April 20, 2021

Habis Hanya Untuk Bayar Gaji, Anggaran Polri Rp 39,783 Triliun

DEPOK (MaI) - Tahun ini, pemerintah mengucurkan dana untuk oprasional Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebesar Rp 39,783 triliun. Jumlah tersebut naik sekitar Rp 8 Triliun dari anggaran tahun 2011, yang mencapai Rp 31,261 triliun. Diharapkan kenaikan Rp 8 miliar ini, Polri akan mampu mengatasi masalah hukum dan keamanan dalam negeri yang saat ini masih menjadi kekhawatiran banyak pihak.

BPKB dan STNK Palsu Beredar di Bandung

STNK Palsu

Bandung (MaI)

Hati-hati jika melakukan jual beli mobil bekas di kota Bandung,karena BPKB dan STNK Palsu kini beredar di Kota Kembang,setelah Jajaran Kepolisian Kota Bandung berhasil membongkar kasus pemalsuan Bukti Pemilik an Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) abal-abal alias palsu. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 900 BPKB dan STNK.

Sebagian besar,surat-surat palsu tersebut para tersangka membuat surat-surat palsu untuk mobil-mobil mewah diantaranya Toyota Fortuner, Honda Jazz, dan berbagai merek lainnya.

Modus yang dilakukan dalam pemalsuan surat-surat tersebut adalah dengan cara mengambil kredit melalui perusahaan-perusahaan pembiayaan. Setelah disetujui, barulah sindikat tersebut memalsukan BPKB kendaraan yang belum diberikan karena belum lunas.

Aparat kepolisian menduga sejumlah mobil mewah yang memiliki BPKB dan STNK palsu diindikasikan sebagai mobil curian.

"Kalau mobil bekas tanpa STNK dan BPKB, ada indikasi itu adalah mobil curian. Kita akan terus melakukan pemeriksaan dan bekerja sama dengan Polres-Polres lainnya seperti Bogor dan juga Polda Metro Jaya karena dari data tersebut, banyak yang berpelat nomor B," kata Kabag Humas Polrestabes Bandung Endang Sri Wahyu Utami saat ekspose barang bukti pemalsuan BPKB dan STNK Kendaraan di Mapolsekta Astana Anyar, Kamis (16/2/2012).

Sementara itu, kerugian dari aksi sindikat pemalsu BPKB dan STNK ini, ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Pasalnya pelaku biasa menjual Rp10 juta untuk BPKB saja, sementara mobil dijual dengan harga sesuai pasaran.

Dalam kasus tersebut, para pelaku bisa dijerat dengan pasal 263 dan 264 dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara. Kini, empat pelaku ditahan dan diamankan di Mapolsekta Astana Anyar. Sementara dua orang lainnya masih dalam pengejaran.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menahan empat tersangka pelaku pemalsuan BPKB-STNK kendaraan. Dua di antaranya adalah pasangan suami-istri. Jajaran kepolisian berhasil membongkar kasus pemalsuan  Bukti Pemilik an Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) abal-abal alias palsu. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 900 BPKB dan STNK. Wah...

(Wanisar/MaI.com)

Jaringan Prostitusi Kelas Atas Dibongkar Polisi

Prostitusi

Cirebon (MaI)

Jaringan Prostitusi kelas atas dibongkar Polresta Cirebon.Saat dilakukan digerebegen Petugas mengamankan empat pelaku, yakni tiga perempuan dan seorang pria yang masing-masing berperan sebagai mucikari, perantara dan PSK. Mereka diciduk dari sebuah hotel di Jalan Wahidin, Kota Cirebon.

Keempat pelaku adalah E (25) pria asal Bandung yang berstatus sebagai mucikari, Nn (20) asal Bandung status PSK, serta RD dan ST yang berstatus sebagai perantara.

menurut keterangan Kasatreskrim Polresta Cirebeon AKP Didik Purwanto,Jaringan prostitusi ini membidik pelanggan dari kalangan atas. Mereka menggunakan hotel berbintang di Kota Cirebon, sebagai tempat chek in.

Didik mengaku kesulitan membongkar jaringan yang diduga telah beroperasi lama di Kota Cirebon ini. "Dalam menjalankan bisnisnya ini, para pelaku menggunakan telepon genggam," ujar Didik.

Modus yang digunakan, kata Didik, jika ada pelanggan yang menghubungi sindikat ini, E yang berperan sebagai mucikari menghubungi kembali si pelanggan untuk tawar menawar harga. Setelah harga disetujui, salah satu dari kurir mengantar PSK ke kamar hotel yang sudah disepakati. "Untuk sekali transaksi tarifnya Rp1 juta-Rp2 juta," kata Didik.

Dia menyebutkan, ada empat hotel berbintang yang sering dijadikan tempat chek in, yaitu hotel H, P, Z dan B. Saat penggerebegan, Kamis (16/2/2012) pagi, pelanggan PSK berhasil kabur. "Kemungkinan razia kita tadi pagi (kemarin) bocor, sehingga pelanggan kabur," tambah Didik.

Saat ini, keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang pemeriksaan Reskrim Polres Cirebon Kota. "Kami menduga, jaringan mereka masih besar," tandas Didik.

(Yono/MaI)

Anak Punk Penjual Narkoba Dibekuk Polisi

Punk

Ciamis (MaI)

Dua orang anak punk diciduk jajaran Sat Narkoba Polres Ciamis, Jawa Barat, karena ketangkapa tangan mengedarkan ribuan butir obat penenang khusus untuk orang gila. Modusnya,kedua pelaku biasanya mengedarkan obat tersebut hanya dikalangan komunitas punk dan para pelajar dengan harga Rp 5 ribu untuk setiap dua butir pil tersebut.

Kedua Remaja tersebut masing-masing bernama Dadang dan Nana, keduanya remaja tanggung warga Kecamatan Padaherang, Kabupaten Ciamis ini.Kedua remaha ini terpaksa berurusan dengan pihak berwajib, saat keduanya melakukan transaksi obat penenang yang biasa dikonsumsi oleh orang yang menderita kelainan jiwa. Dari tangan para pelaku, petugas menemukan ribuan butir pil dengan merek Perkinal yang merupakan obat penenang khusus bagi orang yang menderita stres berat.

Kepada petugas, kedua pelaku anggota komunitas anak punk ini, mengaku mendapatkan ribuan pil obat penenang tersebut dari seorang temannya di Cirebon, Jawa Barat, yang juga masih anggota komunitas anak punk. Bahkan saat sedang menjalani pemeriksaan, kedua pelaku  tampak masih dalam pengaruh obat penenang sehingga saat mendapat pertanyaan dari polisi, keduanya tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan.

Sementara itu, obat penenang tersebut hanya bisa diperoleh dengan resep dari dokter dan biasanya dikonsumsi untuk para pasien yang mengalami gangguan jiwa maupun penderita stres berat. Kini barang bukti ribuan pil obat penenang dan dua pelaku diamankan di Mapolres Ciamis untuk penyidikan lebih lanjut.(Noval/MaI)

Nunun Kembali Diperiksa KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad memastikan tersangka kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004, Nunun Nurbaetie, tidak akan mendapat keistimewaan di mata hukum. Istri mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun itu tidak mendapatkan tempat istimewa, baik dalam pemeriksaan maupun penahanan.

Image
Maklumat Independen adalah berita online yang menyajikan informasi hangat seputar peristiwa dan perkembangan Ekopolisosbud. Di sini Anda bisa mendapatkan berita terbaru dari seluruh dunia dengan cepat.