Mencari Dakwah yang Tepat,karena Islam Bukan Teroris

Cetak

LAST_UPDATED2 Sabtu, 17 Desember 2011 20:19

Menyusul banyaknya tuduhan terhadap pergerakan umat Muslim sebagai agama kekerasan,para tokoh agama di Kabupaten Bandung bekerjasama dengan Lembaha Kajian Independen melakukan diskusi yang bertema, Mencari Solusi Metode Dakwah yang Tepat,acara yang dihadiri lebih dari dua orang aktivis dan pengurus Persis ini dilaksanakan  di Komplek Pesantren Persis 167, Jl. Raya Sukamenak, Desa Sukamenak, Kec. Margahayu, Kab. Bandung.

Menurut Ketua Panitia, Taufik Awwaludin, S.Pd PD Persis sengaja kembali menjalin kerjasama dengan LKI dalam memberikan pencerdasan kepada umat tentang salah satu aspek ajaran Islam.Dengan adanya diskusi ini dapat memberikan pemikiran yang konstruktif terhadap metode dakwah selama ini dan di masa yang akan datang, yang bermanfaat bagi kemajuan umat dalam mengimplementasikan Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin)” paparnya.

Wawan Wanisar,Direktur Lembaga Kajian Independen. mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menepis pemikiran sebagian orang yang mengaitkan radikalisme dan terorisme erat kaitannya dengan Islam. Karena selama ini Islam kerap dicap sebagai agama radikal,Wawan berhafrap dengan adanya Diskusi ini para ulama dan para pemimpin umat Islam bisa mencerahkan Umat untuk mengedepankan Dakwah dan Diskusi dalam menghadapi perbedaan pendapat dan pandangan dalam beribadah.Wawan berharap hasil dari diskusi ini bisa membawa nilai positif bagi Kemajuan Islam kedepan,tegasnya.

Dalam Diskusi Sore tadi  Latif Awwaludin,salah seorang pembicara mengatakan,Dakwah yang tepat harus menerapkan metode dan cara yang tepat dan Dakwah tidak boleh dilakukan dengan kekerasan dan harus simpatik tanpa kekerasan.Sementara pembicara lain,Arifin Kosasih menambahkan,Perbedaan gerakan dakwah disebabkan oleh perbedaan manhaj,kurikulum dakwah, dan metode.Kosasih berharao tindak lanjut dari pertemuan ini harus ada aksi yang jelas berupa dakwah untuk kesejahteraan umat.

Sementara itu,salah seorang pimpinan Islam Garis Keras dari Front Pembela Islam jabar,Asep Syarifudin mengatakan,Kemenangan dakwah tidak diukur dari banyaknya pengikut, tapi bagaimana ada dampak perubahan di masyarakat, yaitu mengikuti aturan Islam Karena berdakwalah sesuai dengan ketentuan Allah SWT dan rasul-Nya.Sedangkan salah seorang Mantan Panglima Jemaah Islamiyah Wilayah Jawa Tengah atau Mantiqi II,Ustad. Ir. Hadi Surya mengajak Revitalisasi cinta terhadap tanah air dapat mencegah radikalisme dan terorisme.Serta Umat yang sempurna telah mengantarkan umatnya menjadi 'ummaton wasaton' (umat pertengahan), yakni masyarakat yang melekat padanya sikap keutamaan dan adil.Sebab munculnya radikalisme yang utama, yaitu kedangkalan terhadap pemahaman ajaran Islam dan sikap berlebihan dalam menegakkan jihad fisabilillah.

Pada diskusi tadi,masing-masing pembicara dan peserta Diskusi yang sebagian besar kaum adam berharap kedepannya,Dakwah umat Islam  sudah tidak tepat lagi dengan cara-cara kekerasan,karena Islam adalah agama Rahmat bagi semua alam dan Aksi sweeping ormas Islam terhadap penyakit masyarakat tidak tepat karena hanya akan menimbulkan fitnah bagi ormas Islam lain yang berbeda pendekatan dakwahnya. (Gumi Gibran/Mal)


Newer news items:
Older news items: