pemaparan Rully yang menyatakan bahwa melihat sebuah budaya pun dapat dilakukan dari dua sisi positif dan negatif.

“ Bagaimana kita menjadi paus dilautan, tidak terbawa asin oleh lingkungan. Kita harus bisa menjadi cyber society yang bisa memanfaatkan yang positifnya” pungkas Dede Syarif untuk mengakhiri pembicaraannya. (Desti/MaI)

 
 

Halaman 7 dari 22

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com