You are here:

NGAROT, FESTIVAL BUDAYA JAWA BARAT

PDFCetakEmail

Indramayu, Upacara adat ngarot di Desa Lelea Kabupaten Indramayu sudah ada sejak abad ke-17 (sekitar tahun 1646) oleh Ki Tapol, Kepala Dusun Lelea saat itu. Ngarot merupakan sebuah ungkapan syukur dalam pewarisan dan pelestarian budaya. Bahasa yang digunakan warga Desa Lelea adalah bahasa Sunda Lelea yang berbeda dengan bahasa Sunda di Wilayah Priyangan.

Ngarot berasal dari kata NGA-ROT (Bahasa Sunda) yang artinya meminum, yaitu upacara adat para Kasinom (muda-mudi) ketika musim hujan tiba, dimana para pemuda bersiap-siap untuk memulai menggarap sawah Kasinom yang telah diwakafkan oleh Ki Tapol dan Nyi Tapol untuk para Kasinom. Hasil panen dari sawah Kasinom kemudian dijadikan sebagai biaya untuk upacara adat Ngarot tahun berikutnya.

Upacara Adat Ngarot yang telah berlangsung ratusan tahun mengandung spirit gotong royong di antara masyarakat Lelea. Pelaksanaan Ngarot setiap hari Rabu minggu ke 3 di Bulan November. Hari Rabu merupakan hari keramat, Rabu dianggap hari baik untuk memulai menggarap sawah dan merupakan hari jadi Desa Lelea. Peserta Ngarot, terutama Kasinoman putri harus berstatus gadis (perawan) dan rangda elik yaitu janda tapi masih perawan.

Ngarot tahun 2012 diselenggarakan pada tanggal 28 November, dengan jumlah Kasinoman 209 orang terdiri dari 99 orang Kasinoman perempuan dan 110 orang Kasinoman laki-laki. Dalam upacara ini, Kasinoman putri  mengenakan pakaian kebaya dengan hiasan bunga-bunga pada bagian kepala dan untuk Kasinoman laki-laki dengan mengenakan pakaian serba hitam-hitam. Para Kasinoman ini diarak keliling kampung dengan iringan lagu-lagu khas dan hasil panen dari sawah Kasinom.

Upacara adat Ngarot juga didukung oleh 4 komunitas adat/budaya dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Subang dan Kabupaten Ciamis. Komunitas adat/budaya dari ke-4 daerah tersebut masing-masing membawa air dalam bambu yang kemudian disatukan dalam sebuah gentong yang melambangkan pemersatu antar daerah.  Selain itu ada juga pagelaran Seni Tari Topeng Indramayu dan lagu-lagu khas Indramayu.

Kepela Desa Lelea, Bapak Raidi membacakan Petuah Kolot Lelea yaitu : “Mikirun budak engkena kuma’a senajan boga arta kudu tetep usa’a, kur ngora ula poya-poya, kamberan kolotna ula sengsara dlema laki kerja ewena usa’a, neangan pekaya rukun runtut aturan agama kudu diturut, slamet dunya jung akheratna”. Petuah tersebut merupakan pegangan bagi masyarakat Lelea selama ratusan tahun yang lalu hingga sekarang.(Novi/MaI)


Newer news items:
Older news items:

Info Olahraga

LARANGAN JILBAB DALAM ASEAN GAMES 2014 SEOUL (REUTERS/MaI.com) Informasi tak sedap muncul dari pertandingan Asean Games 2014, larangan menggunakan jilbab menyebabkan beberapa atlet mengundurkan diri dari cabang olahraga yang mereka geluti. Salah satunya tim putri bola basket asal Qatar yang resmi mengundurkan diri karena beberapa pemainnya menggunakan jilbab....
Baca selengkapnya...
GELORA BANDUNG LAUTAN API BANDUNG (MaI) Vladimir Vujovic,...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Entertainment

AVENGERS GEBRAK INDONESIA JAKARTA (MaI.com) Banyak sekali...
Baca selengkapnya...
SATU NASYID, PERSEMBAHAN PERTAMA BANDUNG (MaI.com) 22 Maret 2004...
Baca selengkapnya...
JIKA BINTANG K-POP JADI TENTARA SEOUL (MaI.com) Semua pria dewasa...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Seks & Kesehatan

MENDADAK MEMAR JAKARTA (MaI.com) Tanpa disadari...
Baca selengkapnya...
PENTINGNYA AURANSI KESEHATAN Asuransi merupakan upaya memindahkan...
Baca selengkapnya...
MA-MIN YANG TURUNKAN KOLESTEROL Kolesterol dapat dikategorikan...
Baca selengkapnya...
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com