April 20, 2021

Urgensi Media Penyiaran, Menuju Masyarakat Demokratis

Bandung (maklumat-independen.com) - Siapa yang tak mengenal televisi dan radio?. Media penyiaran menjadi sesuatu yang tak asing lagi di kalangan masyarakat. Kini masyarakat sangat akrab dengan kehadiran media penyiaran yang semakin mudah untuk diperoleh.

PIONIKOM, Ajang Meningkatkan Kreatifitas dan Sportifitas Mahasiswa

Maklumat-independen.com - “Tuk..tuk..tuk” Suara ketukan meja terdengar menandai acara PIONIKOM telah resmi dibuka. Pembukaan acara PIONIKOM yang langsung dipimpin oleh Pembantu Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi berlangsung di Aula FIDKOM (8/4). Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Tingkat Fakultas.

PEREBUTAN KURSI DI PTN NEGERI

Bandung, Berakhirnya tahun ajaran di SMA/sederajat maka tak akan luput dari ramainya siswa/siswi yang mendaftar ke perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Berkenaan dengan ini, 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Bandung yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (UNPAD), UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjelaskan masalah tersebut sesaat setelah acara "Jumpa Pers Sosialisasi SBMPTN 2013", di Executive Lounge, Gedung Rektorat Unpad Lt. 2  Jl. Dipati Ukur 35 Bandung pada Kamis (4/4).

Menurut Furqon, perwakilan dari UPI menungkapkan bahwa porsi kuota untuk SBMPTN minimal 30% untuk setiap program studi, dan 50% untuk setiap program studi dari jalur SNMPTN. Untuk total kursi yang disediakan UPI pada tahun 2013 ini sebesar 6.957 kursi, 3.481 untuk SBMPTN dan 2.084 untuk jalur mandiri (SNMPTN).

Furqon menambahkan megenai 5 jurusan yang banyak diminati calon mahasiswa yaitu, Jurusan PGSD, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Jurusan Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Jurusan Manajemen.

Mengenai biaya perkuliahan lebih lanjut Furqon mengatakan "Belum ada kepastian masalah ini, prinsipnya tidak ada kenaikan biaya kuliah", ujar Furkon. 

Sementara Kadarsah Suryadi, utusan dari ITB mengungkapkan bahwa kuota dari jalur mandiri (SNMPTN) sebesar 60% dan jalur SBMPTN 40%. Dengan jumlah total kursi sebanyak 3.560, untuk SNMPTN sebesar 2.136 kursi dan SBMPTN sebanyak 1.424.

Berkenaan mengenai fakultas yang banyak diminati, Kadarsah Suryadi mengatakan ada 3 yaitu (1) Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan; (2) Fakultas Teknik Industri; dan (3) Fakultas Teknik Elektro dan Informatika.

"Jika sebelumnya di ITB ada dana pengembangan yang dibayar dimuka, maka tahun ini ITB menggratiskan calon mahasiswa yang kurang mampu. Bagi yang mampu membayar antara 0-10 juta sesuai kemampuan orang tuanya", tegas Kadarsah Suryadi.

Sedangkan utusan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Afifuddin mengatakan bahwa UIN membuka kesempatan bagi calon mahasiswa dari 5 jalur, yaitu (1) jalur SNMPTN sebesar 25%; (2) jalur SBMPTN sebesar 15%; (3) jalur SPMB Undangan sebesar 25%; (4) jalur SPMB Tertulis sebesar 15%; dan (5) jalur mandiri UIN dengan kuota 20%. Kuota total yang disediakan UIN Bandung sebanyak 4.400 kursi.

Mengenai jurusan yang paling diminati pendaftar, Afifuddin mengatakan ada 5 jurusan yaitu, Jurusan Program Teknik Informatika, Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Jurusan Manajemen Psikologi, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Agama Islam.

"Diperkirakan tidak ada kenaikan SPP tahun ini, tahun lalu paling tinggi sebesar Rp. 3.200.000 mendapatkan semuanya bukan hanya SPP untuk semester pertama", ungkap Afifuddin saat ditanya mengenai biaya kuliah.

Sedangkan UNPAD, yang disampaikan oleh Engkus Kuswarno mengatakan bahwa kuota total tahun 2013 sebesar 6.018 kursi, dengan alokasi untuk SNMPTN 60% (3.733) dan SBMPTN 40% (2.095). UNPAD juga menyediakan kuota mandiri bagi mahasiswa internasional sebanyak 190 kursi yang diambil dari kuota SBMPTN.

Untuk jurusan yang banyak diminati, Engkus Kuswarno mengatakan ada 5, yaitu Ilmu Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, Farmasi dan Psikologi. Berkenaan dengan program "UNPAD Nyaah Ka Jabar" yang dirilis beberapa bulan lalu, Engkus mengahrapkan idealnya dari 42 prodi yang ada di UNPAD bisa terisi dari perwakilan 26 kota/kabupaten di Jawa Barat.

"UNPAD tidak ada kenaikan SPP, tidak ada dana pengembangan yang harus dibayar dimuka. Pola pembayarnya berbeda, dilakukan setiap semester", ucap Engkus.(Novi/MaI)

AYO KULIAH DI KAMPUS NEGERI

Bandung, Panitia Lokal Bandung - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 mengadakan "Jumpa Pers Sosialisasi SBMPTN 2013", di Executive Lounge, Gedung Rektorat Unpad Lt. 2  Jl. Dipati Ukur 35 Bandung pada Kamis (4/4).

Berdasarkan hasil pertemuan antara Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dengan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, ditetapkan bahwa Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi tanggung jawab pemerintah, sedangkan seleksi bentuk lain menjadi tanggung jawab MRPTNI.

Salah satu seleksi bentuk lain dari penerimaan mahasiswa baru itu adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pola seleksi bersama ini dilaksanakan serentak melalui ujian tertulis.

Menurut Sekretaris Eksekutif I, Asep Gana Suganda mengatakan SBMPTN sejalan dengan program pemerintah melalui Bidikmisi, peserta dari keluarga kurang mampu tapi memiliki prestasi bisa mengikuti seleksi tanpa biaya pendaftaran. Selain ujian tertulis adapula program studi ilmu seni dan keolahragaan dengan ujian keterampilan.

"SBMPTN 2013 diikuti 26 PTN seperti tahun sebelumnya, hanya saja tahun ini ada tambahan dari panitia lokal baru", ujar Asep.

Asep menjelaskan bahwa perbedaan SNMPTN 2012 dengan SBMPTN 2013 terletak pada (1) kelompok program studi, SNMPTN 2012 menggunakan istilah IPA/IPS, SBMPTN 2013 dengan istilah Saintek/Soshum; (2) kelompok ujian, SNMPTN 2012 ada IPA/IPS/IPC, di SBMPTN ada Saintek/Soshum/Campuran; (3) biaya, SNMPTN 2012 pada IPA/IPS Rp. 150.000 dan IPC Rp. 175.000, sedangkan SBMPTN untuk Saintek/Soshum Rp. 175.000 dan Campuran Rp. 200.000; dan (4) jumlah pilihan prodi, SNMPTN 2012 pada IPA/IPS hanya 2 prodi dan IPC 3 prodi, di SBMPTN 2013 Saintek/Soshum/Campuran bisa memilih maksimal 3 prodi.

"Karena seluruh peserta diberi 3 pilihan prodi, maka biaya pendaftaran naik. Dulu ada subsidi pemerintah, sekarang tidak ada", jelas Ketua Panitia SBMPTN, Furqon saat ditanya mengenai kenaikan biaya pendaftaran.
Sedangkan untuk pendaftaran SBMPTN dilakukan secara online di http://www.ujian.sbmptn.or.id sejak tanggal 13 Mei 2013 hingga 7 Juni 2013 dari pukul 08.00-22.00 WIB. Pelaksanaan ujian tulis pada tanggal 18-19 Juni 2013, dan untuk ujian keterampilan dilaksanakan pada tanggal 20 dan/atau 21 Juni 2013. Pengumuman hasil ujian pada 12 Juli pukul 17.00 WIB. Sedangkan tata cara pengisian pendaftaran ujian tertulisan dan keterampilan bisa diunduh di http://download.sbmptn.or.id mulai tanggal 30 April 2013.

Prosedur pembayaran SBMPTN bisa dilakukan melalui (1) Mandiri Internet; (2) Mandiri ATM; (3) Mandiri SMS; (4) Cabang Bank Mandiri; dan (5) Kantor Pos. Untuk informasi seputar SBMPTN dapat diakses melalui website resmi hhtp://www.sbmptn.or.id atau menghubungi call center di 08041456456.

Asep menambahkan bahwa untuk wilayah dan koordinator wilayah pelaksanaan SBMPTN dibagi 4, (1) wilayah I, Sumatera; (2) wilayah II, DKI, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY dan Kalimantan Barat; (3) wilayah III, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTB dan NTT; dan (4) wilayah IV, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua.

Kursi yang telah disiapkan dari jalur SBMPTN Panitia Lokal Bandung sebesar 40.000, untuk Saintek 14.500, Soshum 15.000 dan Campuran 10.500, dengan tersedianya 2.000 ruang serta 4.000 pengawas SBMPTN.

"Untuk peserta, kami himbau agar datang tepat waktu, 1 jam sebelum ujian dimulai", ujar Asep.

Untuk peserta yang memilih ujian keterampilan ada tambahan biaya sebesar Rp. 150.000/jenis ujian keterampilan dan dilakukan saat pembayaran seleksi ujian tertulis.(Novi/MaI)

YANG MUDA YANG BERKARYA

Bandung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung menggelar Seminar Kewirausahaan dan Training Motivasi. Dengan mungusung tema "Muda Berkarya dalam Berwirausaha, Membangun Diri, Membangun Negeri" dengan pembicara dari Muda Mulia, Kang Rendy yang dilangsungkan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Bandung Jl. A. H. Nasution No. 10 (9/3).

Menurut Aldi Ismail Fahmi, Mahasiswa Manajemen Dakwah sekaligus pengusaha muda "Fahmi Nyeuseuh, Cuci Motor & Helm" memberikan sedikit tips cerdik untuk merintis sebuah usaha. Karena bagi Aldi, menjadi wirausaha sukses banyak sekali cara cerdasnya yang tidak perlu mengeluarkan modal sepeser pun.

Aldi memperingatkan  jika ingin menjadi seorang wirausahawan maka hal pertama yang harus ditanam dalam berwirausaha adalah keberanian.

"Keberanian dalam berwirausaha membuat kami teringat Kolonel Harland Sander, penemu resep asli ayam goreng Kentucky Fried Chicken (KFC). Ia mulai merintis usaha waralaba itu dengan menjual ayam goreng dari pintu ke pintu", paparnya.

Ada 3 tips berwirausaha cerdas kata Aldi, (1) tanpa modal, seorang wirausahawan yang sukses bukanlah seorang pemodal besar, tapi pengelola yang baik. Tips ini dilakukan dengan mengajak bekerjasama dengan sahabat atau orang lain untuk merintis usaha; (2) tanpa bekerja, ajak sahabat-sahabat untuk bekerjasama membangun usaha jasa seperti pelatihan bahasa Inggris, kita menjadi pengelola dan sahabat kita yang menjadi staff pengajar; dan (3) tanpa barang, dengan cara memasarkan barang-barang dagangan milik teman.

Sedangkan menurut Kang Rendy, seorang Trainer Muda Mulia menjelaskan tentang 4 tipe orang, (1) fix employee, tipe orang yang menjual kualitas dirinya ke orang lain seperti artis yang tandatangan kontrak kerja; (2) self employee, tipe orang yang jika dirinya tidak usaha maka tidak menghasilkan uang seperti pedagang, dokter, pengacara dan lainnya; (3) buisness owner enterprenership, tipe ini memiliki sistem yang kokoh, bisa menghasilkan uang dengan ada atau tidak adanya dia; dan (4) investor, orang yang menanamkan modal.

Kang Rendy menjelaskan bahwa ada 3 tahap untuk membangun sebuah bisnis. Tahap pertama adalah Starting, pada tahap ini wirausahawan tahu apa yang akan dijual. Harus jelas Value-nya (nilai jual barang), harus ada Channel (jaringan/rekan) dan Who (target market dari barang/jasa yang kita jual). "Jika Value, Channel dan Who sudah ditemukan, maka bisnis Anda akan menghasilkan rupiah", paparnya.

Langkah selanjutnya adalah Running, tahap ini 4 sistem harus dibangun yaitu sistem Produksi/Operasi, Marketing, Finance, dan Human. "Dalam berbisnis harus sabar, jangan terburu-buru", ujarnya.

Langkah terakhir yaitu Growing, setelah sistem mapan maka usaha kita bisa dikembangkan. "Jika orang mau memilih produk Anda lagi, berarti produk Anda memiliki value",tegasnya (Novi/MaI)

Image
Maklumat Independen adalah berita online yang menyajikan informasi hangat seputar peristiwa dan perkembangan Ekopolisosbud. Di sini Anda bisa mendapatkan berita terbaru dari seluruh dunia dengan cepat.