You are here:

Penolakan RUU Perguruan Tinggi

GMNI

Bandung (MaI)

Sebagian besar kelompok Mahasiswa Ekstra Kampus secara tegas menolak Rencana Undang-undang Perguruan Tinggi,hal tersebut terungkap dalam Konfrensi Pers yang dilakukan di Taman Cikapayang Kota Bandung.Sementara itu,kelompok mahasiswa yang secara resmi menolak RUU Perguruan Tinggi adalah FMN, GMNI, GMKI, PMKRI, KAMMI, HMI, dan UKSK UPI.


Adapun isi RUU PT Yang di anggap bermasalah oleh mahasiswa adalah:Kewenangan mentri yang dominan/ di Banyak pasal.Digiringnya pendidikan untuk menyokong dunia usaha/pasal 94.Didorongnya tercipta Perdagangan bebas di dunia Pendidikan/pasal 46–47.Adanya upaya pemerintah untuk melepaskan tanggung jawab diwilayah pendidikan/pasal 66 - 69, 79 ayat (2) poin C  dan Adanya pengekangan kebebasan ber organisasi/Pasal 80 ayat (3).


Menurut Doni Romadona, Sekjen GMNI Kota Bandung, mengatakan kami akan melakukan  pengabdian terhadap masyarakat terutama di wilayah pendidikan, yang harapannya masyarakat bisa menyadari bahwa RUU PT Ini bertujuan mengkomersialisasikan Pendidikan, dan jika Pendidikan sudah dijadikan ajang bisnis tanpa control atau bantuan pemerintah Sesuai UUD pasal 31, rakyat menengah kebawah akan sulit mendapat pendidikan yang layak akibat Biaya yang tak terjangkau, dan tentu selain bertentangan dengan UUD pasal 31 terutama Ayat 1 dan 5 ini merupakan Pembunuhan terhadap kualitas Rakyat Indonesia khususnya Wilayah Pendidikan.”Maka jelas, Sikap kita adalah menolak Rancangan Undang Undang Perguruan Tinggi” tegas Doni.

Sementara itu,langkah kongkrit yang akan dilakukan berikutnya adalah melakukan Aksi  pada momen Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 mei Mendatang, selain itu akan menyelenggarakan seminar seminar yang membahas RUU PT.

(Gumi/MaI)

 

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

LSM Pusaka Bogor Pasang Spanduk Himbauan Kerukunan

Spanduk LSM Pusaka

Bogor (MaI) - Pasca pelaksanaan Diskusi Interaktif membahas  Kerukunan Antar Umat Beragama yang disiarkan  secara langsung di Megaswara TV Bogor (27/4) dan  Seminar Membedah RUU Kerukunan Umat  Beragama  di Bale Binarum, Jl. Pajajaran Kota Bogor  (28/4);  LSM Pusat Studi Analisis Kawasan Bogor  (LSM Pusaka Bogor) melanjutkan kegiatannya  berupa pemasangan spanduk di sejumlah tempat  strategis di Kota dan Kabupaten Bogor.

Menurut Pembina LSM Pusaka Bogor, Ian Rahardian,  ketika ditemui oleh MaI.com, Senin (30/4) di  Kawasan Gunung Batu Kota Bogor mengungkapkan  bahwa tujuan dari pemasangan spanduk tersebut  merupakan himbauan LSM Pusaka Bogor terhadap warga Bogor untuk tetap memelihara toleransi antar umat beragama.

“Spanduk berisikan himbauan moral tersebut kami pasang di sejumlah tempat keramaian dan dinilai strategis, sekedar mengingatkan warga Bogor akan pentingnya rasa aman dan meningkatkan toleransi antar umat beragama yang selama ini sudah terjalin”. Ungkapnya.

Ian Rahardian menambahkan bahwa LSM Pusaka Bogor bersedia menjadi mitra semua pihak yang ingin mewujudkan Kawasan Bogor yang damai dan toleran, sebagai perwujudan kearifan lokal budaya Sunda yang menjunjung tinggi nilai Someah Hade Kasemah, Silih Asah, Silih Asih,Silih Asuh.

