You are here:

PENGUMUMAN SBMPTN 2013

Bandung (MaI) Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013,  Panitia Lokal Bandung SBMPTN memberikan beberapa informasi penting yang harus diperhatikan calon peserta ujian yang berkaitan dengan persiapan pada saat mengikuti ujan seperti jadwal ujian, lokasi ujian, kelengkapan dan sebagainya.

Untuk jadawal SBMPTN 2013 Ujian Tertulis akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 18 dan 19 Juni 2013. Pada hari pertama akan dilaksanakan Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU). Sedangkan pada hari kedua akan dilaksanakan Kemampuan Dasar Saintek/Soshum/Campuran.

Panitia lokal Bandung mengimbau kepada seluruh peserta untuk datang 1  jam lebih awal sebelum ujian dimulai, hal ini dilakukan untuk menghindari keterlambatan dalam melaksanakan ujian, karena tidak ada penambahan waktu ujian bagi peserta yang terlambat.

Lokasi ujian dapat dilihat pada Kartu Tanda Bukti Pendaftaran (Kartu Peserta) SBMPTN 2013, semua calon peserta yang akan mengikuti ujian harus mengetahui dengan benar lokasi ujiannya. Sedangkan bagi peserta yang akan menggunakan kendaraan umum pada saat melakukan ujian, disarankan untuk memeriksa rute kendaraan umum menuju lokasi ujian dan mengetahui jalur terdekat dan jalur-jalur alternatif lainnya menuju lokasi ujian.

Calon peserta dapat mengetahui kepastian ruangan dan lokasi tempat duduk satu hari menjelang Ujian Tertulis dilaksanakan yakni pada sore hari sebelum hari pelaksanaan ujian untuk mengetahui dengan benar agar peserta tidak tersesat.(Novi/MaI)

Menurut Panitia Lokal  Bandung
SBMPTN 2013 Sub Bidang Informasi dan Humas, Weny Widyowati mengatakan bahwa peserta ujian SBMPTN tidak diwajibkan menggunkan seragam. Pakaian yang wajib digunakan oleh setiap peserta adalah  pakaian formal berkerah. Untuk warna dan motif pakaian tidak ada ketentuan khusus, namun harus rapi dan sopan.

Sedangkan untuk peserta wanita, diijinkan menggunkan rok sopan, untuk pria diijinkan menggunakan jeans dengan catatan sopan dan tidak robek.

Kartu Peserta SBMPTN 2013, fotokopi ijazah yang telah dilegalisir atau tanda lulus asli (STL atau SKHUN), pensil 2B, karet penghapus dan peraut pensil menjadi peralatan yang wajib dibawa para peserta untuk keperluan ujian. Sedangkan untuk lulusan tahun 2011 dan 2012 diwajibkan untuk membawa ijazah asli pada saat akan mengikuti ujian, sedangkan untuk lulusan tahun 2013 yang belum memiliki ijazah, dapat menggunakan surat tanda lulus asli atau SKHUN.

Panitia kembali mengimbau calon peserta ujian, agar dapat mengetahui informasi terbaru dan perkembangan seputar SBMPTN 2013 dari berbagai media massa.

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Rektor IPDN Tak Akui Anaknya

Sumedang, Dunia maya kembali geger. Kali ini, beredar sebuah tayangan berdurasi 32 detik yang menampilkan foto-foto bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan dengan berbagai pose. Hanya berupa foto, bukan tayangan gambar hidup.

Video yang diunggah seseorang bernama Dimas Sumaryadi itu berjudul "IPDN Dimas I Putu Sumaryadi anak yang tidak diakui oleh rektor ipdn bandung". Tercatat video singkat ini diunggah pada 4 April 2013 lalu dengan alamat
http://m.youtube.com/watch?v=0jiIUtTRvb0&desktop_uri=/watch?v=0jiIUtTRvb0.

Tayangan ini, hingga Rabu (5/6/2013) malam lalu, sudah ditonton oleh sekitar 1.289 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat tiga orang menyukai tayangan ini dan satu orang yang tidak menyukainya. Video ini menampilkan 8 pose foto bayi laki-laki yang sama, tapi berbeda gaya.

Di bawah video tersebut, terdapat sebuah tulisan yang diduga memang sengaja ditujukan oleh pengunggahnya sebagai pesan terhadap Rektor IPDN. Namun entah apa maksud pengunggah video ini dengan menuliskannya di bawah video tersebut. Sekilas, apa yang diungkapkan dalam tulisan itu seakan menegaskan bahwa pengunggah adalah seorang wanita, ibu dari bayi laki-laki yang ada di tayangan YouTube.

Adapun tulisan itu menuturkan hal seperti di bawah ini :
"Dimas I Putu Sumaryadi adalah darah daging dari Rektor IPDN prof. DR. DRS. H I.NYOMAN sumaryadi, M.SI yang tidak diakui demi jabatan harta dan tahta. Hinaan cacian terhadap Dimas oleh beliau dan Nyonya Darwijati yang menyuruh membuang ke dalam tong sampah dan panti asuhan untuk menutupi aib dan karirnya. Alangkah teganya Rektor IPDN dan istrinya (Nyonya Darwijati)."

Rupanya, tudingan yang menyeret orang nomor satu di IPDN, Jatinangor - Sumedang tersebut, bukan hanya disebar di situs YouTube, tapi juga di jejaring sosial Facebook (FB). Tayangan di YouTube pun dipajang di dinding FB ini. Diduga pemilik akun FB ini adalah orang yang sama yang mengunggah foto-foto bayi laki-laki itu.

Informasi yang tercantum di akun FB tersebut, selain memuat bio data sang rektor IPDN, juga memuat tanggal lahir 10 Juni yang diduga sebagai tanggal lahir wanita atau ibu dari Dimas atau mungkin tanggal lahir dari bayi yang ada di YouTube itu.

Dalam info di akun FB, tertulis bahwa pemilik akun berstatus seorang janda. Tidak terlalu banyak informasi yang dapat digali dalam akun FB ini. Foto di akun FB, hanya ada dua buah, yaitu foto sampul satu buah dan foto profil satu buah.

Pada foto sampul memuat sejumlah mahasiswa/i IPDN yang berdiri di tangga sebuah bangunan di bawah tulisan IPDN. Pada foto profil, hanya menampilkan lambang dari IPDN berwarna biru.

Kedua foto yang ada di FB diunggah pada tanggal yang sama, 16 Mei 2013. Hanya berbeda waktu, yang satu pada pukul 02.14 dan satunya lagi pukul 02.24.

Beberapa hari sebelumnya, di bulan Mei, di dinding FB yang mengatasnamakan IPDN Dimas Sumaryadi ini terpampang sebuah tulisan berbunyi :
"Buat teman-teman pers silakan cek dan mengkonfirmasi kebenaran berita ini kepada pihak Rektor IPDN (I Nyoman Sumaryadi) dan pada waktunya nanti akan saya beberkan semua faktanya ke media massa kalau I Nyoman Sumaryadi tetap tidak mau mengakui Dimas I Putu Sumaryadi sebagai anak kandungnya sendiri beberapa detik yang lalu."

Bahkan pada hari yang sama, orang yang memiliki akun FB lagi-lagi dengan beraninya mencantumkan biodata dari orang nomor satu di IPDN berlokasi di Jatinangor, Sumedang, I Nyoman Sumaryadi. Cukup lengkap data yang dicantumkan di sini. Semisal, tudingan kasus yang mengemuka pada 2007 lalu berkaitan dengan kabar meninggalnya salah seorang praja.

Kasus ini cukup menghebohkan lantaran Rektor IPDN yang menjabat kala itu, yaitu I Nyoman Sumaryadi dituding ikut campur dalam meninggalnya salah seorang pelajar asal Manado, Cliff Muntu. Dalam pemberitaan tersebut, Nyoman terbukti dinyatakan bersalah berdasarkan tindakannya yang telah membuat surat palsu dengan memulihkan kembali status praja IPDN yang dinonaktifkan karena terlibat penganiayaan.

Setelah Tribun melakukan penelusuran, seorang wanita berinisial 'S' mengakui dialah yang mengunggah video di YouTube tersebut. Wanita berusia 35 tahun ini merasa dicampakkan oleh I Nyoman Sumaryadi yang saat ini menjabat sebagai Rektor IPDN.
S belum mau bertatap muka dan melakukan wawancara. Hanya mengungkapkan beberapa kekesalannya lewat pesan singkat kepada Tribun. "Saya tahu diri kalau saya bukan istri pertama I Nyoman Sumaryadi. Ceritanya panjang, singkat cerita. I Nyoman Sumaryadi mengkhianati cintanya dengan saya. Bahkan 9 bulan terakhir ini tidak mau mengakui Dimas anak kandungnya sendiri," ujar S.

Rektor IPDN, I Nyoman Sumaryadi saat dikonfirmasi perihal tayangan video di youtube maupun akun FB dengan tegas mengungkapkan, apa yang tertulis maupun diungkapkan di kedua media sosial tersebut, tidak benar.

"Saya kira, saya saat ini tidak dalam posisi represif untuk menanggapi hal ini. Zaman keterbukaan sekarang, orang mau berupaya mencari popularitas, mendiskreditkan orang, itu banyak. Benar dan tidaknya, jelas bagi saya, tidak benar," kata Nyoman saat ditemui di ruang kerjanya di IPDN, Jatinangor - Sumedang, Rabu (Tribunnews/MaI)

 

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

CITYLINK UNTUK BANDUNG

Bandung, Melihat kondisi Kota Bandung saat ini yang terlihat gersang beberapa tahun terakhir karena semakin minimnya pohon-pohon rindang yang meneduhkan sebagian jalan raya kota Bandung. Akibatnya, udara tidak lagi segar melainkan polusi udara semakin meningkat dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini bisa mempengaruhi daya beli Kota Bandung di mata para wisatawan, dahulu Bandung terkenal dengan kesejukan udaranya

Berkenaan dengan kondisi Kota Bandung yang semakin gersang itu dan bertepatan pula dengan perayaan hari Earth Hour 2013 yang jatuh pada 23 Maret 2013 lalu, Festival Citylink Bandung pada akhir bulan Maret lalu melakukan penanaman 100 pohon sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility.
Program penanaman 100 pohon yang berlangsung pada tanggal 31 Maret 2013 ini dihadiri oleh seluruh karyawan Festival Citylink, Muspida serta beberapa orang perwakilan warga sekitar. Acara yang berlangsung sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 09.00 WIB ini, dimeriahkan pula dengan adanya senam pagi bersama-sama dan pengundian door prize.

“Dengan penanaman 100 pohon di median jalan Peta ini diharapkan dapat turut membantu mengembalikan keasrian kota Bandung yang dapat dinikmati oleh seluruh penduduknya sekaligus menambah daya tarik para wisatawan terhadap kota Bandung”, ujar Nawa Pamungkas selaku Marketing Communication Manager Festival Citylink.

Festival Citylink sebuah pusat perbelanjaan dan hiburan keluarga di bagian Barat dan Selatan kota Bandung, terletak di Jl. Peta No. 241 Bandung, 10 menit dari pintu tol Pasirkoja dan hanya 15 menit untuk mencapai pusat Pemerintahan Kota Bandung. Mal ini beroperasi sejak tahun 2010.

Nawa Pamungkas mengatakan bahwa selama bulan Maret yang lalu dalam program Green WeekFest Festival Citylink telah membagi-bagikan Eco Bag kepada pengunjung yang berbelanja di Festival Citylink. Eco Bag tersebut sebagai bagian dari kepedulian Festival Citylink untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik yang dapat merusak kelangsungan ekosistem di bumi.(Novi/MaI)

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Kapolda NTB Benarkan Ada 2 Korban Tewas di Pelabuhan Sape

Kapolda Nusa Tenggara Barat Brigadir Jenderal Polisi Arif Wachyunadi membenarkan adanya dua korban tewas dalam pembubaran paksa blokade Pelabuhan Sape, Bima, Sabtu (24/12).

Kapolda menyatakan, polisi menangkap 39 orang, 25 pria dewasa, 6 anak-anak dan 5 perempuan. Polisi juga menangkap tiga orang yang diduga provokator, yakni HSN (DPO Polda Nusa Tenggara Timur), An alias Owen dan SBD, salah seorang PNS di Kabupaten Bima.

Menurut Arif, seharusnya demo dilakukan di areal pertambangan emas yang dipermasalahkan, bukan dilakukan di area publik seperti pelabuhan. "Apa yang dilakukan polisi sudah sesuai prosedur. Mulai dari pelayanan, pengendalian, penanggulangan hingga penindakan," ujar Arif.

Dua korban tewas bernama Syaiful, 23 tahun, dan Arif Rahman, 19 tahun. Keduanya warga Desa Sumi, Kecamatan Lambu. Selain korban tewas, juga ada 10 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bima.

Karena dibubarkan paksa, warga marah. Mereka melampiaskan kemarahan dengan membakar Polsek Lambu, sejumlah rumah dinas polisi, beberapa kantor dan fasilitas milik pemerintah.

Blokade Pelabuhan Sape dilakukan Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) sejak pekan silam. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Bima supaya mencabut SK 188 tentang  eksplorasi pertambangan emas di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.

Mereka mendesak supaya pihak kepolisian segera membebaskan Adi Supriadi yang ditangkap polisi sebulan lalu karena dugaan provokator dalam aksi unjuk rasa yang berakibat pada pembakaran Kantor Camat Lambu.(Ian/Mal)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Soal Aksi #2019GantiPresiden, Banser Jabar Siap Kawal Amanat MUI

BANDUNG, (MuI.Com) - Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Barat siap mengawal amanat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat perihal keprihatinannya atas aksi #2019GantiPresiden yang telah terjadi Batam, tempo lalu.

Banser, melalui Komandannya, Yudi Nurcahyadi akan mengawal amanat tersebut demi kemaslahatan masyarakat Jawa Barat.

"Kami akan kawal amanat MUI tersebut. Segala bentuk aksi yang akan memicu konflik sosial, akan kami halau. Apalagi jika digeser ke Jawa Barat," kata Yudi, Rabu, 1 Agustus 2018.
Menurut Yudi, ada kabar bahwa pada 11 Agustus 2018 nanti akan dilakukan aksi serupa soal kampanye "Ganti Presiden" di Jawa Barat. Dan MUI Jabar melalui Sekretarisnya, Rafani Ahyar, telah mengeluarkan peringatan bahwa aksi yang mengusung tagline #2019GantiPresiden telah terbukti memicu konflik horizontal seperti di Batam.

"Jadi sudah kewajiban kami Banser sebagai bentengnya ulama mengawal amanat MUI itu," ujarnya.

Yudi pun mengungkapkan bahwa bukan hanya imbauan yang dikeluarkan MUI Jawa Barat, tetapi tahun 2006 juga MUI mengeluarkan Fatwanya tentang bentuk NKRI dan dasar negara Pancasila.

Inti dari fatwa tersebut, tuturnya, segala kegiatan yang mengarah ketindakan inkonstitusional tidak bisa dibenarkan karena dasar negara Indonesia menjunjung tinggi falsafah Pancasila.

"Nah aksi #2019GantiPresiden itu lebih dominan pada upaya provokasi terhadap masyarakat, yang arahnya menuju aksi inkontitusional seperti yang terjadi di negara lain menjelang Pemilu," ucapnya.

Untuk itu, kata Yudi, Banser Jawa Barat akan pasang badan jika aksi 2019 ganti Presiden digelar diwilayah Jawa Barat.
"Sabilitas keamanan di Jawa Barat yang utama. Banser siap jadi garda terdepan mengawal kondusifitas tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Akhyar di kantornya, Jln. L. L. R. E Martadinata, Kota Bandung menegaskan kegiatan Ganti Presiden di Batam beberapa waktu lalu sebagai contoh pemicu konflik antar bangsa.

MUI Jabar tidak akan menerima kegiatan serupa di Jawa Barat karena sudah nyata lebih dominan unsur provokasi dan mengarah kepada aksi inkonstitusional, dibandingkan sebagai kegiatan yang menjunjung tinggi demokrasi.

“Kami menilai, seharusnya gerakan tersebut menyuarakan ajakan untuk berkompetisi secara sehat, sesuai dengan konstitusi dan mengangkat hal-hal positif yang ditawarkan kepada rakyat Indonesia dari calon-calon yang dijagokan pada Pilpres 2019 yang akan datang, siapapun calonnya itu,” tutur Rafani.

MUI Jabar pun mengimbau masyarakat Jawa Barat yang pro maupun yang kontra terhadap kegiatan #2019GantiPresiden, agar menahan diri demi kondusifitas wilayah Jawa Barat.

“Himbauan ini semata-mata untuk kemaslahatan umat.Kalau peristiwa di Batam terjadi di Jabar, akan lebih kompleks lagi masalahnya,” kata Rafani.*

 
 

Halaman 3 dari 49

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com