You are here:

SENI UKIR LOGAM DAN KAYU ASAL CIWIDEY KAB. BANDUNG

PDFCetakEmail

BANDUNG (MaI.com) Kesenian tradisional Bangsa Indonesia saat ini masih tetap bertahan, sekalipun arus perubahan dan globalisasi terus menerpa setiap sisi kehidupan Bangsa Indonesia, sehingga membawa pengaruh besar bagi nilai-nilai tradisi dan cara hidup masyarakat kita.

Seni ukir logam dan kayu sebagai salah satu unsur kesenian tradisional pun masih tetap ada. Keberadaannya masih tetap lestari karena tidak jarang didasari oleh kesadaran untuk mempertahankan nilai leluhur dan keinginan menyalurkan hobi.

Hal inilah yang sedikitnya tergambar, saat rombongan kontributor MaI.com (6/9/14) mendatangi rumah Eep Surahman di Jl. Nangkerok, Mekarlaksana RT 01 RW 13, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kab. Bandung, Jawa Barat.

Di rumah kediaman yang merangkap sebagai galeri seni ukir logam dan kayu inilah, Eep yang dibantu oleh putra dan saudaranya, membuka usaha tersebut dengan nama “Pusaka Rama”.

“Kami membuka usaha ini sudah lebih dari enam puluh tahun” ungkap Eep membuka pembicaraan. Usaha ini merupakan warisan dari kakek buyutnya. Aki Padma yang merupakan kakek buyut Eep, adalah salah seorang pengrajin alat-alat dari besi dan logam lainnya (pandai besi). Aki Padma dikenal sebagai salah seorang empu di daerah Ciwidey yang terkenal saat itu. Bakat dan usahanya diwariskan pula oleh Eep dan ayahnya. Dari ayahnya pula, ia mengembangkan usaha mengukir logam dan kayu sebagai pelengkap alat-alat dari besi dan logam yang dibuatnya.

“Senjata tradisional juga kami buat disini, seperti keris dan kujang pusaka. Kami pun banyak membuat pesanan alat-alat pertanian, samurai, berbagai jenis pedang, aneka golok sebagai pesanan dari dalam maupun luar negeri” papar ayah dari empat orang putra ini.

Banyak pesanan yang kini sudah menjadi koleksi lembaga maupun para tokoh. “Saya pernah mendapat pesanan dari berbagai kalangan, seperti Dede Yusuf saat menjabat Wagub Jabar, Bupati Bandung, Universitas Padjadjaran, Pemprov Jabar, Museum, para kolektor seni benda pusaka, bahkan pesanan dari pengusaha asal Malaysia” paparnya.

Ia berharap usahanya kian berkembang, sehingga nilai-nilai kesenian tradisionalnya pun ikut terlestarikan. Oleh karena itu, ia mewariskan pengetahuan dan keterampilan seni ukir logam dan kayu tersebut pada putera dan keponakan. “Putera saya lebih mengembangkan sisi bisnis dari usaha ini, sedangkan untuk tekniknya lebih dikuasai oleh keponakan saya” katanya mengakhiri pembicaraan kami malam itu. (Red/MaI.com)

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com