Selamatkan Sawah Rakyat

Bandung, Berbicara mengenai pangan, maka tidak akan lepas kaitannya dengan peran Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD). Pada rangkaian acara bincang ekonomi umat "Selamatkan Sawah Rakyat" di Aula Redaksi HU Pikiran Rakyat pada Rabu (3/4), BKPD Jawa Barat yang diwakilkan oleh Kepala BKPD, Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si menyampaikan mengenai "Peran BKPD Mewujudkan Kedaulatan Pangan di JABAR". 

Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Jawa Barat, Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si menjelaskan tentang UU No. 18 Tahun 2012, UU yang telah disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  pada 17 November lalu ini berisi tentang Pangan.

UU ini merupakan pengganti dari UU No. 7 Tahun 1996 yang dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan dinamika perkembangan.
UU yang terdiri atas 17 bab dan 154 pasal ini mengatur masalah perencanaan pangan; ketersediaan pangan; keterjangkauan pangan; konsumsi pangan dan gizi; label dan iklan pangan; pengawasan; sistem informasi pangan; penelitian dan pengembangan pangan; kelembagaan pangan; serta peran masyarakat; dan penyidikan.

Dewi Sartika menjelaskan mengenai ketersediaan pangan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas ketersediaan pangan dan pengembangan produksi pangan lokal di daerah. Penyediaan pangan ini diwujudkan untuk memenuhi  kebutuhan dan konsumsi pangan bagi masyarakat, rumah tangga , dan perseorangan secara berkelanjutan. Sumber penyediaan pangan berasal dari produksi pangan dalam negeri dan cadangan pangan nasional.

Ada 4 standar pelayanan minimal bidang ketahanan pangan provinsi/kabupaten/kota, yaitu (1) ketersediaan pangan; (2) distribusi pangan; (3) penganekaragaman pangan; dan (4) menangani kerawanan pangan.

Isu strategis ketahanan pangan Jawa Barat ialah 9,66% masih dalah garis kerawanan pangan dan kemiskinan.
Konsumsi komoditas beras di Jawa Barat mengalami penurunan, tahun 2010 mencapai angka sebesar 108,93 Kg/kapita, di tahun 2011 menjadi 105,25 Kg/kapita dan 2012 menjadi 94,33 Kg/kapita, sementara negara di ASEAN hanya 60-70 Kg/kapita saja.

"Dulu kita harus makan 4 sehat 5 sempurna. Sekarang kita harus mengendalikan konsumsi beras, makanlah makanan yang beragam, bergizi dan seimbang. Perbanyak makan buah, sayur, protein hewani dan kacang-kacangan", ungkap Dewi.

Pencapaian visi BKPD dengan menekan jumlah desa/penduduk rawan pangan agar Jawa Barat bebas rawan pangan dan tercapainya kemantapan ketahanan pangan di Jawa Barat. Petani merupakan pelaku pembangunan, maka pemerintah harus meningkatkan kesejahteraannya.

"Ini adalah tanggung jawab bersama, karena alokasi pemerintah terbatas", ujar Dewi Sartika.(Novi/MaI)