PRABOWO-HATTA DIPREDIKSI UNGGUL DI JABAR

Cetak

LAST_UPDATED2 Ditulis oleh AdminMaI.Com Jumat, 04 Juli 2014 22:16

Bandung (MaI) Pada pemilu 2014,  PDIP menjadi jawara dengan meraih suara 19,63%. Apakah dgn jawaranya PDIP di Jawa Barat akan memenangkan Pasangan Jokowi-Jk di Jawa Barat?. Jawa Barat merupakan lumbung Suara dan tempat pertarungan sebenarnya bagi para Capres-Cawapres.

 

Jika dilihat dari perolehan suara partai pendukung dapatlah disimpulkan bahwa total Suara koalisi PDIP, NASDEM, PKB, Hanura, PKP di Jawa Baratadalah 37,99%. Sedangkan Kubu pendukung Prabowo-Hatta meraih suara 52,9%.  Dengan demikian, Pasangan Prabowo Hatta lebih unggul dibandingkan dengan pasangan Jokowi-JK.

Demikian diungkapkan Darwin Siddiq dari Lembaga Studi Demokrasi Indonesia LSDI di Bandung kemarin (3/6) di salah satu rumah makan di pusat Kota Bandung.

“Hasil analisis Studi Komparatif yang dilakukan Lembaga Studi Demokrasi Indonesia LSDI, Pasangan Prabowo-Hatta diprediksi unggul di Jawa Barat dengan meraih dukungan suara dari 55 - 60% sedangkan pasangan JOkowi JK meraih suara 35 - 48%”, ungkap Ketua Lembaga Studi Demokrasi Indonesia, Darwin Siddiq.

Hal ini didsarkan pada perolehan suara partai pendukung pada Pemilu Legislatif lalu dimana total Suara koalisi PDIP, NASDEM, PKB, Hanura, PKP di Jawa Baratadalah 37,99%. Sedangkan Kubu pendukung Prabowo-Hatta meraih suara 52,9%.  Dengan demikian, Pasangan Prabowo Hatta lebih unggul dibandingkan dengan pasangan Jokowi-JK.

Selain itu juga Kekuatan Dukungan Kepala Daerah di Jawa Barat terdapat 27 kabupaten-Kota, dengan identifikasi pemetaan sebagai berikut; Kepala daerah yang berasal dari  partai Pendukung Jokowi-JK (PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, PKP) antara lain; Kuningan (Utje Hamid Suganda), Subang (Ojang Suhandi), Bandung Barat (Abu bakar), dan Majalengka (Sutrisno),

Sedangkan pada Kubu Prabowo-Hatta Kota Tasikmalaya (Budiman/PPP), Kabupaten tasikmalaya (UU Ruzhanul Ulum/PPP), Kota Bandung (Ridwan Kamil/Gerindra), Kabupaten Garut (Rudy Gunawan/Gerindra), Kota Depok (Nurmahmudi Ismail/PKS), Kota Cimahi (Aty Suharti/PPP), Kabupaten Bandung (Dadang M Nasser/ Golkar), Kab Karawang (Ade Swara/Gerindra), Kota bogor (Bima Arya /PAN), Kota Bekasi (Rahmat Efendi/PKS), Kab Purwakarta (Dedy Mulyadi /Golkar), Kota Cirebon (Ano Sutrasno/Golkar)
dan Gubernur Jawa Barat (Ahmad Heryawan/PKS) wakilnya Dedy Mizwar (PPP)

Ditambah lagi, daerah lain yang berasal dari partai Demokrat. Kalau melihat kader partai yang berkuasa di daerah masing-masing, maka kubu Prabowo-Hatta lebih unggul dibandingkan dengan Kubu Jokowi-JK di Jawa Barat.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah Ketokohan Jokowi dan JK di Jawa Barat kurang dikenal secara baik dan luas. Hal ini disebabkan karena kedua tokoh ini kurang berperan dalam karirnya di Jawa Barat, sehingga untuk membalikkan suara pemilih parpol di Jawa Barat akan relatif sulit. Suara JK-Wiranto di Jawa Barat pada PILPRES  tahun 2009 hanya 11%. Sedangkan dalam Pilgub Jawa Barat tahun 2013 lalu, dimana Jokowi menjadi Jurkamnya Oneng, ternyata hanya meraih suara 28% dan gagal jadi pemenang.(RED MaI.com)


Related news items:
Newer news items:
Older news items: