You are here:

Sosialisi Pembagian Dana Parpol di Kota Bogor

BOGOR (MaI) - Pihak Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor menggelar kegiatan sosialisasi dua peraturan terkait dana bantuan untuk Partai Politik (Parpol) di Gedung Pertemuan Harmony Taman Yasmin, Jalan KHR Abdullah Bin Nuh nomor 39, Kota Bogor.

Kedua peraturan tersebut, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) nmor 5 tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Parpol dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 24 tahun 2009 tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan, Penganggaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Pengajuan dan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan Parpol.

Sosialisasi diikuti oleh sekitar 100 pengurus Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang (DPD-DPC) Parpol yang memiliki perwakilan atau kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor. Sosialisasi juga diikuti oleh Dinas/Instansi yang menjadi Tim Pemeriksa Administrasi Bantuan Keuangan kepada Parpol.

“Saya berharap kita bisa membangun suatu pemahaman yang sama tentang seluruh ketentuan hukum yang telah diberlakukan dan mengatur perihal bantuan keuangan kepada parpol,” sambutan Walikota Bogor Diani Budiarto secara tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan ketika membuka acara tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Politik Kantor Kesbangpol Kota Bogor Rustandi mengatakan, acara ini guna memberikan penjelasan kepada Pengurus DPD/DPC Parpol yang memiliki perwakilan/kursi di DPRD Kota Bogor hasil pemilu legislatif tahun 2009. “Yaitu tentang bagaimana mengelola dan mempertanggungjawabkan bantuan keuangan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bogor yang berasal dari APBD Kota Bogor,” ungkapnya.

Rustandi juga menjelaskan sosialisasi juga dilakukan agar pengurus parpol dapat memperoleh informasi yang akurat dan terkini terkait bantuan keuangan kepada parpol.  Dari sosialisasi tersebut diharapkan tercapainya tertib administrasi pengelolaan bantuan keuangan pada masing-masing parpol yang menerima bantuan keuangan.
Seperti diketahui, melalui PP No. 5 Tahun 2009 pemerintah telah melakukan koreksi terhadap tatacara penyaluran bantuan keuangan kepada parpol. Termasuk mengkoreksi basis perhitungan yang dipergunakan di dalam menentukan besaran dana bantuan yang dapat diserahkan pada masing-masing parpol.

Berdasarkan peraturan yang lama, besarnya dana yang diterima setiap parpol dihitung berdasarkan jumlah kursi DPRD yang dikuasai oleh masing-masing parpol. Namun berdasarkan PP No. 5 tahun 2009, basisi perhitungan tersebut diubah. Sehingga jumlah dana yang disalurkan ke parpol dihitung berdasarkan jumlah suara yang berhasil diraih sebutah parpol.

Dengan demikian,  ketentuan tersebut berpengaruh pada besaran dana yang diterima setiap parpol. Tiap parpol bisa mendapat penambahan, ataupun pengurangan, tergantung dari jumlah suara yang diperoleh parpol tersebut pada pemilu. (Ian/MaI)

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Sendy Dede Yusuf Apresiasi Pemilihan Pelajar Batik Se-Jabar

BANDUNG (MaI) - Istri Wakil Gubernur Jawa Barat,  Sendy Ramania alias Sendy Dede Yusuf yang juga Ketua Yayasan Batik Jawa Barat menyatakan apresiasinya kepada para mahasiswa Politeknik Komputer Niaga (PKN) dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Ilmu Komputer (STMIK) LPKIA Bandung yang telah menginisiasi mengadakan pemilihan busana batik antar pelajar se-Jawa Barat di Bandung.

“Kehadiran saya disini untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa LPKIA yang telah menginisiasi mengadakan pemilihan busana batik antar pelajar se-Jawa Barat. Kagiatan yang baru diadakan sekali ini mereka minta support dan dukungan kami berupa penjurian dan piala serta kehadiran saya disini. Dan saya senang,”kata Ny Dede Yuyuf itu.

Kegiatan dianggap berpotensi sebab acara digabung dengan kegiatan festival marketing yang memamerkan produk-roduk tematik dengan berbagai produk buat sendiri dengan harga yang terjangkau mahasiswa.

“Jadi saya rasa ini perlu diapresiasi dan dihargai acara upaya mahasiswa memiliki kepedulian. Marketing festival sendiri termasuk salah satu memotivasi mahasiswa untuk melakukan wirausaha. Jadi ketika mereka sudah lulus mereka tidak ragu lagi untuk melakukannya, termasuk usaha membatik yang juga merupakan kegiatan wira usaha,”papar Sendy.

