Januari 21, 2021

BURUH BANDUNG RAYA UNJUK RASA DAN MOGOK NASIONAL

unras buruh bandung

BANDUNG RAYA (MaI.com) Ribuan buruh di kawasan Bandung Raya melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka mogok nasional buruh (monas)  (28/10/13).

Buruh dari sepuluh serikat kerja di Kabupaten Bandung mendatangi Kantor Pemkab Bandung yang berlokasi di Jl. Raya Alfathu, Kec. Soreang, Kab. Bandung. Awalnya buruh melakukan konsolidasi dan mobilisasi massa (sweeping) ke pabrik-pabrik dengan kawalan aparat Polres Bandung di wilayah Kopo, Katapang, Soreang, Banjaran, Majalaya, Rancaekek, Solokan Jeruk dan Margaasih.

Tuntutan yang disampaikan buruh, yaitu: menuntut kenaikan UMK  Kabupaten Bandung pada 2014 sebesar Rp 2.750.000,-. Tampak hadir pada kesempatan tersebut, diantaranya: Uben Yunara, Ketua FSPSI Kab. Bandung, Adang, Ketua KSPSI Kab. Bandung dan  Usman Firdaus, Ketua DPC SBSI 92 Kab. Bandung.

Sementara itu, ribuan buruh juga melakukan konvoi dan sweeping ke pabrik-pabrik di kawasan Kota Cimahi. Sesampainya di Kawasan Kantor Pemerintah Kota Cimahi, mereka menuntut kenaikan UMK Kota Cimahi pada 2014 sebesar Rp 2,7 Juta.

Aksi ribuan buruh yang di Cimahi dimotori oleh Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Cimahi, yang terdiri dari SPSI, SBSI 92, FSPMI, SPN dan KASBI. Pada kesempatan tersebut buruh Cimahi mengancam akan melakukan mogok daerah di Kota Cimahi bila tuntutan yang disampaikannya tidak dipenuhi.

Hasil pantauan kontributor MaI.com bahwa sebagian besar perusahaan masih tetap melakukan kegiatan kerja/produksi walau dalam jumlah terbatas karena pihak manajemen telah mengutus perwakilan buruhnya untuk mengikuti aksi unras tersebut. Aksi ini pun dinilai sebagai aksi pemanasan kncana aksi mogok nasional akan berlangsung hingga 30/10/2013 mendatang. Mungkin hal inilah yang mendasari sweeping tetap dilakukan buruh, sekalipun jam kerja mendekati usai di setiap perusahaan di Kota Cimahi. (Norman/MaI.com)

MEDIA MASSA DIMINTA BIJAK PADA PEMILU 2014

DISKUSI

BANDUNG (MaI.com) Dewan pers menegaskan dalam menghadapi Pemilu 2014, media harus lebih memenuhi edukasi bagi masyarakat. Berkembangnya media saat ini, menjadi sarana yang memudahkan para kandidat menyampaikan visi misi dan target yang ingin dicapainya. Namun dengan demikian, banyak pelanggaran yang ditimbulkan dalam perkampanyean.

"Media terkotak-kotak itu menurut saya lumrah" ujar Enjang Muhaimin, Dosen UIN Bandung.
Berdasarkan pemaparan Enjang Muhaimin dalam diskusi singkat bersama Komunitas Anak Tangga di Kampus UIN, Jl. AH Nasution, Bandung (12/10).  Menurutnya keadaan media saat ini berkubu-kubu, hal ini tampak saat beberapa media berbondong-bondong mengusung satu calon yang bersangkutan dengan media tersebut. Beliau mengharapkan dalam pemilu 2014 ini, peran media mampu dipisahkan dari kepemilikan media yang cenderung akan membuat media tidak independen dalam pemberitaannya. Namun hal ini ditepis oleh perwakilan Bawaslu Jabar, Roni Tabroni yang juga hadir dalam diskusi tersebut.

"Untuk memisahkan kepemilikan media dengan kandidat pemilu itu sulit, karena hampir semua kandidat memiliki media grup" ujar Roni.

Dalam hal ini kesadaran media lah yang sangat berperan. Masyarakat saat ini diterpa banyak masukan sejak dini. Sebelum waktu kampanye dimulai, beberapa kandidat telah mengiklankan visi misinya di media yang mereka miliki. Inilah sebabnya Dewan Pers menitikberatkan agar media lebih mengutamakan sisi edukasi dalam penayangan yang berkaitan dengan Pemilu 2014. (Desti/MaI.com)

UNPAD KECEWA PADA AKIL MOCHTAR

UNPAD

BANDUNG (MaI) Universitas Padjadjaran (Unpad) menyatakan kecewa atas ditangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (2/10) lalu. Akil dianggap tidak bisa menjaga nama baik almamaternya.

"Kita kecewa dengan ditangkapnya Akil Mochtar. Apalagi ia pernah kuliah di Unpad dan memperoleh gelar S2 dan S3," kata Kepala UPT Humas Unpad, Bambang Hermanto , Jum’at (4/10).

Dalam situs resmi MK, Akil disebutkan memperoleh gelar S2 Magister Ilmu Hukum Unpad dan gelar S3 Doktor Ilmu Hukum di tempat yang sama.

Hal itu juga diakui Bambang. Akil meraih gelar doktor pada 2009 lalu. Sedangkan untuk gelar magister diperoleh pada tahun 2003. "Untuk gelar doktor, ia diwisuda pada Agustus 2009," ungkap Bambang.

Meski meraih gelar magister dan doktor di Unpad, Bambang memastikan, Akil bukan dosen dan Guru Besar Unpad. "Akil tidak pernah mengajar di Unpad. Hanya kuliahnya saja di Unpad," tuturnya.

