You are here:

ACENG FIKRI MANGKIR

Bandung, Bupati Garut Aceng HM Fikri mangkir dari panggilan Polda Jawa Barat dengan alas an sakit dengan tensi darah menurun, rencannya orang nomor satu di Kota Dodol tersebut dijadwalkan akan datang ke Polda Jabar pada Senin (10/12/2012) mendatang. Ia akan dimintai keterangan terkait dengan kasus dugaan penipuan dan pemerasan yang menyeretnya saat pemilihan wakil bupati pengganti Dikcy Candra.

Hal itu diungkapkan Dirkrimum Polda Jabar Kombes Pol Slamet di Mapolda Jabar, Jumat (7/12/2012). "Dalam pemeriksaan tadi dia tidak datang. Katanya sakit. Tapi tadi pengacaranya menyatakan akan hadir pada Senin (10/12/2012)," ujar Slamet.

Polda Jabar pun tidak membuat surat panggilan lagi untuk pemeriksaan Senin (10/12/2012). "Kami tidak lagi buat surat pemanggilan. Karena sebenarnya pemanggilannya hari ini, tapi mereka yang meminta mundur dan bersedia hadir pada Senin," katanya.

Ia pun menuturkan, dalam pemeriksaan nanti Aceng akan dimintai keterangan terkait laporan atas dirinya. Para saksi pun rencananya tidak akan dihadirkan. "Nanti kita periksa dulu Aceng sendiri. Baru setelah itu dikonfrontir," tutur Slamet.

Sementara itu, pemeriksaan yang sedianya dilakukan hari ini pun disebut Slamet batal dilakukan. Karena selain Aceng yang tidak hadir, para saksi juga tidak datang.

"Tadi saksi juga tidak datang. Kabarnya mereka ada di Jakarta. Pengacara Aceng tadi hanya menyerahkan surat keterangan sakit," katanya.

Sebelumnya diberitakan Bupati Garut Aceng HM Fikri dilaporkannya ke Polda Jabar terkait dugaan pemerasan saat pemilihan calon Wakil Bupati Garut pengganti Diky Candra yang mengundurkan diri pada 2011.

Asep melapor ke Polda Jabar pada Kamis (10/5/2012) lalu. Dalam laporan bernomor LPB/381/V/2012/Jabar itu tertera terlapor Aceng Fikri dan Chep Maher. Perkara yang diadukan Asep yakni berupa tindak pidana penipuan atau penggelapan serta pemerasan yang dilakukan dua terlapor tersebut.

Ceritanya, pada 12 April 2012 Asep datang ke rumah Aceng. Dia mengaku menyerahkan uang tunai US$ 25 ribu. Setelah sebelumnya staf Aceng yang bernama Chep meminta Rp 500 juta sebagai uang pendaftaran wakil bupati Garut . Namun pada 17 April Chep mendatangi Asep di Hotel Banyu Artha Cipanas, Garut. Chep bermaksud menyampaikan permintaan Aceng yakni meminta uang Rp 1,4 miliar yang alasannya untuk meloloskan menjadi Wakil Bupati Garut.

Asep melapor ke Polda Jabar lantara setelah dia gagal menjadi Wakil Bupati Garut, ternyata uang yang sudah dibayarkan tidak kunjung kembali. Wakil Bupati yang terpilih adalah Agus Hamdani dari PPP.(Hendra/MaI)

 
Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 51

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

Bukti Cinta Sama Anak Jalanan

Di bawah rindangannya pepohonan jalan Ganecha,Kota Bandung.Jalan yang identik dengan Kampus Istitut Teknologi Bandung,sekumpulan anak muda yang mau memperhatikan anak jalanan  mencoba melakukan sesuatu yang berarti buat mereka (anak jalan red).


Dekil,kumel dan kesan jorok yang menempel sama anak jalanan,tidak membuat luntur rasa Patriot mereka,hal ini terbukti dengan lantannya merka menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.Acara yang digagas oleh KPM Dewi Sartika dan Yayasan LEO (Organisasi Internasional asal USA),selain diisi kegiatan lomba cerdas cermat,acar sederhana ini juga diisi penampilan musik anak jalanan, makan bersama, dan Pembagian sembako dari Yayasan LEO(Organisasi sosial International/USA).

Menurut Viona,mahasiswa Fakultas Hukum Unpad sekaligus  Sekretaris LEO tujuan diadakan acara ini  adalah untuk menjalankan program kerja LEO yaitu Memberikan Bantuan sosial.Sebelumnya, LEO juga  memberikan Bantuan sosial seperti memberikan buku ke perpustakaan diseluruh pelosok desa di Indonesia.

Ditanya persoalan pemerintah  Mahasiswa Fakultas Hukum Unpad 2008 Bandung, menjawab seharusnya ada Kesatuan yang utuh antara peran Pemerintah, Swasta, dan masyarakat dalam menjalankan Program kerja Sosial. Namun sejauh Ini LEO sendiri belum melakukan Kerjasama secara formil dengan pemerintah karena menurutnya tidak sesuai AD/ART LEO yaitu bersinggungan hal berbau politik. Selain itu juga secara pribadi Viona menilai Pemerintah cenderung bergerak secara parsial, dan instan, tanpa melakukan penelitian secara Konferehensif, maka hasilnya seperti sekarang, masih banyak realitas Sosial yang buruk, terutama dalam bidang, ekonomi, budaya, dan Pendidikan.

Tidak berbeda dengan Viona, Santi Safiri Ketua KPM Dewi Sartika yang juga  lulusan STKS Bandung,memandang bahwa realitas hari ini anak jalanan kesejahteraannya tidak terpenuhi, dan ini diakibatkan tidak berjalannya program program peningkatan kesejahteraan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah terkait.Menurut ibu dua anak ini, penyebab anak jalanan terlantar karena adannya keterbatasan pemerintah, atau memang pemerintah yang cenderung tidak total dengan persolan anak jalanan. Tapi yang jelas fakta menunjukan bahwa anak jalanan tidak mendapat perhatian yang utuh seperti yang  dijanjikan oleh pemerintah dalam Undang-undang.
Dengan adanya Yayasan LEO,istri dari Aktivis senior GMNI ini mengaku sangat senang,karena dirinya bisa bahu membahu dalam menyelesaikan persoalan Anak jalanan. Khususnya persoalan Bangsa.

Santi yang juga anggota Corps Mahawarman ini mengaku, peningkatan kualitas anak jalanan sering dia lakukan meski tanpa adanyanya bantuan dari pihak manapun,tapi Santy berselorih,kegiatan amal ini akan semakin terasa dan bermakna jika dilakukan dengan bersama-sama dan  berkelanjutan beserta Konsep yang sitematis untuk menjawab persoalan Sosial Anak Jalanan/Bangsa.(Doni Romadhona/Mal)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

PEMERINTAH LARANG 243 PTS TERIMA MAHASISWA MULAI 2015

JAKARTA (MaI.com) Kementerian Riset Teknologi ?dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melarang 243 perguruan tinggi swasta (PTS) untuk menerima mahasiswa baru mulai tahun 2015. Ketentuan ini berlaku sejak nama-nama PTS tersebut diumumkan di upload oleh Dikti.

"Mulai tahun ini? 243 PTS  yang dibekukan itu tidak bisa menerima mahasiwa baru lagi," tegas Sekjen Kemenristek Dikti Ainun Naim yang dihubungi JPNN, Jumat (2/10).

Mengenai ?status mahasiswa yang masih kuliah, menurut mantan Sekjen Kemdikbud ini, bisa tetap melanjutkan kuliahnya hingga selesai.

Seperti diketahui, hingga 29 September lalu, tercatat ada 243 kampus yang dinonaktifkan karena bermasalah. Kopertis XII wilayah Maluku dan Maluku Utara mengumumkan ratusan kampus tersebut pada 29 September lalu.?

Dalam penjelasannya, Kopertis XII menyatakan kampus-kampus yang dinonaktifkan belum tentu abal-abal, tapi bisa juga kampus berizin namun melakukan pelanggaran.

“Adapun jenis pelanggaran kampus non-aktif: Masalah Laporan Akademik, masalah nisbah dosen/mahasiswa, masalah pelanggaran peraturan perundang-undangan, PDD/PJJ tanpa izin (kelas jauh), PRODI /PT tanpa izin, Penyelenggaraan kelas Sabtu-Minggu, Jumlah mahasiswa over kuota (PRODI Kesehatan/kedokteran/dll), ijasah palsu/gelar palsu,  masalah sengketa/konflik internal, kasus mahasiswa, kasus dosen (misal dosen status ganda), pemindahan/pengalihan mahasiswa tanpa izin Kopertis,” demikian bunyi pengumuman tersebut. (RED/jpnn)

Berikut daftar 243 kampus nonaktif sesuai pengumuman Kopertis XII:

  1. 1. STIT Tangerang Raya Yayasan Purgantorio Prop. Banten
    2. STAI INSIDA Jakarta Timur Prop. D.K.I. Jakarta
    3. STIT YAPIMA Muara Bungo Prop. Jambi
    4. STIT YAPIS Manokwari Prop. Papua Barat
    5. STAI Syarif Muhammad Raha, Muna, Sulawesi Tenggara    Prop. Sulawesi Tenggara
    6. STAI Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan    Prop. Sulawesi Selatan
    7. STAI Ar-Rosyid Surabaya Prop. Jawa Timur
    8. STAI Al-Qodiri Jember Prop. Jawa Timur
    9. STAI Azzakiyah Ujungberung Bandung Prop. Jawa Barat
    10. STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
    11. STAI Al-Ikhlas Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
    12. STAI Sultan Abdul Kahir Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
    13. STAI Raden Qosim Lamongan Prop. Jawa Timur
    14. STAI Acprilesma Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
    15. STEI Tiara Rawamangun Prop. D.K.I. Jakarta
    16. Akademi kebidanan Meuligoe Nur Amin Prop. Aceh
    17. Akademi Kebidanan Medica Bakti Nusantara
    18. Akademi Keuangan Perbankan Nasional
    19. Akademi Pertanian Iskandar Muda
    20. Akademi Teknik Iskandar Muda
    21. STIKES Bustanul Ulum Langsa Prop. Aceh
    22. Universitas Darussalam Ambon Prop. Maluku
    23. Akademi Teknologi Borneo Prop. Kalimantan Timur
    24. Akademi Kebidanan Martapura Prop. Kalimantan Selatan
    25. Akademi Bisnis Internasional Samarinda Prop. Kalimantan Timur
    26. Akademi Pariwisata Nasional Samarinda Prop. Kalimantan Timur
    27. ASMI KMPI Samarinda Prop. Kalimantan Timur
    28. Akademi Manajemen Koperasi Barabai Prop. Kalimantan Selatan
    29. STIE Prima Visi Prop. Kalimantan Timur
    30. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Dinamik Prop. Kalimantan Selatan
    31. Politeknik Tri Dharma Prop. Sumatera Barat
    32. Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam
    33. Akademi Bahasa Asing Permata Harapan
    34. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Gici
    35. Akademi Bahasa Asing Jambi Prop. Jambi
    36. Akademi Bahasa Asing Tanjung Pinang
    37. Akademi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pekanbaru Prop. Riau
    38. Akademi Telekomunikasi Indonesia Jambi
    39. Akademi Bahasa Asing Alaska Padang Prop. Sumatera Barat
    40. Akademi Teknik Taman Siswa Prop. Sumatera Barat
    41. Akademi Teknologi Pratama Prop. Sumatera Barat
    42. Akademi Sekretari Dan Manajemen Jambi
    43. Akademi Manajemen Koperasi Graha Karya Prop. Jambi
    44. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Padang
    45. Akademi Koperasi Sumbar
    46. STIE Prakarti Mulya Prop. Riau
    47. STIE Widyaswara Indonesia
    48. STKIP Widyaswara Indonesia
    49. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun Prop. Kepulauan Riau
    50. Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam
    51. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi Prop. Jambi
    52. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sumbar Prop. Sumatera Barat
