You are here:

Diskusi Perburuhan Bandung Timur

Seminar Peksos

Rancaekek (MaI)

Sekitar 100 orang buruh Bandung Timur mengikuti diskusi perburuhan di Ruang Seminar Al Ma’soem, Jl. Raya Rancaekek, Cipacing, Kab. Bandung (22/4). Diskusi bertema: "Mencari Solusi Tepat Pemecahan Permasalahan Perburuhan". Acara diselenggarakan oleh LSM Bahana Karya Insani (LSM Bahana), dengan menghadirkan narasumber: Nanang Ibrahim  dari Ketua Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh-GSPB Bandung Raya, Sri Darwanti dari DPP GSPB dan pakar Pekerjaan Sosial Industri FISIP Unpad Risna Resnawati, S.Sos, M.P.

Acara ini digagas oleh LSM Bahana dengan tujuan memperkenalkan konsep praktek Pekerjaan Sosial Industri dalam ikut menangani permasalahan perburuhan. Menurut Direktur Eksekutif LSM Bahana yang juga ketua panitia kegiatan, Ahmad Farhan Aditya, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa permasalahan yang dirasakan oleh kaum buruh sebenarnya bisa ditanggulangi dengan praktek Pekerjaan Sosial Industri. Untuk itulah LSM Bahana hadir dan berharap bisa berkiprah untuk menyelesaikan permasalahannya.

Sementara itu, Nanang Ibrahim mengatakan Hak-hak buruh perempuan sudah banyak yang dipangkas karena dinilai merugikan ekonomi perusahaan. UU Ketenagakerjaan harus direvisi karena dinilai merugikan buruh dan menguntungkan perusahaan. Hasil survey GSPB, banyak perusahaan yg tidak membayar upah yang tidak sesuai dengan UMK. Senada dengan Nanang, Sri Dewanti dari PPBI mengatakan Dewan Pengupahan selama ini tidak berpihak pada kesejahteraan buruh karena hasil survey untuk menetapkan upah tidak pernah melibatkan serikat buruh.

Lain halnya dengan kedua pembicara tersebut Lisna Resnawaty mengatakan Peranan Pekerja Sosial Industri sangat besar dalam menolong kesejahteraan buruh. Ada solusi alternatif yaitu dengan mengedepankan pelayanan sosial bagi buruh, agar buruh bisa menyelesaikan masalah sendiri. Pekerja sosial merupakan alternatif metode mengatasi masalah perburuhan yang fokus pada pemberdayaan buruh dengan memulihkan keberfungsian sosial kaum buruh.

Acara diakhiri dengan pemutaran film pendek tentang peran Pekerja Sosial Industri dan peresmian LSM Bahana Karya Insani (LSM Bahana) oleh Santoso T. Raharjo selaku Ketua Dewan Pembina LSM Bahana.

(Wanisar/MaI.com)

 

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Kasat Reskrim Polres Bogor Pimpin Pembebasan 15 Korban Trafficking

BOGOR (MaI) - Sebanyak 15 perempuan korban trafficking asal Bogor yang dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Palembang, Sumatera Selatan, tepatnya di Wisma Rio, Jalan Sukakarya, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Sukaramai, Palembang, berhasil dibebaskan dan dijemput jajaran Polres Bogor Kota.

Penjemputan ke-15 wanita tersebut, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Imam Imanuddin. Tim penjemput berangkat dari Mako Kedunghalang dengan menggunakan Bus milik Polres Bogor Kota bertolak sekitar pukul 13.00 WIB menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Setibanya di Merak, pada pukul 17.58 WIB tim penjemput lalu melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Dengan menggunakan kapal laut, tim penjemput tiba pukul 20.30 WIB dan lansung menuju Pos Rafly -Tanza, penginapan mini, khas Jalan Trans Sumatera KM 1, Lampung untuk menunggu para korban yang dijemput oleh dua tim lainnya.

Kedua tim itu sendiri sudah satu minggu lebih awal berada di Palembang guna melakukan penyelamatan dan melakukan
penggerebekan.

