You are here:

Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Harus Ditindak Secara Hukum

Bandung, (MaI.Com) - Tokoh agama dan tokoh organisasi Islam di Jawa Barat meminta agar kasus pembakaran bendera berlafads Tauhid diselesaikan secara hukum, tidak secara politis.

Hal tersebut diungkapkan 15 tokoh dalam Focus Grup Disussion yang diselenggarakan An Najmus Tsaqib Bandung, Selasa (30/10/2018). Hadir dalam diskusi tersebut yakni Mashun Sofyan dari Visi Generasi, Ardhiana (Gema Pembebasan Jabar), KH Musrofa (MUI), Hari Nugraha (KPUB/FUI), Ust Abu Ghifari (Tazkia Forum), H Asep Kurnia (Persis) dan Agung Setiawan (Pemuda Istiqomah).

Abu Ghifari dari Tazkia Forum mengatakan kasus pembakaran bendera tauhid sagat sulit untuk dikatakan tidak bersinggungan dengan ranah politik, karena sedari awal, pihak-pihak berkepentingan dudah berupaya menunggangi kasus ini untuk kepentingan politik.

“Para politisi dengan berbagai pernyataannya yang justru memperkeruh kasus ini. Hal yang lebih berbahaya adalah kepentingan politik pada politisi terhadap kasus ini, dimana pernyataan para politisi justru berdampak negative terhadap kerukunan umat,” paparnya

Hal berbeda diungkapkan dari Persis, Asep Kurnia, menurutnya, kisruh dalam umat Islam dimulai dari kasus Ahok, sejak saat itu, umat Islam dan isu-isu terkait Islam menjadi komoditas politik.

“Dalam kasus pembakaran bendera tauhid, saya melihat ada keterangan yang tidak masuk akal yang disampaikan oleh pihak kepolisian, mulai dari profil pembawa bendera, motif pembakaran, hingga perkembangan kasusnya,” tegasnya.

Ia menyebutkan tindakan pembakaran itu sendiri sudah termasuk perbuatan jahat, ada niat maupun tidak. “Permasalahan dari kasus ini bagi saya adalah dampaknya, dimana kasus ini telah mengancam ukhuwah Islamiyah; Umat Islam harus punya kesamaan sikap dalam hal ini, yaitu mendorong penegakan hukum ini secara adil,” terangnya.

Sementara dari MUI, KH. Musrofa menyeutkan bila penegakan hukum yang adil adalah dalam rangka memberi efek jera dan sebagai contoh bagi seluruh pihak agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Sebelum kasus pembakaran bendera, kami juga mengalami kasus yang berkaitan dengan lafadz tauhid sebagai simbo, yaitu kasus penggerudukan markas visi generasi karena kami dianggap sebagai bagian dari HTI yang sedang mengkampanyekan program Sebar satu juta topi tauhid, “ tutur, Mashun Sofyan dari Visi Generasi.

Ia meneybtukan pihaknya mengutuk keras kasus pembakaran bendera tauhid, “Kita harus sering membuka ruang-ruang tabayyun dan komunikasi diantara ormas-ormas Islam. Ke depan kita akan menjalankan program 1 juta bendera tauhid yang dirilis pada aksi tanggal 2 November di Jakarta,” tuturnya.

Dari para pembicara mengharapkan bila adanya penegakan keadilan secara hukum, tidak menjadi konsumsi politik. (tie)

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

PT MULTIMAS DICURIGAI MERUSAK LINGKUNGAN

pencemaran

Kuala Tanjung (MaI)-Dalam sebulan terakhir, warga yang bermukim di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara melakukan aksi demo terhadap PT Multimas Nabati Asahan (MNA) yang merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang disebut-sebut bagian dari Wilmar Group internasional.

Ditemui di kediamannya, Kepala Dusun IV Tanjung Permai, Basri mengisahkan bahwa PT Multimas sudah beroperasi hampir dua puluh tahun yang lalu, dan sebetulnya warga merasa tidak pernah memberikan ijin bagi suatu perusahaan kelapa sawit untuk beroperasi di dekat lingkungan pemukiman warga. Warga tidak tahu menahu bagaimana proses pemberian ijin perusahaan tersebut. Konon, katanya hanya oknum masyarakat tertentu yang punya kepentingan dengan pihak perusahaan yang memberikan ijinnya, kisah Basri.

Belakangan, masyarakat mulai merasakan dampak polusi pencemaran lingkungan dari aktivitas PT MNA. Tidak hanya suara bising mesin PT MNA yang bekerja siang-malam, asap hitam yang keluar dari cerobong pabrik pun menimbulkan bau tak sedap. Belum lagi persoalan air sumur kami yang tak lagi bisa diminum, serta ikan-ikan di laut yang menghilang, dicontohkan Basri, seraya menjelaskan pula bahwa alasan keluarga mereka pindah ke lokasi barupun, karena tak tahan dengan dampak polusi dari PT MNA. Kami terpaksa pindah kesini, itupun atas keputusan pribadi dan sama sekali bukan karena mendapat dana dari PT MNA, terang Basri.

Seiring dengan perkembangan perusahaan, sejumlah area kebun dan pemukiman warga Kuala Tanjung ada yang kemudian dibeli oleh PT MNA untuk perluasan pabriknya. Dulu ada puluhan KK warga Kuala Tanjung yang mendapat ganti rugi pembebasan lahan dan rumah mereka, karena perluasan pabrik, jelas Ibu Fatimah Siregar yang dijumpai wartawan MaI di tempat berbeda.Fatimah yangtermasuk tokoh perempuan dusun III Alay, menyebutkan bahwa dulu sebagian masyarakat yang terkena perluasan pabrik PT MNA itu mendapatkan kompensasi ganti rugi mulai dari Rp 200 juta sampai milyaran, tergantung luas tanah dan nilai bangunannya.

Kini, masih ada sejumlah warga Kuala Tanjung yang bermukim persis berbatasan dengan pagar pabrik PT MNA. Mereka inilah yang kini menuntut adanya kompensasi dari PT MNA atas dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas PT MNA. Berulangkali kami secara persuasif meminta PT MNA mau mempertimbangkan ganti rugi pembebasan lahan dan rumah mereka yang berbatasan langsung dengan perusahaan. Namun, tampaknya PT MNA merasa keberatan danberdalih wilayah yang sekarang masih dihuni oleh warga tidak diperlukan bagi perluasan perusahaan, kata Fatimah Siregar.

Apapun alasan mereka, lanjut Fatimah, seharusnya PT MNA bertanggung jawab atas kerugian yang diderita masyarakat. Itulah alasan kami menuntut kompensasi dari PT MNA, jelas Fatimah, sambil membandingkan kondisi sekarang air sumur yang sudah tidak bisa diminum, dan pendapatan nelayan menurun drastis karena ikan-ikan menghilang terkena dampak pencemaran laut.

Menanggapi munculnya surat APINDO yang mendapat kuasa dari PT MNA untuk menjawab tuntutan masyarakat, Fatimah menyayangkan kenapa pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) turut campur dan malah dalam suratnya kemudian menuding warga Kuala Tanjung melakukan pemerasan terhadap perusahaan.

Senada dengan penuturan Fatimah, dua tokoh gerakan masyarakat Kuala Tanjung masing-masing Ismail Bangun dan Syaiful pun mengatakan bahwa seharusnya PT MNA tidak bersembunyi dibalik APINDO dalam upaya penyelesaian kasus ini. Ini kan bukan ranahnya APINDO, kenapa pula PT MNA memberikan kuasa kepada APINDO untuk menjawab tuntutan masyarakat. Tampak jelas PT MNA mau lepas tanggung jawab, kata Ismail mempertanyakan keterlibatan APINDO pasti ada kepentingan lain.

Disamping itu, Ismail menilai redaksional dalam surat APINDO dinilai menyinggung perasaan warga masyarakat. Tuduhan APINDO membuat kemarahan warga. Kenapa masyarakat dituduh melakukan pemerasan dibalik tuntutan kompensasi sebesar Rp 500 ribu per KK setiap bulan dan bahkan APINDO pun mengancam akan menempuh jalur hukum, terang Ismail sambil menambahkan, bahwa yang dituntut warga adalah PT MNA mau bertanggung jawab atas kerugian yang diderita masyarakat akibat dampak pencemaran lingkungan dari aktivitas pabrik PT MNA.

Di tempat yang sama, Syaiful yang ikut menjadi motor gerakan masyarakat mengatakan bahwa perjuangan masyarakat Kuala Tanjung ini tidak mudah karena diduga sejumlah pihak yang seharusnya berada dalam posisi membela kepentingan warga Kuala Tanjung terkesan malah membela PT MNA. Yah, bagaimana mereka mau memperjuangkan aspirasi masyarakat karena sudah diam setelah menerima amplop, ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, bahwa masyarakat Kuala Tanjung akan bersatu padu dan tetap melanjutkan perjuangan mereka. Bila perlu sampai PT MNA ditutup, karena selama ini tidak memberikan kontribusi apapun bagi masyarakat, tegas Syaiful yang diiyakan oleh Ismail Bangun dan Fatimah Siregar. Dalam beberapa hari kedepan, masyarakat Kuala Tanjung akan melakukan konsolidasi kembali dalam rangka melakukan aksi lanjutan yang waktunya akan disesuaikan dengan ibadah Ramadhan.(ANDO/MaI.com)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

PERPANJANGAN USIA PENSIUN PNS

PNS

JAKARTA (MaI) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pensiun per 1 Febuari 2014 ke atas, usia pensiunnya diperpanjang dua tahun lagi. Hal itu dikatakan Sekretaris Kementerian, Tasdik Kinanto.

Menurutnya, pemberlakuan batas usia pensiun PNS tersebut didasarkan pada Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah disahkan pada 19 Desember 2013 dan masih dalam proses penandatanganan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Perubahan batas usia pensiun PNS, lanjut Tasdik, berlaku usia 58 tahun untuk pegawai eselon III ke bawah dengan jabatan administrasi dan batas usia 60 tahun untuk pegawai eselon II dan I (Jabatan Pimpinan Tinggi).

Ia menjelaskan, sedikitnya 11.000 PNS yang masih tertahan masa pensiunnya akan memiliki kesempatan untuk tetap mengabdi menjadi aparat negara.

Dalam undang-undang Aparatur Sipil Negara disebutkan bahwa PNS dapat diberhentikan secara hormat karena beberapa alasan, antara lain meninggal dunia, permintaan sendiri (pengunduran diri), mencapai batas usia pensiun, perampingan organisasi atau kebijakan Pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini.

Selain itu juga karena tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga pegawai yang bersangkutan tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban sebagai PNS.

Sementara itu, PNS bisa diberhentikan dengan tidak hormat jika melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945, penyelewengan terhadap jabatan hingga dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadlan berkekuatan hukum tetap, menjadi anggota atau pengurus partai politik dan dijatuhi hukuman penjara dua tahun karena tindak pidana terencana. (RED)

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Granat Diduga Aktif Ditemukan di Tempat Sampah Pasar Sederhana

Bandung, Satu buah granat ditemukan petugas sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Pasar Sederhana, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Kamis (18/7/2013). Granat tangan berbentuk bulat dan berwarna hijau itu diduga masih aktif.


"Secara kasat mata pemicu serta pengamannya masih ada," jelas Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno kepada wartawan di lokasi penemuan granat di Jalan Sederhana.

Guna memastikan aktif atau tidak, kata Sutarno, pihaknya perlu penyelidikan dengan melibatkan Jihandak Satbrimob Polda Jabar. Petugas dari Tim Jihandak yang datang ke lokasi pun segera mengamankan granat tersebut.

"Setelah tadi ada laporan penemuan granat, saya meminta anggota dan Kapolsek Sukajadi untuk langkah-langkah mengamankan lokasi. Kepastian aktif atau tidak, nanti dicek Jihandak," kata Sutarno.

Sutarno mengatakan granat itu pertama diketahui oleh salah satu petugas pengambilan sampah, Suwanto (25), sekitar pukul 10.15 WIB. Petugas terkejut setelah tak sengaja menemukan granat yang berada dalam tumpukan sampah.

Berdasarkan keterangan Suwanto, diduga granat itu terangkut dari roda sampah milik Koko Zakaria (72). "Tapi untuk mengetahui pastinya, kami akan telusuri dari mana granat itu berasal," jelas Sutarno (Baban/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Hijaber Jabar Dukung Jokowi

Bandung (MaI.Com) - Perempuan sebetulnya lebih pintar dalam membedakan hoax, pasalnya dengan logika dan perasaan perempuan akan pintar mana yang menyatakan kebohongan dan kebencian. Apalagi distuasi politik saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komunitas Hijabers Jawa Barat, Mega Juita, usai deklarasi dukungan Jokowi – Ma’aruf Amin, di BTM Jalan Ibrahim Adji, Minggu (21/10/2018).

“Melihat kondisi politik sekarang dengan menyebarkan hoax, itu membuat kami khawatir. Tapi kami yakin jika perempuan saat ini lebih pintar, memilih mana hoax dan tidak karena perempuan  menggunakan logika dan peresaan,” ujar Mega.

Ia menyebutkan jika saat ini perempuan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat harus mulai memiliki sikap politik, terutama dalam kondisi politik yang dianggapnya banyak menyebar kebencian.

“Kita harus pintar dalam memilih pemimpin, dengan melihat hasil kerja nyata dan kita tahu tokohnya siapa,” papar perempuan bercadar ini.

Dalam deklarasi tersebut disampaikan beberapa hal yakni menolak berbagai bentuk kampanye politik yang membangun sentimen dan kebencian diantara kelompok masyarakat, maupun yang diarahkan kepada pribadi-pribadi;

Kedua, menghimbau kepada seluruh kaum perempuan di Jawa Barat untuk lebih jeli dalam melihat berbagai informasi yang beredar, khususnya yang beredar di media sosial, agar tidak terjebak dalam aksi penyebaran hoax;

Ketiga, mengecam aksi kelompok tertentu yang membangun irasionalitas politik kaum perempuan, dengan mengkerdilkan standar pilihan kaum perempuan terhadap calon pemimpin hanya sebatas performa fisik;

Keempat, mengapresiasi pembangunan dan pemberdayaan perempuan yang telah dijalankan oleh Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, seperti meningkatnya jumlah menteri perempuan di era Jokowi, meningkatkan alokasi anggaran terhadap perlindungan perempuan dan anak, serta konsistensi diplomasi gender pemerintah Indonesia dalam forum-forum internasional.

Kelima, mendukung secara aktif Capres-Cawapres No. 01 Jokowi-KH. Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. “Karena terbukti memiliki perspektif pembangunan dan pemberdayaan perempuan yang jelas, serta secara konsisten menjadi simbol keberagaman dan persatuan bangsa, ulama dan umaro, nasionalis-relijius,” katanya. (*/tie/pasjabar.com)

 
 

Halaman 1 dari 49

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) InformasitaksedapmunculdaripertandinganAseanGames2014,laranganmenggunakanjilbabmenyebabkanbeberapaatletmengundurkandiridaricabangolahragayangmerekageluti.SalahsatunyatimputribolabasketasalQataryangresmimengundurkandirikarenabeberapapemainnyamenggunakanjilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com