SOSOK WILIAM MAKSUM PIMPINAN SEL BANDUNG

Bandung, William Maksum, salah seorang yang ditangkap Densus 88 dengan tudingan terlibat dalam kelompok teroris, disebut-sebut anak dari anggota Dewan Fatwa MUI Pusat, Ade Suherman, yang kabarnya pernah menyusun fatwa tentang terorisme.

Menurut Ade Suherman  William Maksum itu anak pertama dari enam anak saya. Saya sendiri anggota Dewan Fatwa MUI Pusat yang ikut menyusun fatwa menentang terorisme," aku ayah William, Ade di rumahnya di Jalan Cikoneng, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu  petang 11 Mei 2013.

Dikabarkan, William disergap Densus di Cigondewah, Rabu lalu, tiga orang terbunuh dan seorang tertangkap hidup. William sendiri, menurut Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo, diciduk Densus di kawasan Cipacing, Sumedang, Rabu lalu.

Selain disebut-sebut sebagai anak dari anggota MUI, William juga disebut-sebut pernah aktif dalam acara pengajian yang digelar Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT) saat masih dipimpin Abubakar Ba'asyir beberapa tahun lalu.

Sang ayah, Ade Suherman, menerangkan, William adalah anak sulung dari enam bersaudara. William lahir pada 12 April 1983.William menempuh pendidikan sekolah dasar di Cikoneng. Selepas sekolah dasar, Ade mengirim si sulung ini sekolah ke Pesantren Gontor, Jawa Timur. "Tapi, setelah lima tahun di Gontor, dia saya tarik pulang ke Bandung dan saya masukkan ke sekolah menengah atas yayasan milik saya sendiri, Yayasan Darul Hikmah di sini (Cikoneng)," kata dia.

Setamat SMA, William kuliah S-1 di jurusan Sastra Inggris Institut Agama Islam Negeri atau kini Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati, Kota Bandung. Lulus S-1, William sempat mengikuti program S-2 di kampus yang sama.

Sekitar lima tahun lalu, William menikah dengan gadis pilihannya, Petra, kini 26 tahun. Pasangan muda ini kini sudah dikaruniai dua anak berumur 4 tahun dan 1,5 tahun. Setelah menikah, Ade memberikan keluarga kecil ini sebuah rumah di kompleks Bumi Sari Indah, Baleendah, Kabupaten Bandung.

Ade pun mengaku sempat meminta William menjadi pengajar honorer dan kepala bagian administrasi di sekolah Yayasan Darul Hikmah selama setahun sampai 2012 lalu. William, kata dia, juga pernah menjadi pedagang kaki lima berjualan kaus, jaket, dan barang konfeksi lainnya di lapangan Gasibu dan kawasan Bale Endah.

Saat dikonfirmasi MaI via telpon tentang kabar adanya anak anggota MUI Pusat yang ditangkap Densus 88, Aminuddin Yaqub (anggota Komisi Fatwa MUI Pusat) mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Nanti saya cek dulu, apakah ada nama Ade Suherman di MUI Pusat. Mengingat MUI itu memiliki banyak perwakilan di sejumlah daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kota, hingga kecamatan. Saya belum tahu itu,” ujarnya singkat. [Hendra/MaI]