Tepat pada pukul 23.10 WIB, rombongan korban pertama dan beberapa tersangka tiba di Lampung dengan menggunakan dua mobil Toyota Avanza. Mobil pertama mengankut 7 orang korban, diantaranya TK (21) asal Ciawi, Pr (18 ) asal Lebak Wangi, Wn (19) asli Jakarta, Mr (17) asal Ciapus, Ir (27) asal Cikaret dan Irm (21) Kedunghalang, Bogor.

Sedangkan mobil Kedua membawa lima orang Tersangka asal Palembang, yakni Riki (16) dan Martin (20) warga Sukaramai, Palembang yang bekerja sebagai juru parkir di TKP, Agus (16) Sukaramai, Palembang, bekerja sebagai kasir, Iwan (30) asal Talang Kelapo, bekerja sebagai kasir, serta Pendi (34) Sukaramai, parkir depan.

Sementara rombongan terakhir tiba di Lampung pada pukul 1.45 WIB.

Dengan menggunakan mobil jenis Luxio dan Toyota Avanza lainnya, membawa para korban, yaitu An (33) warga Ciluar, I (18) asal Salabenda, Irnw (17) dari Cihideung, Sh (17) asal Pondok Rajek, Gb (16) asal Ciapus, Tn (19) asal Citeurep, N (23) dari Cimahpar dan Gbr (30) asal Sukabumi.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imam Imanuddin menuturkan, setelah melalui proses yang panjang, 15 korban trafficking akhirnya berhasil diselamatkan dan akan dibawa pulang kembali ke Bogor.

“Alhamdulillah setelah satu minggu melakukan pengejaran, para korban sudah bisa kita bawa kembali ke Kota Bogor beserta lima tersangka dari Palembang,” terang Imam Imanuddin di tengah-tengah perjalanan menuju Bogor, Jumat (20//4/12).

Para korban dan tersangka telah dibawa langsung ke Polres Bogor Kota untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan. (Ian/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Puskesmas Subang Kurang Anggaran, Dinkes Digelontor Rp 3,4 M

SUBANG (MaI)

Biaya Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Subang sebesar Rp 3,4 miliar mulai dipertanyakan DPRD setempat. Pasalnya, selama ini tidak ada laporan terkait penggunaan anggaran tersebut.

Sementara, menurut anggota Komisi D DPRD Subang Bukhori, dana tersebut seharusnya dipertanggungjawabkan. Karena, dana tersebut berasal dari pemerintah pusat yang dikucurkan sejak 2011 lalu.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Sementara, Puskesmas mengeluh kurang anggaran. Dan ini terjadi sejak 2011 lalu,” ujar Bukhori.

Menurut Bukhori, dia justru mengetahui adanya BOK tersebut dari salah seorang petugas Puskesmas ketika melakukan reses.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Wawan Setiawan mengaku, jika selama ini sudah menginformasikan soal dana BOK itu. Bahkan, Wawan malah ‘menyerang’ balik DPRD lantaran tak mau hadir dalam rapat perencanaan Dinkes.

“Salahnya anggota DPRD, kita kan ada perencanaan dan sosialiasi. Kita sudah undang mereka, tapi mereka tidak hadir,” tandasnya.

Wawan mengatakan, jika dana tersebut sudah dialokasikan ke puskesmas, sesuai kebutuhan masing-masing. Mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 75 juta tiap bulan.

(Gumi/MaI)

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Sekitar 70 Siswa Bogor Terancam Tidak Lulus UN

BOGOR (MaI) - Belum ada alasan jelas mengenai 70 siswa yang tidak ikut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan secara serentak di Kota Bogor sejak Senin lalu. Namun, diam-diam pihak Dinas Pendidikan Kota Bogor (Disdik) memberikan dua alternatif kepada siswa yang tidak lulus nantinya.

Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jajang Koswara mengatakan jika ada siswa yang tidak lulus nantinya, dapat mengulang pendidikan satu tahun lagi atau mengikuti kelas Paket C, yang akan dilaksanakan ujiannya pada bulan Juni, Juli dan Oktober tahun 2012. Menurut Jajang, sebagian siswa sering kali  tegang ketika akan menghadapi UN. Mereka selalu memikirkan apakah bisa menyelesaikan soal ujian atau tidak, terutama memikirkan kelulusannya. Namun, solusinya jika tidak lulus dan ingin lulus tahun ini, siswa bisa mengikuti ujian Paket C. “Siswa yang tidak lulus bisa mengikuti paket C,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Di Kota Bogor, banyak kelas jauh atau kelas Paket C setingkat dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jadi, siswa yang tidak lulus bisa mengikuti UN susulan di Paket C.

Berkaitan dengan itu, sebanyak 70 siswa di Kota Bogor tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) pada hari pertama pelaksanaan UN, yang dilaksanakan secara serentak oleh 72 SMA dan SMK di Kota Bogor, pada Senin (16/4/2012). Siswa-siswi tersebut tidak mengikuti ujian dengan alasan izin tidak masuk sekolah, tidak ada kabar, sakit dan meninggal.”Siswa yang tidak masuk sebanyak 70 siswa, dari jumlah siswa yang mengikuti ujian sebanyak 11 ribu siswa,” kata Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hari Sasono.

Ia melanjutkan, siswa yang tidak masuk pada hari pertama UN ini, disebabkan berbagai faktor keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Menurutnya, hal itu merupakan suatu hal yang tidak dipungkiri oleh setiap sekolah dan selalu ada pada setiap tahunnya. “Memang setiap tahun selalu ada saja yang tidak masuk pada hari pertama UN,” (Kiki/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Eks Karyawan PTDI Kepung PN Bandung

BANDUNG (MaI) - Sekelompok  Mahasiswa  dari GMKI, HMI, GMNII, FMN , KMHDI, dan  Ekskaryawan PT DI  melakukan Mediasi di Pengadilan Negeri  Bandung, selain itu masa juga melakukan  Aksi di depan Pengadilan Negeri  Bandung  sebagai bentuk pengawalan  agar proses mediasi bisa menghasilkan  hasil yang objektive secara Hukum.

Dalam proses mediasi hadir kuasa hukum Eks karyawan PT DI, dan Kuasa Hukum dari pihak tergugat PT Dirgantara Indonesia (Persero), Kementrian Negara BUMN RI, Kementrian Keuangan RI, Presiden RI, DPR RI, Kementrian Tenaga kerja dan Transmigrasi RI, namun semua diwakili oleh kuasa hukumnya masing masing.

Para penggugat sendiri adalah 168 ekskaryawan PT DI yang merupakan bagian dari 6561 karyawan yang di PHK P4P sejak desember 2003.Landasan tuntutannya adalah putusan P4P No. 142/03/02-8/x/PHK/1-2004, tgl 29 januari 2004, sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Adapun gugatan yang disampaikan oleh  Ekskaryawan PT DI dan Kuasa hukumnya dalam Mediasi adalah tuntutan kekurangan hak pensiun sesuai Upah terakhir yang belum dibayarkan oleh PTDI atau pemerintah selaku pemegang saham dan pemilik perusahaan.

Nilai tuntutan, Berupa kerugian Materill dan Imaterril yang timbul karena tidak dibayarkannya hak pensiun selama delapan tahun,aadalah:
1. Kekurangannya : 13,751 M
2. Manfaat yang seharusnya didapat : 40 M
3. Kerugian Biaya2 selama berjuanga : 840 juta
4. Beban yang ditanggung para penggugat : 16, 8 M

Dalam Mediasi pihak penggugat menyampaikan bahwa PT DI harus mentaati keputusan hukum tahun 2004 yang menyatakan para Ekskaryawan PT DI mendapat dana Konfensasi Pensiun dan itu belum dibayar sepenuhnya

Namun pihak tergugat yaitu PT DI menyampaikan dalam keputusan itu pihak tergugat hanya membayar Konfensasi Upah saja tanpa ada penulisan Nominal berapa yang harus dibayar
Pada akhirnya dalam Mediasi ini baik pihak penggugat maupun tergugat belum ada titik temu, dan Keputusan hakim mediasi akan dilakukan kembali Tanggal 25 April 2012.(Doni Rhomadona/MaI)

 
 

Halaman 10 dari 22

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com