Kapolda NTB Benarkan Ada 2 Korban Tewas di Pelabuhan Sape

Cetak

Sabtu, 24 Desember 2011 16:47

Kapolda Nusa Tenggara Barat Brigadir Jenderal Polisi Arif Wachyunadi membenarkan adanya dua korban tewas dalam pembubaran paksa blokade Pelabuhan Sape, Bima, Sabtu (24/12).

Kapolda menyatakan, polisi menangkap 39 orang, 25 pria dewasa, 6 anak-anak dan 5 perempuan. Polisi juga menangkap tiga orang yang diduga provokator, yakni HSN (DPO Polda Nusa Tenggara Timur), An alias Owen dan SBD, salah seorang PNS di Kabupaten Bima.

Menurut Arif, seharusnya demo dilakukan di areal pertambangan emas yang dipermasalahkan, bukan dilakukan di area publik seperti pelabuhan. "Apa yang dilakukan polisi sudah sesuai prosedur. Mulai dari pelayanan, pengendalian, penanggulangan hingga penindakan," ujar Arif.

Dua korban tewas bernama Syaiful, 23 tahun, dan Arif Rahman, 19 tahun. Keduanya warga Desa Sumi, Kecamatan Lambu. Selain korban tewas, juga ada 10 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bima.

Karena dibubarkan paksa, warga marah. Mereka melampiaskan kemarahan dengan membakar Polsek Lambu, sejumlah rumah dinas polisi, beberapa kantor dan fasilitas milik pemerintah.

Blokade Pelabuhan Sape dilakukan Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) sejak pekan silam. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Bima supaya mencabut SK 188 tentang  eksplorasi pertambangan emas di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.

Mereka mendesak supaya pihak kepolisian segera membebaskan Adi Supriadi yang ditangkap polisi sebulan lalu karena dugaan provokator dalam aksi unjuk rasa yang berakibat pada pembakaran Kantor Camat Lambu.(Ian/Mal)


Newer news items:
Older news items: