Menepis Persepsi Islam Teroris

Cetak

Minggu, 18 Desember 2011 09:38

JARING ketakutan yang ditebar kelompok teroris membuat tak nyaman umat Islam. Cap radikal dan aksi kekerasan pun hinggap dan tertuju pada Kaum Muslim.Kaitan antara gerakan kelompok tersebut dengan Islam telah digeneralisasikan sebagian besar negara barat yang menuduh  Islam identik dengan teroris dan kekerasan.

Bahkan banykanya kedjadian yang meluluhlantakan nilai kemanusiaan itu, membuat pemikiran dari otoritas keamanan negara untuk mengawasi metode penyampaian dakwah dari seluruh pesantren di Tanah Air.  Meski cara pandang itu tidak elok dilakukan, mengingat ajaran yang disampaikan setiap pesantren adalah bersumber dari ruh Islam yang merupakan rahmat bagi sebagian alam.

Untuk menangkal isu tersebut, Pengurus Daerah (PD) Pemuda Persis Kabupaten Bandung, bekerja sama dengan Lembaga Kajian Independen (LKI) tergerak melaksanakan Silaturahmi dan diskusi Alim Ulama se-Kabupaten Bandung. Dengan tujuan, menghilangkan sentimen negatif terhadap Umat Islam.

Adapun  tema yang diangkat dalam Diskusi yang dilaksanakan di Komplek Pesantren Persis No 167 Margahayu,Kopo Kabupaten Bandung adalah  ‘Mencari Solusi Metode Dakwah yang Tepat’,Bertindak sebagai  narasumber yakni, Dewan Tafkir PP Persis Latif Awaludin, MA, Pengamat Dunia Islam Ahmad Arifin Kosasih, Koordinator Aliansi Pergerakan Islam Jabar Asep Syarifudin, SH, dan mantan Aktivis Jamaah Islamiyyah, Ir Hadi Surya sepakat mengubah paradigm dakwah sesuai tuntunan Islam yang rahmatan lil alamin.

Sehingga melalui ikhtiar ini mampu menepis pemikiran sebagian kalangan yang mengaitkan radikalisme dan terorisme dengan Islam.  Karena dengan pemikiran yang mendalam, berbagai solusi  metode dakwah yang tepat bagi kemajuan Islam dan Agama Islam di masa akan dating bakal ditemukan.(Mansyur/Mal)


Newer news items:
Older news items: