Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Kaum Milenial Kota Cirebon Dukung Jokowi-Mar'ruf

Cirebon, (MaI.Com) - Euforia  dukungan kepada Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Capres-Cawapres 2018-2024, terus menggelinding, setelah bermunculan di sejumlah Kota di Jawa Barat, seperti Bandung, Purwakata, Bogor dan Kota Lainnya, kini Warga Kota Cirebon yang tergabung dalam  Bala Dewa menyatakan dukungan secara bulat kepada Pasangan…

KOALISI PADI BERANTAKAN SUASANA SANGAT TEGANG

Jakarta, (MaI.Com) - Lagi lagi Demokrat tak mau hadir di rapat pembentukan Timses PADI (Prabowo - Sandi). Bukan karena jalanan macet atau tak mendapat undangan. Sepertinya ini memang sebuah "kesengajaan". SBY ingin membalas perlakuan Prabowo yang ingkar janji menunjuk AHY sebagai cawapresnya.Demokrat juga seakan membiarkan…

Barisan Muda Relawan Jokowi Gelar Aksi Bakti Sosial di Cileunyi Wetan

Bandung (MaI.Com) – Barisan Muda Relawan (Badar) Jokowi menggelar Bakti Sosial dengan bersih-bersih sampah dan masjid bersama warga sekitar di Cileunyi Kabupaten Bandung.Melalui kegiatan kerja bakti, Badar Jokowi berharap bisa memberikan edukasi dan contoh yang baik bagi warga dan tidak hanya sekedar pencitraan semata.“Barisan Muda…

Soal Aksi #2019GantiPresiden, Banser Jabar Siap Kawal Amanat MUI

BANDUNG, (MuI.Com) - Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Barat siap mengawal amanat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat perihal keprihatinannya atas aksi #2019GantiPresiden yang telah terjadi Batam, tempo lalu. Banser, melalui Komandannya, Yudi Nurcahyadi akan mengawal amanat tersebut demi kemaslahatan masyarakat…

MUI Jabar : Kegiatan #2019GantiPresiden Dominan Unsur Provokasi

Bandung, (MaI.Com) - KEGIATAN #2019GantiPresiden yang belakangan marak berlangsung, mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, tak terkecuali MUI Jabar. Terlebih setelah beberapa hari lalu terjadi peristiwa memalukan di Batam yang memicu konflik antar anak bangsa. MUI Jabar tak ingin peristiwa Batam terulang di Jawa Barat.…

Aliansi Pasundan Bergerak, Serukan Pilkada Damai dan Kondusif

Bandung, (MaI.Com) - Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2018 (Pilgub Jabar 2018) tinggal menghitung hari. Masyarakat Jawa Barat pada 27 Juni 2018 nanti, akan memilih  Gubernur dan Wakil Gubernur, untuk nasib Jawa Barat ke depan.

You are here:

Previous Next
SENI  UKIR  LOGAM  DAN  KAYU  ASAL  CIWIDEY  KAB. BANDUNG SENI UKIR LOGAM DAN KAYU ASAL CIWIDEY KAB. BANDUNG BANDUNG (MaI.com) Kesenian tradisional Bang... Read more
ALUMNI SMA PASUNDAN 3 BANDUNG BEREUNI DI DAGO PAKAR ALUMNI SMA PASUNDAN 3 BANDUNG BEREUNI DI DAGO PAKAR BANDUNG (MaI) Kawasan Bandung Utara masih m... Read more
PESONA WISATA PUNCLUT BANDUNG PESONA WISATA PUNCLUT BANDUNG BANDUNG (MaI.com) Punclut merupakan kawasan... Read more
WISATA PANGALENGAN, RIWAYATMU KINI WISATA PANGALENGAN, RIWAYATMU KINI PANGALENGAN (MaI.com) Pangalengan merupakan... Read more
Nasi Lengko Asal Cirebon Nasi Lengko Asal Cirebon Nasi lengko berasal dari kata langko. Kata la... Read more
Wisata Gunung Ciremai Wisata Gunung Ciremai Kawasan Gunung Ciremai merupakan suatu ekosis... Read more
KALDERA UNTUK INDONESIA KALDERA UNTUK INDONESIA BANDUNG (MaI.com) Zine Fest adalah sebuah ev... Read more
NGAROT, FESTIVAL BUDAYA JAWA BARAT NGAROT, FESTIVAL BUDAYA JAWA BARAT Indramayu, Upacara adat ngarot di Desa Lele... Read more
Wisata Gunung Tangkuban Parahu Wisata Gunung Tangkuban Parahu Gunung Tangkuban Perahu atau juga sering dise... Read more
Ada Sate Landak di Matesih Ada Sate Landak di Matesih KARANGANYAR (MaI) - Landak termasuk hewan ape... Read more
Ribuan Turis Asing Mulai Kunjungi Pulau Komodo Ribuan Turis Asing Mulai Kunjungi Pulau Komodo Awal tahun 2012 ini Pulau Komodo di Labuan Ba... Read more
Pangandaran Dipadati Wisatawan Pangandaran Dipadati Wisatawan Menjelang pergantian tahun, ribuan wisataw... Read more
Pasang Giri MOKA Jabar Pasang Giri MOKA Jabar Setelah melewati waktu yang cukup panjang Dar... Read more
Pemilihan MOKA Jabar Pemilihan MOKA Jabar Setelah melewati waktu yang cukup panjang Dar... Read more
Wisata di Desa Sampireun Kab. Garut Wisata di Desa Sampireun Kab. Garut Desa ini terletak di Ciparay Sampireun, Sukak... Read more

Info Teknologi

ECO CAMPUS ATASI PERMASALAHAN LINGKUNGAN
Negara kita saat ini sedang menggalakan usaha menanam satu milyar pohon. Dan B ...
SINGKONG SUMBER ENERGI BARU
Bandung, Mengingat energi di bumi kita semakin menipis,kini para ahli terus me ...

Info Bisnis

HOLIDAY ADVENTURE INDOSAT
Menyambut hari libur pelajar maupun mahasiswa, Indosat menyelenggarakan agenda t ...
Celebration of Womanesia
Bandung, Bulan April identik dengan adanya perayaan hari Kartini yang jatuh ...

Pengunjung Online

Ada 257 tamu online

MUNGKINKAH MENISTAKAN AGAMA ?

Oleh: Sarlito Wirawan Sarwono

(Gurubesar Psikologi Universitas Indonesia)

Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"

Pandangan saya mungkin tidak begitu populer, tetapi untuk saya, Islam dan Tuhan tidak perlu dibela. Anak-anak, perempuan, orang yang lemah dan tak berdaya, orang fakir dan yatim piatulah yang patut dibela, dan hal itulah yang sesuai dengan ajaran Islam.

Adanya kewajiban untuk membayar zakat dan sunah untuk bersedekah yang banyak sekali jenisnya, adalah perwujudan perintah agama untuk membela umat yang memang perlu dibantu.

Setiap orang yang membela umat yang lemah dan menjalankan petunjuk-petunjuk Allah untuk berkeadilan, untuk saling menyayangi dan menghormati dan sebagainya, itulah yang disebut Islami, terlepas dia muslim atau bukan.

Karena itulah penelitian oleh Washington University (2011) menemukan bahwa negara yang paling Islami sedunia adalah Selandia Baru, disusul Luxemburg, dan seterusnya, Singapura pada urutan ke 7, AS ke 15, Israel 17, dan Malaysia 33, sedangkan Arab Saudi pada urutan 99, Indonesia 104, dan hampir semua negara OKI berada di urutan lebih rendah dari 100 (dari 208 negara yang disurvei).

Begitu juga sebuah survei oleh Maarif Institute (2015), membuktikan bahwa kota yang paling Islami di Indonesia adalah Denpasar (di samping Bandung dan Yogyakarta).

Jika kita bandingkan antara Ahok dengan pemimpin-pemimpin lain yang mengaku Muslim, Ahok jelas bukan malaikat yang tanpa dosa. Namun dia meminta maaf, kalau melakukan kesalahan, dan berterima kasih kalau dibantu. Dia memang berkata kasar, tetapi hanya kepada orang-orang yang tidak bekerja dengan baik.

Ibu Risma, Walikota Surabaya, yang diidolakan orang (termasuk saya), sering berkata lebih kasar dari Ahok kepada pegawai yang tidak bertanggung jawab atau pemborong yang ingkar janji. Namun tidak ada yang menggugat Risma. Malah Risma didorong-dorong untuk melawan Ahok di DKI.

Untungnya Mega masih cukup cerdas untuk menunggu sampai saat terakhir dan mengambil keputusan yang tepat. Bandingkan capaian Ahok dengan capaian gubernur-gubernur sebelumnya, yang semuanya muslim. Baru sekarang orang bisa memancing di Kali Ciliwung dan mendapat ikan. Yang sebelumnya, hanya dapat sepatu.

Dulu, banjir di Jalan Thamrin-Sudirman dan Kemang bisa sehari-semalam, sekarang 2-3 jam surut. Beberapa daerah yang dulu langganan banjir, sekarang kering. Jalan-jalan tol, MRT, kereta bawah tanah dibangun terus (padahal di tangan gubernur-gubernur sebelumnya mangkrak semua).

Selama saya bersama tim Prodi Perkotaan, Sekolah Kajian Global dan Srategik Universitas Indonesia, meneliti rusun-rusun di DKI, saya menyaksikan sendiri sudah berapa Kepala Dinas Perumahan distafkan oleh Ahok gara-gara bekerja tidak benar! Distafkan begitu saja, tanpa ampun.

Sudah juga menjadi rahasia umum, walaupun tidak pernah disiarkan di media massa bahwa Ahok mengalokasikan dana untuk perbaikan-perbaikan masjid-masjid di DKI dan sudah banyak takmir masjid se-DKI yang diumrohkan oleh Ahok dengan dana Pemprov DKI.

Dia gusur Kalijodo, tuntas! Tanpa bekas dan tanpa kekerasan, semua menyingkir dengan sendirinya, walaupun sebelumnya ribut-ribut. FPI sendiri yang sering membuat takut masyarakat dengan sweeping-sweeping yang menakutkan, malah tidak pernah sekalipun berhasil menuntaskan masalah lokalisasi.

Sekarang, cobalah bandingkan dengan pemimpin-pemimpin lain yang, misalnya, terkait KPK. 90% mereka muslim, bahkan ada yang perempuan juga. Mereka menghadiri sidang pengadilan lengkap dengan jilbabnya.

Bahkan ada menteri agama dan Ketua PKS juga tersangkut KPK, baik yang mengorupsi pencetakan Al Quran, maupun memanipulasi perdagangan daging sapi. Namun kenapa tidak ada yang mendemo KPK?

Bubarkan KPK. Tangkap pimpinan KPK, karena telah menzalimi pimpinan dan tokoh Islam!. Bukankah, kalau ditangkapi semua, lama-lama umat Islam kehabisan pemimpin? Di mana logika kita beragama?

Islam Agama Rasional

Akhir-akhir ini Surat Al Maidah ayat 51 menjadi sasaran tembak untuk menuding Ahok sebagai penista agama. Inti surat itu adalah melarang kaum muslim untuk memilih pemimpin yang beragama Nasrani dan Yahudi, karena sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.

Maksudnya, setiap golongan sudah ada pemimpinnya masing-masing. Kalau kita memilih pemimpin Nasrani atau Yahudi, kita akan menjadi bagian dari mereka. Bukan bagian dari umat Islam lagi.

Ayat Al Quran ini sangat logis, masuk akal, dan sesuai dengan teori dasar Sosiologi tentang in-group dan out-group dan berlaku untuk setiap kelompok apapun.

Sebagai contoh, kalau massa pelajar sebuah sekolah, misalnya sekolah X, sedang saling lempar batu dan mengayun kelewang dengan massa sekolah yang lain, misalnya sekolah Y, dan tiba-tiba ada sebagian siswa dari selolah X yang menyebrang ke sekolah Y atau sebaliknya dari Y ke X, sudah barang tentu mereka yang menyebrang itu langsung akan dianggap memihak lawan dan akan dijadikan sasaran lemparan batu.

Namun siapa tahu yang menyeberang itu melihat adiknya atau tetangganya sendiri sedang bertempur di pihak sana, padahal sehari-hari mereka saling bergaul, saling bersahabat, dan saling berbincang, kok sekarang jadi bermusuhan?

Boleh jadi yang menyeberang hanya bermaksud melindungi adik atau tetangganya tersebut agar tidak terkena lemparan batu atau sabetan kelewang. Jelas si penyeberang tidak bermaksud untuk berganti kelompok. Karena itu pemahaman tentang in-group dan out-group harus dilakukan secara kontekstual.

Begitu juga dengan surat Al Maidah. Di luar konteks keimanan, tidak ada salahnya kita berteman, bertetangga, bekerja sama, atau bahkan bekerja pada seseorang Nasrani atau Yahudi, atau penganut agama apapun lainnya (Buddha, Hindu dan Konghucu tidak disebut dalam Al Maidah, apakah boleh kita pilih sebagai pemimpin?).

"Di luar konteks keimanan, tidak ada salahnya kita berteman, bertetangga, bekerja sama, atau bahkan bekerja pada seseorang Nasrani atau Yahudi, atau penganut agama apapun lainnya"

Allah tidak menciptakan manusia seragam, seperti Allah menciptakan semua malaikat yang tahunya hanya menyembah Allah, atau seperti Setan yang hanya mau mengikuti hawa nafsunya sendiri. Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang beragam, dan berlain-lainan golongan.

Dalam kondisi yang berbeda-beda, menurut ajaran agama masing-masing, banyak hal yang bisa kita jadikan contoh bahwa umat manusia selalu bisa bekerja sama. Ketika kita naik bus, misalnya, kita ikut saja dan percaya bahwa supirnya mahir dan profesional menjalankan bisnya.

Ketika kita menjadi penumpang bis itu, supirnya adalah pemimpin dari seluruh penumpang harus menaati petunjuk-petunjuknya. Ketika kita naik bis itu, kita tidak bertanya agama supirnya apa, kan? Yang penting kita yakin bahwa dia memang supir, bukan tukang bakso.

Jadi kenapa ketika kita akan memilih gubernur, kita sibuk mengurusi agama calon Gubernur? Kita juga naik motor, menelpon dengan HP, atau membersihkan tangan pakai denga tisu tanpa mau repot-repot mempermasalahkan siapa dan apa agamanya dari orang-orang yang membuat benda-benda itu.

Percaya atau tidak, sajadah-sajadah murah tetapi bagus, yang dijual di Mekkah dan selalu dijadikan oleh-oleh oleh mereka yang baru pulang dari umroh atau haji, adalah buatan Cina, yaitu negara kafir asal-usulnya Ahok.

Ketika Jokowi menjadi calon presiden, dia juga dimusuhi dan dirisak, malah lebih dahsyat lagi ketimbang nasib Ahok yang dianggap non-pribumi dan Nasrani. Namun Jokowi yang pribumi dan muslimpun, difitnah dulu sebagai non-pri (lengkap dengan nama Cinanya) dan Nasrani, untuk kemudian dirusak sebagai non-pri dan Nasrani.

Bahkan pembawaan Capres Jokowi sebagai orang Solo asli, yang selalu adem, tidak pernah ngomong keras, apalagi kasar, tidak menyebabkannya diperlakukan lebih baik dari pada Cagub Ahok, yang orang Bangka-Belitung dan berperangai berangasan.

Jadi, sebetulnya bukan Ahok yang menista agama Islam, tetapi pihak-pihak yang menuduh Ahok sebagai penista Islam lah, yang sedang menista Ahok. Tentu saja karena Ahok manusia biasa, bukan malaikat, apalagi Tuhan, ia bisa saja sewaktu-waktu dinista oleh siapa saja dan di mana saja.

Namun Islam sebagai agama yang rasional, bukan lah agama tukang menista. Islam yang rahmatan lil alamin, adalah agama yang penuh damai, dan penuh pemaafan.

Inilah yang akhir-akhir ini, di era teknologi informasi dan globalisasi yang sangat rentan akan suasana penuh konflik dan fitnah ini, timbul ketertarikan yang makin lama makin kuat dari orang-orang yang tergolong intelektual, yang mencari pesan-pesan spiritual yang menyejukkan hati, untuk makin mendalami Islam dan mengupas sisi-sisi baiknya dari agama kita-kita yang muslim, sedangkan di antara yang non-muslim makin lama makin banyak yang berkonversi untuk menjadi muslim.

Di sisi lain, kondisi umat Islam sendiri di Indonesia sangat awam, tidak kritis dan tidak kreatif, mudah terpengaruh dan sangat emosional. Mereka ini sangat mudah diprovokasi, karena mereka bermain dengan emosi.

"Di sisi lain, kondisi umat Islam sendiri di Indonesia sangat awam, tidak kritis dan tidak kreatif, mudah terpengaruh dan sangat emosional"

Maka ketika Ahok dilantik jadi gubernur, kaum pembenci Ahok yang mengatas namakan Islam, juga melantik Gubernur mereka sendiri, lengkap dengan seragam putih-putih dan peci hitam, diiringi dengan pekik takbir yang akhirnya lenyap begitu saja dibawa angin lalu.

Dari Rasional Menjadi Rasionalisasi

Inilah yang sekarang terjadi. Karena umat yang mayoritasnya adalah awam dan tidak kritis, Islam mudah sekali diintervensi dari agama yang rasional (mencari kebenaran), menjadi agama rasionalisasi (mencari pembenaran).

Salah satu contohnya adalah apa yang dilakukan Prof. Dr. Amien Rais, tokoh akademik, Guru Besar ilmu politik dari UGM yang kemudian menjadi politisi, mendirikan partai PAN, dan pernah menjadi Ketua MPR.

Sebagai Ketua MPR dan penggagas Poros Tengah, Amien Rais pernah menggagalkan Megawati untuk menjadi Presiden RI, walaupun PDIP adalah pemenang Pemilu 1999 dengan perolehan kursi terbanyak di DPR, yaitu dengan memanfaatkan berbagai dalil agama Islam dari Al Quran dan Hadist yang intinya adalah mengharamkan umat Islam untuk memilih perempuan sebagaai pemimpinnya, termasuk sebagai presiden. Maka Gus Dur, yang digadang-gadang oleh Amien Rais, sukses dilantik menjadi Presiden RI keempat.

Namun tidak sampai dua tahun kemudian (dari periode masa jabatan yang seharusnya lima tahun), Ketua MPR Amien Rais, berulah lagi, yaitu ingin menjatuhkan (meng-impeach) presiden Abdurahman Wahid.

Lagi-lagi, mantera yang digunakannya adalah ayat-ayat suci Al Quran dan hadist-hadist Nabi, yang kali ini sengaja dipilihkan yaitu yang membolehkan perempuan jadi presiden, menjadi pemimpin, karena presiden bukan pemimpin agama. Suatu argumentasi yang sama sekali jauh dari rasional, tetapi sangat bermuatan rasionalisasi (mencari pembenaran).

Jadi benarlah apa kata suatu hadist, yaitu bahwa kalau kita mau duduk diam manis saja, seluruh dunia akan berubah menjadi lebih Islami dengan sendirinya, seperti kasus Selandia Baru dan kota Denpasar yang keduanya dibuktikan paling Islami di samping Ahok yang sudah Islami, walaupun belum Islam. Masyarakat-masyarakat itu sendiri yang akan mengislamkan dirinya sendiri.

"Jadi benarlah apa kata suatu hadist, yaitu bahwa kalau kita mau duduk diam manis saja, seluruh dunia akan berubah menjadi lebih Islami dengan sendirinya".

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) InformasitaksedapmunculdaripertandinganAseanGames2014,laranganmenggunakanjilbabmenyebabkanbeberapaatletmengundurkandiridaricabangolahragayangmerekageluti.SalahsatunyatimputribolabasketasalQataryangresmimengundurkandirikarenabeberapapemainnyamenggunakanjilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com