(Wanisar/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

LSM Pusaka Bogor dan Megaswara TV adakan Diskusi Kerukunan Umat Beragama

 

Dialog Pusaka

Bogor  (MaI)

LSM Pusat Studi Analisis Kawasan Bogor (LSM  Pusaka Bogor) dan Megaswara TV mengadakan  Diskusi Kerukunan Umat Beragama bertema  “Kerukunan Umat Beragama dalam Menjaga  Kondusivitas Daerah di Kabupaten Bogor” Jumat  (22/4).

Diskusi dalam acara TALAS BOGOR yang disiarkan  secara langsung (live) di Studio Megaswara TV, Jl.  Suryakancana, Sukasari, Kota Bogor tersebut  menghadirkan tiga pembicara, yaitu Ketua LSM  Pusaka Bogor, Riza Kresna, Ketua FKUB Kab.  Bogor,  KH Madroja Sukarta dan Ketua MUI Kab.  Bogor KH Mukri Aji dengan Yudha Prawira selaku  Moderator.

Diskusi yang berdurasi enam puluh menit dan dimulai pada pukul 08.00 WIB berjalan dengan dinamis. KH Madroja Sukarta mengatakan bahwa FKUB merupakan lembaga mitra pemerintah yang dibentuk untuk ikut menciptakan suasana kerukunan umat beragama. Wilayah Kab. Bogor sudah kondusif karena hanya segelintir oknum yang mempersoalkan masalah kerukunan ini. Pembinaan keagamaan oleh FKUB dan unsur lainnya perlu proses dan waktu yang terus menerus. Tidak ada satu agama pun yang membenarkan adanya silang sengketa.

Sementara itu, KH. Mukri Aji  mengucapkan terima kasih pada Megaswara TV dan LSM Pusaka Bogor yang merencanakan dan  melaksanakan acara yang baik ini. Negara ini bukan dibentuk oleh satu kelompok, namun oleh semua elemen bangsa dan berbagai unsur keagamaan. MUI terus berupaya mengimplementasikan konsep Islam sebagai rahmatul lilalamin dalam memaknai kerukunan antar umat beragama.

Riza Kresna pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa adanya riak kecil yang mengganggu makna kerukunan umat beragama dikarenakan lunturnya makna kesatuan dan Bhinneka Tunggal Ika. Pusaka Bogor siap menjadi mitra dalam menciptakan kerukunan umat beragama di Kawasan Bogor.

Pada bagian penutupnya, KH Madroja Sukarta menyampaikan menghargai dan menyambut baik adanya kegiatan dialog kerukunan ini.

(Ian Rahadian/MaI)

 

 

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

1.150 Warga Cimahi Dapat Layanan Kesehatan Gratis

CIMAHI (MaI) - Sekitar 1.150 warga Cimahi mendapatkan pelayanan pengobatan gratis di kantor Kelurahan Cigugur Tengah, Kamis (19/4). Dalam pengobatan gratis yang diselenggarakan RS Cibabat Cimahi bekerja sama dengan Jamsostek Kota Cimahi tersebut, tidak terbatas hanya warga Kel. Cigugur Tengah saja tetapi diperuntukan bagi seluruh warga Kota Cimahi terutama masyarakat pekerja industri.

Wali Kota Cimahi, Dr.Ir.H.M. Itoc Tochija, M.M. mengatakan, antusiasme warga terhadap pengobatan gratis ini cukup bagus. Terbukti dengan banyaknya warga yang datang untuk melakukan pengobatan. Di antara warga yang datang, kebanyakan adalah lanjut usia (lansia) dengan penyakit yang biasa diderita lansia, seperti darah tinggi serta pegal-pegal.

Menurut wali kota, selain untuk memberikan pengobatan terhadap warga, kegiatan tersebut juga bisa dijadikan sebagai contoh bagi lembaga lain untuk menggelar acara serupa. "Kegiatan ini bisa dijadikan sebagai sesuatu untuk mengajak pihak atau lembaga lain untuk melakukan hal serupa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Jadi, nanti bisa bermunculan kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang bisa membantu masyarakat," ujarnya.

Sementara itu menurut Kepala Jamsostek Kota Cimahi, Bambang Kenharto memaparkan, pengobatan gratis bagi seribu lebih warga ini merupakan salah satu bentuk dari program corporate social responsibility (CSR) Jamsostek.

"Kegiatan CSR ini sebenarnya dilakukan di dua tempat, yakni di Desa Jayamekar Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan jumlah warga yang diobati sebanyak 600 orang, dan di Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi dengan warga yang diobati sebanyak 1.150 orang," demikian dikatakan Bambang.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disanakertransos) Kota Cimahi, Efi Akhmad menambahkan, kegiatan sosial ini merupakan rangkaian peringatan May Day. Kegiatan sosial yang dilakukan bukan hanya pengobatan gratis, tapi juga pemberian beasiswa terhadap sejumlah siswa.

"Kota Cimahi merupakan kota industri dan banyak pekerja. Karena itulah mengapa kami memilih momen May Day. Rangkaiannya sendiri masih akan berlangsung hingga Mei mendatang," (Cmh/Ridwan/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Sosialisi Pembagian Dana Parpol di Kota Bogor

BOGOR (MaI) - Pihak Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor menggelar kegiatan sosialisasi dua peraturan terkait dana bantuan untuk Partai Politik (Parpol) di Gedung Pertemuan Harmony Taman Yasmin, Jalan KHR Abdullah Bin Nuh nomor 39, Kota Bogor.

Kedua peraturan tersebut, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) nmor 5 tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Parpol dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 24 tahun 2009 tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan, Penganggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Pengajuan dan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan Parpol.

Sosialisasi diikuti oleh sekitar 100 pengurus Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang (DPD-DPC) Parpol yang memiliki perwakilan atau kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor. Sosialisasi juga diikuti oleh Dinas/Instansi yang menjadi Tim Pemeriksa Administrasi Bantuan Keuangan kepada Parpol.

“Saya berharap kita bisa membangun suatu pemahaman yang sama tentang seluruh ketentuan hukum yang telah diberlakukan dan mengatur perihal bantuan keuangan kepada parpol,” sambutan Walikota Bogor Diani Budiarto secara tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan ketika membuka acara tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Politik Kantor Kesbangpol Kota Bogor Rustandi mengatakan, acara ini guna memberikan penjelasan kepada Pengurus DPD/DPC Parpol yang memiliki perwakilan/kursi di DPRD Kota Bogor hasil pemilu legislatif tahun 2009. “Yaitu tentang bagaimana mengelola dan mempertanggungjawabkan bantuan keuangan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bogor yang berasal dari APBD Kota Bogor,” ungkapnya.

Rustandi juga menjelaskan sosialisasi juga dilakukan agar pengurus parpol dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini terkait bantuan keuangan kepada parpol.  Dari sosialisasi tersebut diharapkan tercapainya tertib administrasi pengelolaan bantuan keuangan pada masing-masing parpol yang menerima bantuan keuangan.
Seperti diketahui, melalui PP No. 5 Tahun 2009 pemerintah telah melakukan koreksi terhadap tatacara penyaluran bantuan keuangan kepada parpol. Termasuk mengkoreksi basis perhitungan yang dipergunakan di dalam menentukan besaran dana bantuan yang dapat diserahkan pada masing-masing parpol.

Berdasarkan peraturan yang lama, besarnya dana yang diterima setiap parpol dihitung berdasarkan jumlah kursi DPRD yang dikuasai oleh masing-masing parpol. Namun berdasarkan PP No. 5 tahun 2009, basisi perhitungan tersebut diubah. Sehingga jumlah dana yang disalurkan ke parpol dihitung berdasarkan jumlah suara yang berhasil diraih sebutah parpol.

Dengan demikian,  ketentuan tersebut berpengaruh pada besaran dana yang diterima setiap parpol. Tiap parpol bisa mendapat penambahan, ataupun pengurangan, tergantung dari jumlah suara yang diperoleh parpol tersebut pada pemilu. (Ian/MaI)

 
 

Halaman 10 dari 23

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com