You are here:

UPACARA MENGENANG R. OTO ISKANDAR DI NATA

PDFCetakEmail

kuburan otista

BANDUNG (MaI) Sekitar pukul 09.00 WIB, di Pasir Pahlawan, Lembang, Kamis (19/12/2013), suasana khidmat terasa di tempat pahlawan nasional R. Oto Iskandar Di Nata dimakamkan. Oto yang dikenal dengan julukan "Si Jalak Harupat", wafat pada tanggal 20 Desember 1945.

Ratusan pelayat terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan karyawan yang tergabung dalam Paguyuban Pasundan, menghadiri "Apel Sungkem Baktos Ziarah" memperingati gugurnya 68 tahun R. Oto Iskandar Di Nata. Apel tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si.

Menurut Didi, sikap pemberani dan bakat kepemimpinan yang dimiliki Oto, diharapkan mampu memberikan makna dan ditiru generasi sekarang. "Sampai kapan pun kita tidak akan melupakan peran seorang pemberani dan cerdas yang memiliki julukan 'Si Jalak Harupat' ini," katanya.

Tak hanya patut ditiru, ungkap Didi, diharapkan di masa kini dan yang akan datang, muncul Oto-Oto lainnya, sehingga mampu memberi warna sekaligus memunculkan kepemimpinan Sunda yang mumpuni bukan hanya di Jawa Barat, tapi juga di tingkat nasional.

Pada rangkaian upacara ziarah yang digelar di Pasir Pahlawan itu, dibacakan pula pengantar upacara ziarah oleh Drs. Soma Gantika, M.Si., riwayat Oto Iskandar Di Nata oleh H.M. Budiana, S.I.P., M.Si., Ode untuk pahlawan oleh Dr. Ir. Iyus Rustandi, M.Si., pembacaan sajak "Si Jalak Harupat" oleh Drs. Yayat Hendayana, M.Si., karatagan pahlawan, peletakan karangan bunga, serta acara tabur bunga yang dipimpin Didi Turmudzi.

Berpribadi mulia

R. Oto Iskandar Di Nata merupakan salah satu pahlawan nasional asal Jawa Barat. Lahir di Desa Bojongsoang, Dayeuhkolot, Bandung Kidul, 31 Maret 1897. Ayahnya bernama R. Nataatmaja, yang berganti nama menjadi R.H. Adam Rakhmat setelah pulang dari ibadah haji dan ibunya bernama Siti Hadijah. Sedangkan di antara saudaranya bernama R. Ating Atma Di Nata yang pernah menjadi Wali Kota Bandung (1945) dan R. Pandu Prawira Di Nata.

Sejak kecil Oto sudah terlihat sebagai orang yang cerdas, mandiri, pemberani serta memiliki bakat sebagai pemimpin. Hobinya bermain sepak bola serta berminat pula terhadap seni. Dalam sepak bola, Oto tidak hanya pintar bermain bola, juga menjadi pemimpin di klub sepak bolanya. Di sekolahnya Oto juga selalu menjadi ketua kelas. Salah satu teman sekolahnya di HIK, R. Ema Bratakusuma, pernah bercerita bahwa jika tidak terpilih pemilihan ketua kelas atau ketua klub sepak bola, Oto selalu berusaha dengan berbagai cara hingga akhirnya terpilih menjadi ketua.

Oto menempuh pendidikan dasar di HIS (Hollandsch-Inlandsche School) Karang Pamulang Bandung, sekolah dasar yang berbahasa pengantar bahasa Belanda. Dari sana ia melanjutkan ke sekolah guru bagian pertama (HIK) di Bandung. Tamat dari sana Oto melanjutkan ke sekolah guru atas HKS (Hogere Kweekschool) di Purworejo, Jawa Tengah.

Setelah lulus dari HKS pada Juli 1920, Oto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah. Pada tahun berikutnya, Juni 1921 Oto dipindahkan ke Bandung dan mengajar di HIS Volksonderwijs (Perguruan Rakyat).

Saat tinggal di Banjarnegara, Oto bertemu dua hal yang berpengaruh terhadap hidupnya. Pertama, bertemu Raden Ajeng Sukirah dan menikah dengannya pada tahun 1923. Oto kemudian memiliki 12 anak (7 perempuan dan 5 laki-laki). Kedua, bertemu organisasi Budi Utomo dan masuk menjadi anggotanya. Ia tertarik dengan gagasan dan kegiatan organisasi tersebut yang memperhatikan dan membela nasib bangsa yang dijajah oleh bangsa lain.

Mengkritik

Ketika pindah ke Bandung, Oto melanjutkan aktivitasnya di Budi Utomo karena saat itu sudah ada cabangnya di Bandung. Meski tidak terlalu aktif. Oto menghidupkan kembali Budi Utomo cabang Bandung, bahkan beliau terpilih menjadi wakil ketua. Ketika Budi Utomo cabang Bandung mengadakan rapat propaganda di gedung Concordia (sekarang Gedung Merdeka) pada 12-13 September 1921, dalam pidatonya Oto mengkritik serta membuka polemik dengan Paguyuban Pasundan (PP), organisasi orang Sunda yang didirikan di Batawi, 20 Juli 1913.

Tetapi setahun berikutnya, pada 1922, Oto mendekati PP dengan cara menulis surat yang dimuat di surat kabar Siliwangi (7 Nopember 1922) yang isinya menyatakan, bahwa beliau bermaksud untuk masuk Paguyuban Pasundan. Meski demikian niatnya tersebut baru teraksana 7 tahun kemudian (1929), setelah ia tinggal di Jakarta. Barangkali karena kepindahannya ke Pekalongan yang menyebabkan niatnya itu sempat tertunda.

Di Pekalongan Oto meneruskan kegiatannya di Budi Utomo. Beliau menjadi wakil ketua pengurus Cabang Pekalongan. Setelah itu bahkan terpilih menjadi anggota Gemeenteraad (Dewan Kota) Pekalongan mewakili Budi Utomo. Oto yang dikenal berani dalam membela rakyat, membongkar kelicikan perkebunan gula Wonopringgo yang ingin mengusai tanah rakyat hingga rakyat selamat dari penipuan. Kasus tersebut yang disebut Bendungan Kemuning mengakibatkan konflik dengan residen di Pekalongan, hingga akhirnya ia dipindahkan ke Batavia (Jakarta).

Di Jakarta Oto mengajar di HIS Muhammadiyah dan dekat lagi dengan lingkungan sosial budaya Sunda serta Paguyuban Pasundan. Oto yang pernah berniat masuk Paguyuban Pasundan, akhirnya bergabung dengan organisasi tersebut.

Paguyuban Pasundan pada masa Oto tidak hanya dianggap sebagai organisasi lokal Sunda, tetapi gerakannya terasa di lingkungan nasional. PP aktif dalam Permupakatan Perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia (PPPKI) serta Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Oto pun terpilih menjadi anggota Volksraad (parlemen) sebagai wakil dari Paguyuban Pasundan.

Dalam sidang-sidang Volksraad dikenal dengan ucapan-ucapannya yang tajam dan berani, dalam mengecam dan mengkritik pemerintah Hindia Belanda. Tak jarang Oto berdebat dengan pihak Belanda hingga mereka sering naik pitam. Karena keberaniannya itu, Oto mendapat julukan "Si Jalak Harupat" yang bermakna seperti ayam jago yang tidak pernah kalah bila diadu. Nama julukannya "Si Jalak Harupat" sekarang digunakan sebagai nama stadion sepak bola di Kab. Bandung.

Menjelang Kemerdekaan RI, Oto Iskandar Di Nata ikut dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Oto juga yang mengusulkan agar Bung Karno dan Bung Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yang usulannya langsung disetujui oleh anggota sidang PPKI. Setelah kemerdekaan Oto diangkat menjadi Menteri Negara bidang keamanan dalam kabinet pertama RI.

Oto Iskandar Di Nata merupakan sosok pejuang yang pantang menyerah, berjiwa nasionalis, dan antipenjajah. Tetapi akhir hidupnya justru terbunuh oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai RI. Dalam menjalankan tugasnya diperkirakan menimbulkan ketidakpuasan pihak lain. Hingga akhirnya menjadi korban penculikan pada 10 Desember 1945 oleh para pemuda yang mengaku dari Laskar Hitam, dan dibunuh pada 20 Desember 1945 di daerah Mauk, Tangerang. Dialah orang pertama yang meneriakkan pekik “merdeka” saat sidang Volksraad digelar. Pekik “Merdeka” tersebut terus menggema hingga saat ini. (Red/Berbagai Sumber)

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com