Kejari Bandung Musnahkan 12 Ribu Botol Minuman Alkohol

 

miras

Bandung, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung menggelar pemusnahan barang bukti di halaman parkir belakang, di Jalan Jakarta, Rabu (17/7/2013). Sebanyak 12.546 botol minuman beralkohol dari berbagai merk dimusnahkan dalam kegiatan pemusnahan barang bukti ini dengan dilindas dengan alat berat (setum).

Botol-botol minuman tersebut merupakan barang bukti dari 2 perkara tindak pidana khusus yang telah diputuskan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Yaitu perkara dengan terdakwa Basmi Ginting yang telah diputus PN Bandung pada April 2013 dan perkara dengan terdakwa Berlin Silalahi yang diputus pada September 2012 lalu.

Rincian dari perkara Basmi Ginting terdiri dari 360 botol minuman alkohol golongan B Merk Anggur Gingseng Cap Rajawali isi 620 ml tanpa pita cukai, 8.809 botol MMEA Copacabana Anggur Gingseng Cap Rajawali kadar alkohol 15 persen tanpa pita cukai, 1.717 botol MMEA Copacabana Brandy V.S.O.P kadar alkohol 40 persen isi 350 ml tanpa pita cukai, 336 botol MMEA Vodka Copacabana alkohol kadar 40 persen isi 350 ml tanpa pita cukai. Dari perkara Basmi juga didapat 8.839 pita cukai bekas.

Sementara dari perkara Berlin Silalahi yaitu 720 botol munumal alkohol golongan B kadar 15 persen merk Kuda Mas ukuran 620 ml. Ribuan botol minuman yang telah dilatakkan pun kemudian dilindas setum hingga botol pecal. Secara simbolis, sebelumnya Kepala Kejari Bandung Febrie Adriansyah memecahkan botol dengan memukulkan ke badan setum.

"Hari ini kita musnahkan 12 ribu botol minuman keras dari beberapa perkara. Momentum ini pas dengan bulan Ramadan, untuk menekan kejahatan yang dipicu dari minuman keras," ujar Febrie.

Pemusnahan barang bukti ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa proses hukum selama ini berjalan dari hulu ke hilir. "Kami disini sebagai eksekutornya," katanya.

Dalam pemusnahan ini, hadir Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno serta Kepala Satpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara. (Hendra/MaI)