You are here:

PASCA TRAGEDI MINA: IRAN PROTES KERAS

IRAN (MaI.com/Reuters) Iran menyatakan kemarahan karena kematian 131 warganya dalam tragedi Mina pada Kamis (24/9/2015) lalu. Penyelenggara haji dinilai mengabaikan aturan pengendalian massa sehingga menewaskan lebih dari 700 orang, atau bencana terburuk selama 25 tahun terakhir

Dikutip dari Reuters, Sabtu (26/9/2015), ratusan warga Iran menggelar demonstrasi besar-besaran di Teheran pada Jumat waktu setempat. Meneriakkan seruan 'Matilah dinasti Saudi'.

Buntut dari musibah tersebut, Raja Saudi, Salman memerintahkan untuk meninjau rencana pengelolaan haji yang dilakukan. Menteri Kesehatan Arab Sudi Khalid Al-Falih mengatakan, penyelidikan akan dilakukan dengan cepat para korban terluka dan meninggal akan dihitung secara detail.

Setidaknya ada 863 jamaah terluka dalam bencana tersebut, di mana dua kelompok besar peziarah bertabrakan di persimpangan jalan di Mina, beberapa kilometer timur dari Mekkah, dalam perjalanan mereka akan melakukan ritual lempar jumrah di Jamarat. (red)

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

PARA PENGGAGAS KAA 1955

TOKOH KAA 1955

JAKARTA (MaI.com/Tempo.co) Ide membuat Konferensi Asia-Afrika datang ketika Ali Sastroamidjojo menerima surat dari Perdana Menteri Sri Lanka John Kotelawala pada awal 1954. Kotelawala mengajak Perdana Menteri Ali, PM India Jawaharlal Nehru, PM Birma (kini Myanmar) U Nu, dan PM Pakistan Muhammad Ali bertemu untuk menurunkan ketegangan di Indocina (sekarang Vietnam).

Ali Sastroamidjojo menyebut lima perdana menteri ini sebagai "Panca Lima", yang nantinya menjadi penggagas Konferensi Asia-Afrika 1955. Namun jalan ke sana tidaklah mudah.

Waktu itu dunia tegang. Amerika Serikat berkonflik dengan Uni Soviet, yang populer disebut dengan "Perang Dingin". Semua negara terpecah antara mendukung Amerika atau Soviet, yang dikenal sebagai Blok Barat dan Timur.

Kotelawala mengusulkan lima perdana menteri itu bertemu di Kolombo, Sri Lanka. Ali Sastroamidjojo menyanggupi datang dengan tujuan menggagas kemungkinan pertemuan para kepala negara yang lebih besar.

Ali dan rombongan berangkat ke Kolombo pada 26 April 1954. Presiden Sukarno berpesan secara khusus kepada Ali agar memperjuangkan ide membuat konferensi yang lebih besar daripada pertemuan Kolombo. Sukarno punya rencana lebih besar, menyingkirkan setiap bentuk penjajahan. "Kalau mereka tak mau, biar kita sendiri yang menyelenggarakannya," kata Sukarno, seperti dikutip Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri Roeslan Abdulgani dalam bukunya, The Bandung Connection.

Di Kolombo, meski empat perdana menteri lain berfokus pada penyelesaian konflik Cina dan Amerika Serikat yang berebut Vietnam, Ali menekankan pentingnya sebuah pertemuan besar semua negara Asia-Afrika jika ingin konflik itu berakhir. "Sebab, saya yakin bahwa soal-soal dunia tidak dihadapi oleh bangsa-bangsa Asia saja, melainkan bangsa-bangsa Afrika juga," kata Ali dalam bukunya, Tonggak-tonggak di Perjalananku.

Menurut Ali, ide itu disetujui para perdana menteri. Namun mereka menganggap ide itu sulit terealisasi. Alasannya, peserta yang banyak dengan beragam kepentingan akan sulit menentukan topik konferensi. Akan susah pula memilih peserta yang diundang karena sebagian negara Asia-Afrika terbelah akibat Perang Dingin.

Ali pantang mundur. Ia meyakinkan mereka bahwa pemerintah Indonesia sanggup mengerjakannya. "Atas saran Nehru, konferensi menyetujui untuk memberikan dukungan moril sepenuhnya kepada Indonesia," ujar Ali.

Seusai sidang Kolombo, Ali gencar melobi negara-negara Asia-Afrika sembari terus meyakinkan Nehru dan U Nu. Nehru bulat mendukung Ali dan bahkan mengatakan konferensi itu perlu dipercepat.

Di Jakarta Ali bergerak cepat. Ia mengirim undangan kepada para perdana menteri tadi untuk berkunjung ke Jakarta menyiapkan konferensi itu. Panca Lima bertemu di Bogor pada 28-29 September 1954.

Sidang Panca Lima menyepakati pemerintah Indonesia sebagai pengundang KAA dan panitia penyelenggara. Mereka membentuk pula sekretariat bersama beranggotakan duta besar keempat negara di Indonesia dengan ketua Roeslan Abdulgani.

Para peserta menyerahkan waktu pertemuan kepada pemerintah Indonesia. Setelah lobi kanan-kiri, Ali mendapat kepastian ada 25 kepala negara yang bersedia hadir. "Lalu saya memutuskan Bandung sebagai tempat konferensi," katanya.

Nama resmi pertemuan itu adalah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika. Para peserta, dalam percakapan di rapat-rapat cukup menyebutnya "Konferensi Bandung".

Konferensi itu digelar di Gedung Merdeka. Jumlah resmi peserta pertemuan itu 29 negara. Kelak, pada 1961, konferensi ini mengilhami Gerakan Non-Blok karena ketegangan Blok Barat dan Timur tak juga mereda. (TEMPO.CO)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Nenek-nenek PSK Belanda di Distrik Red Light


Amsterdam, Di sebuah gang yang sibuk di distrik red light di Amsterdam, terlihat kerumunan orang yang saling sikut-sikutan untuk bisa berfoto bersama dua nenek paling terkenal di Amsterdam: nenek kembar Louise dan Martine Fokkens, dua pekerja seks komersial tertua di ibu kota Belanda tersebut.

Martine (kiri) dan Louise Fokkens, usia 70, berjalan-jalan di Amsterdam.Sama-sama mengenakan jaket kulit merah dan boot merah, jins merah, serta topi rajut merah, dan syal Stars and Stripes di sekitar leher mereka, dua nenek Fokken ini terlihat mencolok saat berjalan di sepanjang gang yang penuh dengan jendela bingkai merah, tempat perempuan-perempuan setengah telanjang memamerkan tubuh mereka untuk memikat pelanggan.Penduduk lokal, tua dan muda, antri untuk sekadar mengobrol, sementara para turis yang lalu-lalang hanya melihat kebingungan.

"Lihat, itu ada 'ouwe hoeren' (bahasa Belanda untuk pelacur tua)," Koen Booij, 19, berseru sebelum mendekati Martine dan memberikan kartu pos bertandatangan yang mengiklankan buku terbaru kedua saudari kembar tersebut tentang sisi kotor Amsterdam, tempat Fokkens bersaudara bekerja sebagai PSDK selama setengah abad terakhir. Martine Fokkens berpose.Sejak awal 1960an, Louise, lalu Martine, sudah bekerja di kawasan "Wallen", salah satu area lampu merah paling terkenal di dunia.

Kini diperkirakan ada 5000-8000 pekerja seks aktif di Amsterdam -- tapi hanya sebagian yang melakukan bisnis mereka dari balik 370 jendela bingkai merah di kawasan tersebut, menurut catatan resmi balai kota.

Saudari kembar berusia 70 tahun tersebut mulai terkenal tahun lalu, ketika sebuah film dokumenter berjudul "Ouwehoeren" dan kemudian diterjemahkan menjadi "Meet the Fokkens" yang menceritakan kehidupan mereka diputar di International Documentary Film Festival di Amsterdam. Saking suksesnya, tahun ini pun festival kembali memutar dokumenter tersebut.

Dua buku -- satu sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Prancis, dan bahasa lain -- tentang kehidupan dua saudara ini di balik tirai merah pun terbit. Sepatu boot yang dipakai Martine Fokkens saat bekerja.Mereka kini menjadi selebritas setelah mendapat slot reguler di acara bincang-bincang tengah malam tentang seks dan obat-obatan di televisi Belanda, Oktober lalu.

Buku kedua mereka, "Ouwehoeren op reis" (Pelacur Tua Berperjalanan) baru saja diluncurkan. Penerbit Bertram en De Leeuw mengatakan pada AFP bahwa buku tersebut sudah terjual 70 ribu kopi di Belanda, membuatnya masuk ke daftar buku laku.

Saudari Fokkens -- keduanya sudah beberapa kali menjadi buyut -- mengaku sudah melihat semuanya: di kota di mana PSK sudah menjajakan tubuh mereka bagi pelaut yang bertandang dan pencari kesenangan sejak abad ke-15, tak ada yang mengejutkan buat mereka.

"Dari ayah-ayah yang membawa anak laki-laki mereka untuk mendapat 'pengalaman pertama' sampai mereka yang mencari aktivitas kinky, ada banyak macamnya," kata Martine pada AFP, duduk di tempat tidur di balik jendelanya di Oude Nieuwstraat, gang kecil yang penuh dengan lampu neon merah begitu matahari terbenam. "Kami sudah tidur dengan sangat banyak pria, sampai kamu tak akan bisa menghitungnya," kata Louise, sambil melihat ke arah saudarinya dan tertawa: "Kami bersenang-senang dengan mereka."

Dua tahun lalu, Louise akhirnya gantung sepatu boot stillettonya karena arthritis -- "Saya tak bisa lagi melakukan posisi-posisi seks itu," kata dia, sementara Martine masih bekerja sekali atau dua kali seminggu, termasuk Minggu, spesialisasinya adalah soft-core bondage untuk pria-pria tua.

Pada Oktober awal, kedua saudari kembar ini menjadi fitur reguler di acara bincang-bincang berjudul "Spuiten en Slikken" (Keluarkan dan Telan) sebagai sepasang pemberi nasihat untuk pertanyaan-pertanyaan seputar seks.

"Saya menonton mereka di TV. Menurut saya mereka hebat," kata Booij pada AFP saat menunggu berfoto. "Mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh orangtua kita." "Mereka adalah ahlinya," kata Jeanine, 20, pelajar di University of Amsterdam yang menolak memberi nama belakangnya, sambil meminta reporter AFP untuk mengambil fotonya bersama kedua saudari ini menggunakan ponsel. "Mereka bilang ke para pria untuk memperlakukan perempuan dengan baik," ujar dia.

Fokkens bersaudara tampak terkejut mereka punya banyak penggemar, tapi kata-kata mereka akan cinta dan hubungan terdengar jujur -- berasal dari pengalaman bertahun-tahun. Meski terlihat riang dan digambarkan di media seperti sepasang bibi eksentrik yang bekerja di industri seks, ada kisah mereka akan penyiksaan dan kekerasan.

"Kami tak punya uang. Suami saya minta saya bekerja 'hanya untuk dua tahun'," kata Louise, mukanya tampak keras saat mengingat kejadian itu. "Saya tak tahu pekerjaan apa yang ia maksudkan. Sekarang sudah 50 tahun kemudian." "Awalnya sangat sulit. Saya harus 'mematikan' pikiran saya. Lama-lama, kondisinya membaik," ujar dia.

Kekerasan dan eksploitasi mendorong saudari kembar ini untuk mendirikan serikat kerja pekerja seks pertama di kawasan tersebut.Ketika ditanya apakah mereka menyesali hidup mereka, kedua saudari tersebut menggelengkan kepala, "Kami tak menyesali apapun, kecuali bahwa distrik red light kini berubah."

"Saat ini tak ada lagi kode kehormatan, yang disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya," kata Louise dengan wajah jijik.

"Sekarang perempuan-perempuan itu tak pakai baju. Mereka menjual dan memakai narkoba. Semuanya tentang kriminalitas dan uang. PSK yang baik tak akan memakai obat-obatan," ujar dia."Dulu, sesama pekerja saling merawat satu sama lain. Kini tak ada lagi. Tak ada lagi kemanusiaan di distrik red light," ujar dia.(Jan Hennop | AFP News)

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Malaysia Tetapkan UMR Hingga Rp2,7 Juta

MALAYSIA (MaI) - Untuk pertama kalinya pemerintah Malaysia menetapkan upah minimum regional (UMR) di beberapa wilayah di negara tersebut. Namun, UMR ini dianggap terlalu tinggi dan berpotensi merusak usaha-usaha kecil dan menengah.

Diberitakan New Strait Times, Selasa 1 Mei 2012, penetapan UMR diumumkan oleh Perdana Menteri Najib Razak Senin malam waktu setempat untuk wilayah Semenanjung Malaysia, Sabah, Labuan dan Sarawak.

Untuk wilayah semenanjung, UMR ditetapkan sebesar RM900 (Rp2,7 juta) per bulan atau sekitar RM4,33 (Rp13ribu) per jam. Sedangkan untuk wilayah Sabah, Labuan dan Sarawak UMR ditetapkan sebesar RM800 (Rp2,4 juta) per bulan atau sekitar RM3,85 (Rp11,6 ribu) per jamnya.

UMR ini diwajibkan bagi pelaku usaha di seluruh sektor ekonomi, baik besar maupun kecil, kecuali pekerja domestik seperti pembantu rumah tangga atau tukang kebun. Razak mengatakan bahwa penetapan UMR ini untuk menjadikan Malaysia sebagai negara berpenghasilan tinggi di Asia.

"Ketika perintah UMR ditetapkan, pengusaha punya waktu enam bulan untuk mengimplementasikannya. Pengusaha mikro diberikan waktu 12 bulan, karena kami sadar perlu lebih banyak waktu bagi mereka untuk melakukan penyesuaian dan memastikan bisnis mereka tidak terpengaruh," kata Razak.

Kebijakan baru ini akan menguntungkan sekitar 3,2 juta pekerja di sektor usaha kecil dan menengah yang mendapatkan upah kurang dari RM700 per bulannya. Mereka adalah 33 persen pekerja yang berada di bawah garis kemiskinan di Negeri Jiran. UMR baru ini berlaku untuk semua pekerja, baik warga lokal maupun pekerja asing.

Bagi pengusaha yang tidak melakukan penyesuaian akan didenda RM10.000 (Rp30,3 juta) per pegawai. Jika terus melanggar, maka mereka akan didenda RM1.000 (Rp3 juta) per hari. Jika pelanggaran terus berlanjut, denda bisa mencapai RM20.000 (Rp60 juta) atau penjara lima tahun.

UMR terlalu tinggi?

Ketetapan pemerintah ini disambut gembira oleh para pekerja, namun kritik berdatangan dari pelaku usaha kecil yang mengaku tidak akan kuat menggaji pegawai sesuai UMR.

"RM900 terlalu tinggi bagi usaha di kota kecil atau desa terpencil," kata Shamsuddin Bardan, direktur Federasi Pengusaha Malaysia, dikutip dari BBC.

Dia mengatakan, ketetapan baru pemerintah ini berarti pengusaha di Sabah dan Sarawak harus menaikkan gaji 40 persen-90 persen. Jika demikian, maka harga barang dan jasa juga akan meningkat, untuk menutupi kenaikan gaji pegawai.

Jika UMR ditetapkan merata di seluruh Malaysia, dikhawatirkan akan menciptakan ketidakstabilan ekonomi, karena banyak pengusaha yang tidak mampu membayar pegawai. "Kami berpikir, situasi akan lebih baik jika kenaikan gaji diiringi dengan peningkatan produktivitas dan kemampuan pegawai," kata Bardan. (vv/Hendra/Mai)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

ISIS HANCURKAN SITUS BERSEJARAH DI IRAK

Pengrusakan situs

IRAK (TRIBUNNEWS.COM/MaI.com) Penghancuran situs-situs bersejarah di Irak oleh milisi Negara Islam di Irak dan Suriah alias ISIS meluas. Setelah museum di Mosul dan kota Nimrud, kota Hatra yang masuk Situs Warisan Dunia PBB dibuldoser NIIS, Sabtu (7/3).

PBB menyebut, itu serangan pada sejarah kota-kota Arab Islam. Pembasmian budaya terus berjalan di Irak.

Penghancuran sisa-sisa peninggalan bersejarah di kota kuno Hatra itu diungkapkan para pejabat Kementerian Pariwisata dan Peninggalan Purbakala Irak, Sabtu lalu. Mereka menerima kabar dari kota Mosul, yang saat ini dikuasai milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), Sabtu itu situs di Hatra dihancurkan.

Belum diketahui, seberapa parah kerusakan akibat penghancuran kota Hatra. Menurut pejabat kementerian, pihaknya belum menerima gambar apa pun terkait level kerusakan di Hatra.

Seorang warga setempat menuturkan kepada kantor berita Reuters, ia mendengar ledakan kuat di Hatra, Sabtu dini hari. Ia menambahkan, beberapa warga terdekat dengan lokasi penghancuran menyampaikan kabar bahwa milisi NIIS menghancurkan sebagian bangunan di kota itu dan meratakan sebagian bangunan tersebut.

Saeed Mamuzini, pejabat Kurdi Mosul, mengatakan, milisi NIIS menggunakan bahan-bahan peledak untuk menghancurkan bangunan-bangunan di Hatra, selain juga meratakannya dengan tanah. Sebelum Hatra dihancurkan, artefak-artefak di kota itu dijarah sejak Kamis lalu.

"Penghancuran Hatra menandai titik balik dalam strategi mengerikan dari pembasmian budaya yang sedang berlangsung di Irak," kata Irina Bokova, Kepala Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). (Red)

 
 

Halaman 1 dari 5

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com