Sementara itu Ketua Program Studi bidang Administrasi Bisnis LPKIA penyelenggara Markfest 2012, Fery Faryd menambahkan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan khusus di program study Administrasi Bisnis, dengan tujuan agar mahasiswa bisa lebih mengaplikasikan teori yang mereka peroleh di perkuliahan.

“Kita coba aplikasikan di lapangan, sekaligus juga karena banyak mahasiswa yang sebenarnya telah memiliki suatu usaha tetapi belum tertampilkan, kita coba di ajang seperti ini khususnya mahasiswa para pelaku usaha, kebetulan pada tahun ini, acaranya kita gabung dengan pemilihan busana batik antar pelajar SMA/SMK se-Jawa Barat, dengan tujuan untuk melestarikan budaya batik dan membudayakan penggunaan batik di kalangan generasi muda,”ujar Fery.

Kegiatan Markfest ini bekerja sama dan didukung oleh Yayasan Batik Jawa Barat serta HIPMI Kota Bandung yang menaungi perguruan tinggi.

Selain itu, Markfest ini sendiri lebih menekankan bukan hanya dari sisi kewirausahaan saja, tetapi juga dituntut kreativitas mahasiswa, karena mereka harus menunjukkan kreativitas mereka dalam kostum, menampilkan tempat mereka berusaha, kreasi mereka harus bisa menarik dengan temanya masing-masing. “Tujuan kita juga mengukur sejauh mana kreatifitas mereka bisa menarik,”tambahnya.

Lebih jauh dikatakan Faryd, pendidikan kita berbasis vokasi jadi kita memang mempersiapkan untuk langsung siap di lapangan pekerjaan, keunggulan kami bukan hanya dari sisi akademis tetapi juga skill yang kita siapkan.

“Selain itu kita juga punya bursa tenaga kerja yang siap menyalurkan apakah itu lulusan atau calon lulusan, karena berdasarkan data pada saat wisuda Januari lalu dari 1300an wisudawan 57 persen diantara sudah terserap lapangan kerja sebelum wisuda,”pungkas Fery. (Hendra/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Diskusi Perburuhan Bandung Timur

Seminar Peksos

Rancaekek (MaI)

Sekitar 100 orang buruh Bandung Timur mengikuti diskusi perburuhan di Ruang Seminar Al Ma’soem, Jl. Raya Rancaekek, Cipacing, Kab. Bandung (22/4). Diskusi bertema: "Mencari Solusi Tepat Pemecahan Permasalahan Perburuhan". Acara diselenggarakan oleh LSM Bahana Karya Insani (LSM Bahana), dengan menghadirkan narasumber: Nanang Ibrahim  dari Ketua Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh-GSPB Bandung Raya, Sri Darwanti dari DPP GSPB dan pakar Pekerjaan Sosial Industri FISIP Unpad Risna Resnawati, S.Sos, M.P.

Acara ini digagas oleh LSM Bahana dengan tujuan memperkenalkan konsep praktek Pekerjaan Sosial Industri dalam ikut menangani permasalahan perburuhan. Menurut Direktur Eksekutif LSM Bahana yang juga ketua panitia kegiatan, Ahmad Farhan Aditya, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa permasalahan yang dirasakan oleh kaum buruh sebenarnya bisa ditanggulangi dengan praktek Pekerjaan Sosial Industri. Untuk itulah LSM Bahana hadir dan berharap bisa berkiprah untuk menyelesaikan permasalahannya.

Sementara itu, Nanang Ibrahim mengatakan Hak-hak buruh perempuan sudah banyak yang dipangkas karena dinilai merugikan ekonomi perusahaan. UU Ketenagakerjaan harus direvisi karena dinilai merugikan buruh dan menguntungkan perusahaan. Hasil survey GSPB, banyak perusahaan yg tidak membayar upah yang tidak sesuai dengan UMK. Senada dengan Nanang, Sri Dewanti dari PPBI mengatakan Dewan Pengupahan selama ini tidak berpihak pada kesejahteraan buruh karena hasil survey untuk menetapkan upah tidak pernah melibatkan serikat buruh.

Lain halnya dengan kedua pembicara tersebut Lisna Resnawaty mengatakan Peranan Pekerja Sosial Industri sangat besar dalam menolong kesejahteraan buruh. Ada solusi alternatif yaitu dengan mengedepankan pelayanan sosial bagi buruh, agar buruh bisa menyelesaikan masalah sendiri. Pekerja sosial merupakan alternatif metode mengatasi masalah perburuhan yang fokus pada pemberdayaan buruh dengan memulihkan keberfungsian sosial kaum buruh.

Acara diakhiri dengan pemutaran film pendek tentang peran Pekerja Sosial Industri dan peresmian LSM Bahana Karya Insani (LSM Bahana) oleh Santoso T. Raharjo selaku Ketua Dewan Pembina LSM Bahana.

(Wanisar/MaI.com)

 

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Kasat Reskrim Polres Bogor Pimpin Pembebasan 15 Korban Trafficking

BOGOR (MaI) - Sebanyak 15 perempuan korban trafficking asal Bogor yang dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Palembang, Sumatera Selatan, tepatnya di Wisma Rio, Jalan Sukakarya, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Sukaramai, Palembang, berhasil dibebaskan dan dijemput jajaran Polres Bogor Kota.

Penjemputan ke-15 wanita tersebut, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Imam Imanuddin. Tim penjemput berangkat dari Mako Kedunghalang dengan menggunakan Bus milik Polres Bogor Kota bertolak sekitar pukul 13.00 WIB menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Setibanya di Merak, pada pukul 17.58 WIB tim penjemput lalu melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Dengan menggunakan kapal laut, tim penjemput tiba pukul 20.30 WIB dan lansung menuju Pos Rafly -Tanza, penginapan mini, khas Jalan Trans Sumatera KM 1, Lampung untuk menunggu para korban yang dijemput oleh dua tim lainnya.

Kedua tim itu sendiri sudah satu minggu lebih awal berada di Palembang guna melakukan penyelamatan dan melakukan
penggerebekan.

Tepat pada pukul 23.10 WIB, rombongan korban pertama dan beberapa tersangka tiba di Lampung dengan menggunakan dua mobil Toyota Avanza. Mobil pertama mengankut 7 orang korban, diantaranya TK (21) asal Ciawi, Pr (18 ) asal Lebak Wangi, Wn (19) asli Jakarta, Mr (17) asal Ciapus, Ir (27) asal Cikaret dan Irm (21) Kedunghalang, Bogor.

Sedangkan mobil Kedua membawa lima orang Tersangka asal Palembang, yakni Riki (16) dan Martin (20) warga Sukaramai, Palembang yang bekerja sebagai juru parkir di TKP, Agus (16) Sukaramai, Palembang, bekerja sebagai kasir, Iwan (30) asal Talang Kelapo, bekerja sebagai kasir, serta Pendi (34) Sukaramai, parkir depan.

Sementara rombongan terakhir tiba di Lampung pada pukul 1.45 WIB.

Dengan menggunakan mobil jenis Luxio dan Toyota Avanza lainnya, membawa para korban, yaitu An (33) warga Ciluar, I (18) asal Salabenda, Irnw (17) dari Cihideung, Sh (17) asal Pondok Rajek, Gb (16) asal Ciapus, Tn (19) asal Citeurep, N (23) dari Cimahpar dan Gbr (30) asal Sukabumi.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Imam Imanuddin menuturkan, setelah melalui proses yang panjang, 15 korban trafficking akhirnya berhasil diselamatkan dan akan dibawa pulang kembali ke Bogor.

“Alhamdulillah setelah satu minggu melakukan pengejaran, para korban sudah bisa kita bawa kembali ke Kota Bogor beserta lima tersangka dari Palembang,” terang Imam Imanuddin di tengah-tengah perjalanan menuju Bogor, Jumat (20//4/12).

Para korban dan tersangka telah dibawa langsung ke Polres Bogor Kota untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan. (Ian/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Puskesmas Subang Kurang Anggaran, Dinkes Digelontor Rp 3,4 M

SUBANG (MaI)

Biaya Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Subang sebesar Rp 3,4 miliar mulai dipertanyakan DPRD setempat. Pasalnya, selama ini tidak ada laporan terkait penggunaan anggaran tersebut.

Sementara, menurut anggota Komisi D DPRD Subang Bukhori, dana tersebut seharusnya dipertanggungjawabkan. Karena, dana tersebut berasal dari pemerintah pusat yang dikucurkan sejak 2011 lalu.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Sementara, Puskesmas mengeluh kurang anggaran. Dan ini terjadi sejak 2011 lalu,” ujar Bukhori.

Menurut Bukhori, dia justru mengetahui adanya BOK tersebut dari salah seorang petugas Puskesmas ketika melakukan reses.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Wawan Setiawan mengaku, jika selama ini sudah menginformasikan soal dana BOK itu. Bahkan, Wawan malah ‘menyerang’ balik DPRD lantaran tak mau hadir dalam rapat perencanaan Dinkes.

“Salahnya anggota DPRD, kita kan ada perencanaan dan sosialiasi. Kita sudah undang mereka, tapi mereka tidak hadir,” tandasnya.

Wawan mengatakan, jika dana tersebut sudah dialokasikan ke puskesmas, sesuai kebutuhan masing-masing. Mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 75 juta tiap bulan.

(Gumi/MaI)

 
 

Halaman 10 dari 22

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com