    53. Politeknik Internasional Indonesia Makassar Prop. Sulawesi Selatan
    54. Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar
    55. Akademi Kebidanan Graha Rabita Anugerah Prop. Sulawesi Selatan
    56. Akademi Kebidanan Bambapuang Prima Persada
    57. Akademi Keperawatan Pemda Sengkang Prop. Sulawesi Selatan
    58. Akademi Parawisata Kendari
    59. Akademi Teknik Otomotive Makassar Prop. Sulawesi Selatan
    60. Akademi Pertambangan Makassar
    61. Akademi Analis Kimia Yapika Makassar
    62. Akademi Bahasa Asing Barakati Kendari Prop. Sulawesi Tenggara
    63. ASMI Yapika Makassar
    64. Akademi Pariwisata Dian Rana Rantepao
    65. Akademi Pariwisata YPAG Makassar
    66. Akademi Manajemen Perusahaan Makassar
    67. STIKES Muhammadiyah Sidrap Prop. Sulawesi Selatan
    68. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene Prop. Sulawesi Barat
    69. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika Prop. Sulawesi Selatan
    70. STMIK Samudra Bitung
    71. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Tamalatea Makassar Prop. Sulawesi Selatan
    72. Sekolah Tinggi Teknik Mekongga Kolaka
    73. Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara Makassar
    74. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu, Sulawesi Tengah
    75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Manado Prop. Sulawesi Utara
    76. STMIK Matuari Prop. Sulawesi Utara
    77. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Budi Utomo Manado Prop. Sulawesi Utara
    78. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al Gazali Soppeng Prop. Sulawesi Selatan
    79. Institut Kesenian Makassar Prop. Sulawesi Selatan
    80. Universitas Indonesia Timur Prop. Sulawesi Selatan
    81. Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon Prop. Sulawesi Utara
    82. Universitas Alkhairaat Prop. Sulawesi Tengah
    83. Universitas Veteran Republik Indonesia Prop. Sulawesi Selatan
    84. Akademi Manajemen Surya Mataram
    85. Akademi Teknik Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
    86. STIKES Yahya Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
    87. Sekolah Tinggi Teknik Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
    88. STKIP Indonesia Kupang
    89. Sekolah Tinggi Teknologi Dan Kejuruan Gianyar
    90. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jembrana Prop. Bali
    91. Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Kelautan
    92. Universitas PGRI Kupang Prop. Nusa Tenggara Timur
    93. AMIK Aji Jaya Baya Prop. Jawa Timur
    94. Akademi Pariwisata Bhakti Wiyata Prop. Jawa Timur
    95. Akademi Peternakan PGRI Jember Prop. Jawa Timur
    96. Akademi Bahasa Asing Webb Prop. Jawa Timur
    97. Akademi Teknik Nasional Sidoarjo Prop. Jawa Timur
    98. Akademi Teknologi Industri Tekstil Surabaya Prop. Jawa Timur
    99. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda Prop. Jawa Timur
    100. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemnas Indonesia Prop. Jawa Timur
    101. Sekolah Tinggi Teknik Widya Darma Prop. Jawa Timur
    102. Sekolah Tinggi Teknik Budi Utomo Prop. Jawa Timur
    103. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri Prop. Jawa Timur
    104. STKIP Tri Bhuwana Prop. Jawa Timur
    105. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Satya Widya
    106. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara
    107. Institut Sains Dan Teknologi Palapa
    108. IKIP PGRI Jember Prop. Jawa Timur
    109. IKIP Budi Utomo Prop. Jawa Timur
    110. Institut Teknologi Pembangunan Surabaya
    111. Universitas Kahuripan Kediri Prop. Jawa Timur
    112. Universitas Cakrawala Prop. Jawa Timur
    113. Universitas PGRI Ronggolawe Prop. Jawa Timur
    114. Universitas Nusantara PGRI Kediri Prop. Jawa Timur
    115. Universitas Teknologi Surabaya Prop. Jawa Timur
    116. Universitas Bondowoso Prop. Jawa Timur
    117. Universitas Mochammad Sroedji Prop. Jawa Timur
    118. Universitas Darul ulum Prop. Jawa Timur
    119. Politeknik Surakarta  Prop. Jawa Tengah
    120. Politeknik Jawa Dwipa
    121. AMIK PGRI Kebumen Prop. Jawa Tengah
    122  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap Prop. Jawa Tengah
    123. Akademi Seni Rupa Dan Desain Akseri Prop. D.I. Yogyakarta
    124. Akademi Teknologi Otomotif Nasional Prop. D.I. Yogyakarta
    125. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Bantul Prop. D.I. Yogyakarta
    126. Akademi Keuangan Dan Perbankan YIPK Prop. D.I. Yogyakarta
    127. Akademi Bahasa Asing YIPK Yogyakarta Prop. D.I. Yogyakarta
    128. Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita Prop. D.I. Yogyakarta
    129. STMIK Pelita Nusantara Yogyakarta Prop. D.I. Yogyakarta
    130. Politeknik LP3I Bandung Prop. Jawa Barat
    131. Politeknik Manufaktur Igasa Pindad
    132. Politeknik Industri Dan Niaga Bandung
    133. Akademi Refraksi Optisi Polycore Indonesia
    134. Akademi Kebidanan Al-Ishlah Cilegon Prop. Banten
    135. Akademi Teknologi Telekomunikasi Bandung
    136. AMIK PGRI Tangerang
    137. Akademi Surtasdal-As Bogor Prop. Jawa Barat
    138. Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi
    139. Akademi Akuntansi Era 2020
    140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
    140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
    141. Akademi Teknologi Bandung
    142. Akademi Sekretari Dan Manajemen Al-Ma soem Prop. Jawa Barat
    143. Akademi Teknologi Patriot
    144. Akademi Kesenian Bogor Prop. Jawa Barat
    145. Akademi Pariwisata Tadika Puri Prop. Jawa Barat
    146. Akademi Bahasa Asing YPKK Tangerang Prop. Banten
    147. Akademi Sekretari Dan Manajemen Bhakti
    148. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yasika Prop. Jawa Barat
    149. STIE ISM Prop. Banten
    150. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok Prop. Jawa Barat
    151. Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Karawang
    152. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gici Prop. Jawa Barat
    153. Sekolah Tinggi Teknologi Pratama Adi Prop. Jawa Barat
    154. Sekolah Tinggi Teknologi Geusan Ulun Prop. Jawa Barat
    155. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Indonesia
    156. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andhiga Prop. Jawa Barat
    157. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Bekasi Prop. Jawa Barat
    158. Sekolah Tinggi Teknologi Mitra Karya Prop. Jawa Barat
    159. Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala Prop. Jawa Barat
    160. STMIK Triguna Utama Prop. Banten
    161. STMIK Padjadjaran
    162. Sekolah Tinggi Teknik Cikarang
    163. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Bandung
    164. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti Prop. Jawa Barat
    165. Sekolah Tinggi Teknologi Ar-rahmah Cianjur
    166. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Putra Banjar Prop. Jawa Barat
    167. STISIP Bina Putera Banjar Prop. Jawa Barat
    168. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Bina Putra Prop. Jawa Barat
    169. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana Tambun Prop. Jawa Barat
    170. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon Prop. Jawa Barat
    171. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Agung Bandung Prop. Jawa Barat
    172. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga Prop. Jawa Barat
    173. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madania Prop. Jawa Barat
    174. STMIK Mikar Prop. Jawa Barat
    175. Universitas Purwakarta Prop. Jawa Barat
    176. Universitas Majalengka Prop. Jawa Barat
    177. Akademik Kebidanan Sulih Bangsa, Prop.D.K.I. Jakarta
    178. Politeknik Bunda Kandung Prop. D.K.I. Jakarta
    179. Akademi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan
    180. Akademi Sekretari Dan Manajemen Pitaloka
    181. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yapri
    182. AMIK Mpu Tantular
    183. Akademi Akuntansi Bentara Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
    184. AMIK Andalan Jakarta
    185. Akademi Sekretaris ISWI Jakarta
    186. Akademi Pertamanan Interstudi
    187. Akademi Sekretari Dan Manajemen Purnama
    188. Akademi Keuangan Dan Perbankan LPI
    189. Akademi Keuangan Dan Perbankan YPK Prop. D.K.I. Jakarta
    190. Akademi Akuntansi Artawiyata Indo-lpi Prop. D.K.I. Jakarta
    191. STMIK Eresha Prop. D.K.I. Jakarta
    192. Sekolah Tinggi Desain Interstudi Prop. D.K.I. Jakarta
    193. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Santa Ursula Prop. D.K.I. Jakarta
    194. STIBA Indonesia LPI Prop. D.K.I. Jakarta
    195. STKIP Suluh Bangsa Prop. Banten
    196. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwipa Wacana Prop. D.K.I. Jakarta
    197. STKIP Albana Prop. D.K.I. Jakarta
    198. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Prop. D.K.I. Jakarta
    199. Sekolah Tinggi Manajemen Imni Prop. D.K.I. Jakarta
    200. STISIP Pusaka Nusantara
    201. Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Hatawana Prop. D.K.I. Jakarta
    202. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia
    203. Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
    204. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Indonesia
    205. Sekolah Tinggi Keuangan Niaga & Negara Pembangunan Prop. D.K.I. Jakarta
    206. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yapann Prop. D.K.I. Jakarta
    207. STKIP Purnama Prop. D.K.I. Jakarta
    208. Universitas Kejuangan 45 Jakarta Prop. D.K.I. Jakarta
    209. Universitas Islam Attahiriyah Prop. D.K.I. Jakarta
    210. Universitas Ibnu Chaldun Prop. D.K.I. Jakarta
    211. Akademi Kebidanan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
    212. Akademi Keperawatan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
    213. Akademi Perikanan Wachyuni Mandira Prop. Sumatera Selatan
    214. Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma Prop. Sumatera Selatan
    215. Akademi Akuntansi Unggulan SMB Palembang Prop. Sumatera Selatan
    216. STKIP Sera Prop. Sumatera Selatan
    217. Politeknik Wilmar Busnis Indonesia Prop. Sumatera Utara
    218. Politeknik Yanada Prop. Sumatera Utara
    219. Politeknik Trijaya Krama Prop. Sumatera Utara
    220. Politeknik Tugu 45 Medan Prop. Sumatera Utara
    221. Politeknik Profesional Mandiri Prop. Sumatera Utara
    222. Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai Prop. Sumatera Utara
    223. Akademi Kebidanan Dewi Maya Prop. Sumatera Utara
    224. Akademi Kesehatan Lingkungan Binalita Sudama    Prop. Sumatera Utara
    225. Akademi Kebidanan Jaya Wijaya Prop. Sumatera Utara
    226. AMIK Intelcom Global Indo Kisaran Prop. Sumatera Utara
    227. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Medan Prop. Sumatera Utara
    228. AMIK Stiekom Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
    229. Akademi Sekretari Manajemen Lancang Kuning Prop. Sumatera Utara
    230. Akademi Teknologi Lorena Prop. Sumatera Utara
    231. Akademi Manajemen Gunung Leuser Prop. Sumatera Utara
    232. Akademi Pertanian Gunung Sitoli Prop. Sumatera Utara
    233. Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
    234. Sekolah Tinggi Kelautan Dan Perikanan Indonesia Prop. Sumatera Utara
    235. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riama Prop. Sumatera Utara
    236. Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana Prop. Sumatera Utara
    237. Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa Prop. Sumatera Utara
    238. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Benteng Huraba Prop. Sumatera Utara
    239. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
    240. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
    241. STKIP Riama Prop. Sumatera Utara
    242. Universitas Setia Budi Mandiri Prop. Sumatera Utara
    243. Universitas Preston Indonesia Prop. Sumatera Utara
 
 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

JOKOWI-AHOK SANG PENAKLUK

Jakarta--Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Dodi Ambardi menilai Gubernur Joko Widodo, bersama Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama "Ahok" , memiliki gaya kepemimpinan yang unik. Mereka dinilai berhasil menjadi pemerintahan yang bisa menaklukan legislatif dengan cukup mudah. "Dia memenangkan hati publik dan mengalahkan DPRD dengan mudah," katanya kepada Tempo.

Dodi menilai, kepemimpinan Jokowi-Ahok di Jakarta menjadi contoh baru bagaimana seharusnya sikap eksekutif dalam menjalankan pemerintahan. Mereka dinilai bisa meyakinkan wakil rakyat untuk bisa mengikuti agenda yang dijalankan oleh pemerintah dengan baik. "Dan memang Jokowi mampu melakukan itu," ujar dia.

Dodi pun memberikan kredit tersendiri kepada Ahok dalam hal menaklukkan DPRD. Gayanya yang cenderung konfrontatif dinilai sebagai gaya berbeda dari yang selama ini diketahui publik. Bagi kalangan tertentu, sikap konfrontatif Ahok dinilai tidak sopan karena DPRD adalah mitra kerja dari pemerintah.

Tapi bagi masyarakat kelas menengah ke atas dan kaum terpelajar, sikap Ahok menarik untuk diperhatikan. Soalnya, sikap tersebut mampu memberikan hawa baru untuk gaya kepemimpinan di Indonesia. Bahkan sikap itu disebut Dodi membuat citra Ahok yang kurang disukai menjadi orang yang menarik untuk diperhatikan.

"Dan dia selalu mengejutkan dengan pernyataan dan gayanya," kata Dodi. Bahkan, kata dia, Ahok juga kerap menantang DPRD untuk membahas secara terbuka program-program yang dimiliki pemerintah saat hendak mengajukan Hak Interpelasi. "Tapi Ahok malah menantang dan bilang "Apa sih mau interpelasi segala, belagu!". Mana ada politisi yang berani seperti itu"" lanjutnya.

Secara politik, Dodi menilai Jokowi-Ahok telah berhasil memenangi hati publik. Hal itu berbeda dengan kondisi yang dihadapi oleh pemerintah pusat saat berhadapan dengan DPR RI. Rencana pemerintah menaikkan harga BBM kerap maju mundur saat politikus Senayan berteriak-teriak menolak rencana tersebut. Bahkan Setgab yang dibentuk untuk memuluskan program pemerintah juga tidak berjalan secara efektif.

"Tapi Jokowi-Ahok datang, DPRD Jakarta kalah dengan mudah dan tidak berkutik, itu kan prestasi besar," ujarnya. Keberhasilan itu dianggap satu dari beberapa keberhasilan eksekutif dalam menaklukan legislatif. Satu-satunya kepala pemerintahan yang juga berhasil menaklukkan legislatif adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. "Dia juga menantang DPRD dan menang, " kata Dodi.(Tempo-MaI)

 

Notice: Undefined variable: total_div in /home/maklumat/public_html/templates/jv_news_ii/html/com_content/section/blog.php on line 55

WAKTUNYA UNPAD BUKA SUARA

Sumedang, Perkembangan budaya menulis dikalangan dosen, karyawan maupun mahasiswa akan menjadi prestasi yang tersendiri bagi keberlangsungan budaya menulis civitas akademika. Kebiasaan menulis memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas intelektual seseorang. Berkaitan dengan itu, Unit Pelayanan Teknis Hubungan Masyarakat Universitas Padjajaran (UPT Humas UNPAD) menyelenggarakan kegiatan dengan tema "Penyerahan Anugrah Rucita Wicara & Rucita Aksara" di Bale RUCITA Gedung Rektorat Lantai 1, UNPAD Kampus Jatinangor (10/1).

Menurut Kepala UPT Humas UNPAD, Weny Widyowati mengatakan bahwa sebagai bentuk apresiasi UNPAD atas tulisan dan kesediaan sebagai narasumber wawancara yang muncul di media cetak baik lokal, regional maupun nasional, maka diselenggarakan kegiatan ini. Anugrah Rucita Aksara diberikan kepada para penulis artikel opini atau feature yang aktif, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa. Sedangkan Anugrah Rucita Wicara diberikan kepada dosen yang aktif menjadi narasumber wawancara media dari sisi kepakaran yang bersangkutan.

"Tujuan dari penyelenggaraan ini adalah sebagai media publikasi yang informatif dan bentuk pencitraan UNPAD dimata publik, melalui apresiasi kepada insan pers dan penulis UNPAD, serta untuk memberikan motivasi bagi civitas akademika untuk aktif menulis di media massa", tegasnya.

Sedangkan menurut Rektor UNPAD, Prof. DR. Ir. Ganjar Kurnia mengatakan bahwa kata RUCHITA diambil dari bahasa Sunda yang memili arti kreatif. Bale Ruchita berarti Bale untuk meningkatkan kreatifitas di kalangan dosen dan mahasiswa UNPAD. Tahun ini UNPAD mencanangkan 918 orang dosen melakukan penelitian, 150 orang mempublikasikan jurnal ilmiah tingkat nasional dan 100 orang untuk jurnal internasional.

"UNPAD menganggarkan dana 10-11 miliar untuk penelitian para dosen tahun ini", tegasnya.

Peraih terbanyak penyerahan Anugrah Rucita Kategori Narasumber Kepakaran (Rucita Wicara) urutan pertama diraih oleh Yesmil Anwar dari Fakultas Hukum,  kedua oleh I Gede Pantja Astawa dari Fakultas Hukum dan ketiga oleh Nina Herlina Lubis dari Fakultas Ilmu Budaya.

Kategori Dosen Penulis Artikel (Rucita Aksara) urutan pertama diraih oleh Asep Sumarya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kedua oleh Romli Atmasasmita dari Fakultas Hukum dan ketiga oleh Dede Mariana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sedangkan Kategori Mahasiswa Penulis Artikel (Rucita Aksara) diraih oleh Asep Salahudin dari Pascasarjana, Iding R. Hasan dari Pascasarjana dan Mu'amar Wicaksono dari Fakultas Hukum.

Kategori Dosen Penulis artikel dan Kategori Narasumber Media diberikan piala dan uang kadeudeuh sebesar 5 juta untuk peringkat pertama, 4 juta peringkat dua dan peringkat tiga sebesar 3 juta rupiah.

Kategori Mahasiswa Penulis Artikel diberikan piala dan uang kadeudeuh sebesar 3 juta bagi peringkat pertama, 2 juta untuk peringkat kedua dan peringkat ketiga sebesar 1 juta rupiah.(Novi/MaI)

 
 

Halaman 9 dari 48

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com