You are here:

Bukti Cinta Sama Anak Jalanan

Di bawah rindangannya pepohonan jalan Ganecha,Kota Bandung.Jalan yang identik dengan Kampus Istitut Teknologi Bandung,sekumpulan anak muda yang mau memperhatikan anak jalanan  mencoba melakukan sesuatu yang berarti buat mereka (anak jalan red).


Dekil,kumel dan kesan jorok yang menempel sama anak jalanan,tidak membuat luntur rasa Patriot mereka,hal ini terbukti dengan lantannya merka menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.Acara yang digagas oleh KPM Dewi Sartika dan Yayasan LEO (Organisasi Internasional asal USA),selain diisi kegiatan lomba cerdas cermat,acar sederhana ini juga diisi penampilan musik anak jalanan, makan bersama, dan Pembagian sembako dari Yayasan LEO(Organisasi sosial International/USA).

Menurut Viona,mahasiswa Fakultas Hukum Unpad sekaligus  Sekretaris LEO tujuan diadakan acara ini  adalah untuk menjalankan program kerja LEO yaitu Memberikan Bantuan sosial.Sebelumnya, LEO juga  memberikan Bantuan sosial seperti memberikan buku ke perpustakaan diseluruh pelosok desa di Indonesia.

Ditanya persoalan pemerintah  Mahasiswa Fakultas Hukum Unpad 2008 Bandung, menjawab seharusnya ada Kesatuan yang utuh antara peran Pemerintah, Swasta, dan masyarakat dalam menjalankan Program kerja Sosial. Namun sejauh Ini LEO sendiri belum melakukan Kerjasama secara formil dengan pemerintah karena menurutnya tidak sesuai AD/ART LEO yaitu bersinggungan hal berbau politik. Selain itu juga secara pribadi Viona menilai Pemerintah cenderung bergerak secara parsial, dan instan, tanpa melakukan penelitian secara Konferehensif, maka hasilnya seperti sekarang, masih banyak realitas Sosial yang buruk, terutama dalam bidang, ekonomi, budaya, dan Pendidikan.

Tidak berbeda dengan Viona, Santi Safiri Ketua KPM Dewi Sartika yang juga  lulusan STKS Bandung,memandang bahwa realitas hari ini anak jalanan kesejahteraannya tidak terpenuhi, dan ini diakibatkan tidak berjalannya program program peningkatan kesejahteraan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah terkait.Menurut ibu dua anak ini, penyebab anak jalanan terlantar karena adannya keterbatasan pemerintah, atau memang pemerintah yang cenderung tidak total dengan persolan anak jalanan. Tapi yang jelas fakta menunjukan bahwa anak jalanan tidak mendapat perhatian yang utuh seperti yang  dijanjikan oleh pemerintah dalam Undang-undang.
Dengan adanya Yayasan LEO,istri dari Aktivis senior GMNI ini mengaku sangat senang,karena dirinya bisa bahu membahu dalam menyelesaikan persoalan Anak jalanan. Khususnya persoalan Bangsa.

Santi yang juga anggota Corps Mahawarman ini mengaku, peningkatan kualitas anak jalanan sering dia lakukan meski tanpa adanyanya bantuan dari pihak manapun,tapi Santy berselorih,kegiatan amal ini akan semakin terasa dan bermakna jika dilakukan dengan bersama-sama dan  berkelanjutan beserta Konsep yang sitematis untuk menjawab persoalan Sosial Anak Jalanan/Bangsa.(Doni Romadhona/Mal)

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

CEGAH PAHAM ISIS MUI SINDANG SARI GELAR TABLIGH AKBAR

TASIKMALAYA (MaI.com) MUI Desa Sindangsari, dan DKM Masjid Jami' Al-Muttaqin mengadakan Tabligh Akbar dengan tema "Membongkar Kesesatan Dan Bahaya ISIS" di Masjid Jami' Al-Muttaqin, dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an yaitu Malam Lailatul Qodar atau 17 ramadhan. (21/6).

