You are here:

Alat Pendeteksi Tsunami Aceh Tak Berfungsi Karena Dicuri

PDFCetakEmail

ACEH (MaI) - Mempelajari terjadinya gempa bumi di Aceh dengan kekuatan 8,5 SR, banyak masyarakat yang trauma dengan tsunami yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Ini terlihat ketika terjadi gempa semua masyarakat keluar berhamburan dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empat sehingga yang terjadi adalah kemacetan sehingga menyulitkan untuk menyelamatkan diri ketempat yang lebih aman.

Sebenarnya, alat pendeteksi tsunami sudah ada dibeberapa titik. Namun kepanikan masyarakat tetap terjadi dikarenakan ada beberapa sirine peringatan tsunami yang tidak berfungsi karena lisrik mati.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Humas BNPB saat konfrensi pers Kamis (19/4) mengatakan. Sejauh ini, infrastruktur pencegahan bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia masih minim. Ditambah lagi kepedualian masayarakat sekitar terhadap alat pendeteksi tsunami. Bahkan, alat pendeteksi bukannya di jaga malah ada yang diambil sehingga tidak berfungsi.

Lebih jauh dijelaskan, kini Indonesia membutuhkan sekitar 1000 buah sirine guna mempermudah proses evakuasi dan meminimalisir korban. Namun dianjurkan kepada masyarakat untuk tidak hanya berpatokan dengan sirine.

“Bila terjadi gempa besar, sebaiknya jangan menunggu suara sirine tetapi masyarakat langsung saja menyelamatkan diri ke tempat yang paling aman,” ujarnya.

Ada dua hal penting yang harus dilakukan pemerintah untuk penaggulangan bencana tsunami. Pertama masalah infrastruktur yang belum memadai dan kedua masalah kultur budaya setempat.

Tentang infrastruktur, jumlah dan kualitasnya belum memadai di seluruh Indonesia. Saat ini, Indonesia hanya memiliki 34 sirene, jumlah itu sangat sedikit dari jumlah normal yang dibutuhkan. Idealnya, setiap 2 kilometer di sebuah wilayah harus dipasang sirine. Itu dikrenakan sirine hanya mampu menjangkau radius 2 kilometer.

Untuk Buoy Tsunami, merupakan alat pemberitahu ke satelit bahwa Tsunami telah terjadi sampai saat ini cuma ada 25 buah dan yang masih berfungsi hanya ada tiga buah berada di Enggano, Bali, dan Selatan Jawa. Sedangkan alat yang lainnya rusak karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan menurutnya, alat tersebut pernah ditemukan di Sulawesi. Padahal alat tersebut diletakkan di perairan dekat Papua. Alat tersebut rusak karena bagian-bagiannya diambil. (Hendra/MaI)


Newer news items:

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com