You are here:

Menyikapi Konflik Sunni - Syiah Dalam Perspektif Kepentingan Nasional Umat Islam

PDFCetakEmail

Maklumat-Independen.Com - Konflik berdarah di Irak dan Suriah yang dimotori oleh Kekuatan ISIS telah menjadi keperihatianan dunia dan menjadi kekhawatiran akan berpengaruh ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Menyikapi hal itu, maka pada sejumlah tokoh Ormas Islam berkumpul di Hotel Patra, Jl. Ir.H.Juanda No.132, Dago Kota Bandung berlangsung FGD (Focus Group Discussion) Konflik Sunni-Syi'ah Dalam Perspektif Kepentingan nasional, dengan penyelenggara dari Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (LKKPH) Neraca.

Tujuan dari penyelenggaraan diskusi ini adalah menyamakan persepsi bahwa perbedaan adalah rahmat dan jangan karena perbedaan menghilangkan persaudaraan dan berkonflik, terlebih di saat Bulan Ramadhan. Umat Islam Indonesia ikut berperan dalam mendirikan NKRI dan berkewajiban untuk memelihara keutuhan dan kedamaian NKRI.

Bagus Setiawan yang bertindak sebagai salah seorang panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa konflik sunni-syi'ah merupakan permasalahan internasional yang memiliki variabel-variabel lain di luar aqidah. "Dalam konteks Indonesia, dimana negara memberi jaminan kepada seluruh warga negara untuk menjalankan ibadah dan keyakinan masing-masing, maka tidak perlu ada konflik terbuka antara kedua aliran ini bila kita memahami perbedaan adalah rahmat dalam Islam." ungkapnya.

Sementara itu,  Ustadz Suryana Nurfatwa dari Pagar Aqidah/Gardah mengatakan bahwa Konflik Sunni-Syi'ah akarnya dari pemahaman dan bukan dari konflik kekuasaan.

Ustadz Hari Nugraha, S.Si  dari Komite Peduli Umat Bandung/KPUB menilai adanya isu adu domba umat dan dapat saja dimanfaatkan oleh pihak lain. "Pergerakan kelompok Komunis memanfaatkan konflik Sunni-Syi'ah. Kita harus waspada bahwa konflik Sunni-Syi'ah di Indonesia selalu dimanfaatkan oleh kelompok kepentingan yang ingin membuat kaum muslim terpecah belah."



H. Dede Sumpena selaku Ketua Pagar Nusa Kabupaten Bandung) mengatakan bahwa kaum Syi'ah dan Sunni sudah harus taat dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan di Indonesia. NKRI jangan dirusak oleh kelompok-kelompok yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. "Kita buat format bersama dan kita sampaikan kepada pemerintah bahwa kita ini selalu damai dengan siapapun dan agama apapun selama tidak mengusik." Pungkasnya.

Hal senada diungkapkan oleh H. Deni Sholahudin dari Pemuda PERSIS yang mengatakan bahwa Orang timur tengah dulu ketika berbeda membaca bacaan,mereka langsung ke tengah dan cabut pedang. "Kita sekarang di Indonesia agak meredam karena Syi'ah di Indonesia belum kuat. Kalau membahas Syi'ah harus juga membahas Sunni dan itu butuh waktu puluhan tahun." Paparnya.

Acara diakhiri dengan kesepakatan bersama bahwa para peserta sepakat untuk menjaga kedamaian dan persatuan umat Islam Indonesia wajib dijaga dengan mengedepankan dialog dan menyadari bahwa perbedaan adalah rahmat dari Alloh Swt.

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com