Baca selengkapnya...

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

PKB PILIH BANG RHOMA JADI CAPRES 2014

RHOMA

JAKARTA (MaI.com) - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, rupanya lebih mendukung Rhoma Irama menjadi calon presiden ketimbang tokoh-tokoh lain, seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut Muhaimin, partainya membutuhkan sosok orang seperti Rhoma Irama. Di mana, dia menilai, Rhoma Irama tak memiliki ambisi untuk menjadi politisi, presiden atau penguasa. "Yang dicari PKB itu seperti itu. Tidak punya ambisi, tapi punya kewajiban membangun bangsa. Seperti Bang Haji (Rhoma)," kata Muhaimin.

Selain itu, Muhaimin menganggap, Rhoma adalah sosok yang dicintai di kalangan masyarakat bawah. "Dia banyak sodakoh (sedekah) dan berdakwah di mana-mana. Makanya kalau mau dicintai, ya banyak berdakwah," kata politisi yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu.

Rhoma juga dianggap sebagai orang yang mengangkat derajat dangdut dari kemaksiatan. Bahkan, Muhaimin menyamakan Rhoma Irama seperti pendiri NU, Kyai Hasyim Ansyari. Hasyim, kata Muhaimin, tak pernah berpikir soal kekuasaan. "Dia mendirikan NU hanya untuk mendidik anak bangsa agar berperilaku sesuai agama, tauhid," kata Muhaimin. (red)

 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

WAKTUNYA UNPAD BUKA SUARA

Sumedang, Perkembangan budaya menulis dikalangan dosen, karyawan maupun mahasiswa akan menjadi prestasi yang tersendiri bagi keberlangsungan budaya menulis civitas akademika. Kebiasaan menulis memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas intelektual seseorang. Berkaitan dengan itu, Unit Pelayanan Teknis Hubungan Masyarakat Universitas Padjajaran (UPT Humas UNPAD) menyelenggarakan kegiatan dengan tema "Penyerahan Anugrah Rucita Wicara & Rucita Aksara" di Bale RUCITA Gedung Rektorat Lantai 1, UNPAD Kampus Jatinangor (10/1).

Menurut Kepala UPT Humas UNPAD, Weny Widyowati mengatakan bahwa sebagai bentuk apresiasi UNPAD atas tulisan dan kesediaan sebagai narasumber wawancara yang muncul di media cetak baik lokal, regional maupun nasional, maka diselenggarakan kegiatan ini. Anugrah Rucita Aksara diberikan kepada para penulis artikel opini atau feature yang aktif, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa. Sedangkan Anugrah Rucita Wicara diberikan kepada dosen yang aktif menjadi narasumber wawancara media dari sisi kepakaran yang bersangkutan.

"Tujuan dari penyelenggaraan ini adalah sebagai media publikasi yang informatif dan bentuk pencitraan UNPAD dimata publik, melalui apresiasi kepada insan pers dan penulis UNPAD, serta untuk memberikan motivasi bagi civitas akademika untuk aktif menulis di media massa", tegasnya.

Sedangkan menurut Rektor UNPAD, Prof. DR. Ir. Ganjar Kurnia mengatakan bahwa kata RUCHITA diambil dari bahasa Sunda yang memili arti kreatif. Bale Ruchita berarti Bale untuk meningkatkan kreatifitas di kalangan dosen dan mahasiswa UNPAD. Tahun ini UNPAD mencanangkan 918 orang dosen melakukan penelitian, 150 orang mempublikasikan jurnal ilmiah tingkat nasional dan 100 orang untuk jurnal internasional.

"UNPAD menganggarkan dana 10-11 miliar untuk penelitian para dosen tahun ini", tegasnya.

Peraih terbanyak penyerahan Anugrah Rucita Kategori Narasumber Kepakaran (Rucita Wicara) urutan pertama diraih oleh Yesmil Anwar dari Fakultas Hukum,  kedua oleh I Gede Pantja Astawa dari Fakultas Hukum dan ketiga oleh Nina Herlina Lubis dari Fakultas Ilmu Budaya.

Kategori Dosen Penulis Artikel (Rucita Aksara) urutan pertama diraih oleh Asep Sumarya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kedua oleh Romli Atmasasmita dari Fakultas Hukum dan ketiga oleh Dede Mariana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sedangkan Kategori Mahasiswa Penulis Artikel (Rucita Aksara) diraih oleh Asep Salahudin dari Pascasarjana, Iding R. Hasan dari Pascasarjana dan Mu'amar Wicaksono dari Fakultas Hukum.

Kategori Dosen Penulis artikel dan Kategori Narasumber Media diberikan piala dan uang kadeudeuh sebesar 5 juta untuk peringkat pertama, 4 juta peringkat dua dan peringkat tiga sebesar 3 juta rupiah.

Kategori Mahasiswa Penulis Artikel diberikan piala dan uang kadeudeuh sebesar 3 juta bagi peringkat pertama, 2 juta untuk peringkat kedua dan peringkat ketiga sebesar 1 juta rupiah.(Novi/MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Pengamat: Masalah Aceng tak Sekadar Pelanggaran Etika

Jakarta: Pengamat sosial Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, kasus pernikahan siri Bupati Garut Aceng HM Fikri tak sekadar pelanggaran etika. Kasus yang dilakukan Aceng juga merupakan bentuk politisasi terhadap tubuh perempuan.

"Kita harus bicarakan ini secara lebih luas bagaimana tubuh perempuan telah direpresentasikan dan diekspos ke ranah publik, apalagi menyangkut keperawanan," kata Jaleswari di Jakarta, Jumat (7/12).

Jaleswari Pramodhawardani menjadi salah satu pembicara dalam Talkshow DPD Perspektif Indonesia "Bila Pejabat Publik Melanggar Hukum dan Etika" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Peneliti di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu mengatakan selama ini perempuan hanya dipandang dari kacamata orang lain, khususnya laki-laki.

"Pola pikir saat ini adalah tubuh perempuan harus suci yang ukurannya hanya selaput dara. Kalau selaput daranya sudah robek, seringkali ada pelabelan sebagai perempuan nakal dan sebagainya," katanya.

Dia mengatakan masyarakat Indonesia hidup dalam budaya patriarkal yang lebih mengedepankan peran laki-laki. Karena itu, bila ada perempuan yang ciri-cirinya sudah tidak suci, maka seolah-olah dianggap layak untuk diceraikan.

"Padahal tubuh perempuan, apalagi menyangkut keperawanan, adalah wilayah privat. Saat ini wilayah privat itu justru diekspos dengan gegap gempita oleh media ke wilayah publik," ucapnya.

Jaleswari mengatakan, masalah wilayah privat perempuan yang dibawa ke ranah publik bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, kata dia, pada 2010 Komisi IV DPRD Jambi pernah mengusulkan tes keperawanan bagi siswi sekolah.

"Hal serupa juga pernah terjadi di Bengkulu. Begitu juga dalam pelaksanaan perda syariah di Aceh yang memandang tubuh perempuan hanya dari kacamata laki-laki sampai-sampai ada bupati menyatakan perempuan yang tidak menutupi tubuhnya justru menarik untuk diperkosa," tuturnya.

Dia mengatakan selama tidak ada perubahan pola pikir terhadap tubuh perempuan, maka kejadian itu akan terus terulang. Menurut dia, tidak hanya wilayah publik saja yang perlu keadilan.

"Hal-hal privat pun harus ada sisi keadilan dan orang yang melanggar juga tetap harus diberi sanksi," kata Jaleswari (Ian/MaI)

 
 

Halaman 9 dari 49

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com