Bambang mengatakan, semua alumni Unpad sebenarnya telah diingatkan untuk selalu menjaga nama baik keluarga, orangtua, dan almamater. Hal itu selalu disampaikan Rektor Unpad saat acara wisuda. Termasuk tidak terlibat dalam pelanggaran hukum.

"Secara eksplisit rektor selalu menitipkan pesan agar para alumni tidak terlibat kasus korupsi atau kasus lainnya. Karena bukan hanya akan merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan almamater. Nama almamater menjadi tercoreng," tegasnya.

KPUD KAB. CIREBON DISERANG

kpu

CIREBON (MaI.com/RADAR CIREBON) Kantor KPU Kabupaten Cirebon diserang sekelompok massa sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin. Akibatnya, ruangan ketua KPU serta sejumlah fasilitas di gedung penyelenggara pemilu itu, rusak parah. Diduga, amuk massa itu karena tidak puas dengan hasil pleno KPU.
Karena diduga massa yang merusak kantor KPU adalah orang-orang PDIP, maka Cawabup Tasiya Soemadi Al Gotas diperiksa lima jam oleh kepolisian.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, sore itu sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan massa yang tak puas dengan hasil KPU menyerang kantor KPU di jalan Dewi Sartika persis depan Polresta. Ruang Ketua KPK Iding Wahidin rusak parah, kaca meja pecah, lemari rusak dan berkas diacak-acak. Pot-pot tanaman juga rusak berat.
Sementara pasangan Gotas, Sunjaya tidak mengetahui secara persis terjadinya insiden penyerangan kantor KPU. Dirinya mengaku mendapatkan kabar dari pengurus DPC PDIP yang mengatakan kalau H Gotas sedang diperiksa Polres.
“Sengaja saya datang ke sini untuk memberikan support, karena justru pak Gotas lah yang membubarkan massa yang anarkis. Cuma karena dilihat lawan politik, jadi indikasi dikira H. Gotas yang mengkoordinir massa, padahal saat itu H Gotas sendiri sedang ada dikantor DPC. Ketika menerima info bahwa kantor KPU diserang, yang bersaing menuju kantor KPU sudah membubarkan massa yang sudah anarkis.
Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema mengakui masih mendalami insiden penyerangan kantor KPU “Kalau ada yang main-main. Beberapa saksi sudah kita panggil, namun karena prosesnya masih dalam penyidikan belum bisa kita ungkap semua ke media,” ujarnya.
Sementara itu ditemui usai manjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Cirebon (11/10) sekitar pukul 23.00 WIB, H Tasiya Soemadi yang terlihat kelelahan tidak banyak bicara kepada media. Saat disinggung mengenai materi pemeriksaan pun, H. Gotas menyebut materi pemeriksaan tidak jauh dari Insiden tadi sore. Kita tidak ada niat apa-apa datang ke KPU, kita hanya membubarkan massa yang anarkis,” pungkasnya. (RED)

TANGKUBAN PERAHU MELETUS LAGI

TANGKUBAN PERAHU

BANDUNG (MaI.com/KOMPAS.com ) - Letusan phreatik Gunung Tangkuban Parahu yang terjadi Sabtu (5/10/2013) pukul 06.21 WIB pagi tadi terbilang kecil. Namun, akibat letusan kecil tersebut, ternyata membuat lubang baru di dasar kawah ratu dengan diameter mencapai 10 meter.

"Sekarang ada lubang besar dengan diameter sekitar 10 meteran. Ini lubang baru," kata pejabat pelaksana bidang penyelidikan pengamatan gunung api PVMBG, Gede Swandika, saat ditemui di Pos pengamatan Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (5/10/2013).

Kendati demikian, lubang tersebut diakuinya tidak sebesar hasil letusan phreatik Gunung Tangkuban Parahu sebelumnya yang terjadi pada bulan Februari dan Maret 2013 lalu.

Pada letusan sebelumnya, kata Gede, di bulan Februari 2013 terbentuk lubang dengan diameter sebesar 20 meter. Sementara letusan terbesar di bulan Maret 2013, terbentuk lubang dengan diameter hingga 25 meter. "Tapi masih dalam komplek yang sama di kawah ratu. Seperti membentuk segitiga," bebernya.

Menurut Gede, letusan yang terjadi hari ini juga terbilang kecil, jauh lebih kecil dari letusan di bulan Februari dan Maret 2013 lalu. "Lebih besar pada bulan Maret karena produksi materialnya lebih banyak berisi pasir. Kalau sekarang hanya uap-uap air dan belerang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Tangkuban Parahu yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa letusan phreatik pada Sabtu (5/10/2013) pukul 06.21 WIB pagi tadi.

Menurut keterangan dari Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMBG) M. Hendrasto, akibat letusan Gunung Tangkuban Perahu tersebut, PVMBG menaikan status Gunung wisata tersebut dari normal (level I) menjadi Waspada (level II). 

"Letusan terjadi pukul 06.21 WIB, kita menetapkan status Waspada pada pukul 06.30 WIB," kata Hendrasto, saat ditemui di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Sabtu.

Letusan yang terjadi, kata Hendrasto, berupa sebaran abu vulkanik yang menyebar ke udara hingga radius 500 meter ke arah barat kawah pusat atau dikenal dengan kawah ratu. "Letusannya terjadi di Kawah Ratu," tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, PVMBG merekomendasikan Gunung Tangkuban Parahu ditutup dan tidak boleh didekati pengunjung sejauh radius 1,5 kilometer dari kawah ratu.

"Direkomendasikan untuk tutup sementara, tidak boleh ada pengunjung atau pedagang yang mendekat ke kawah," pungkasnya. (Red)

Image
Maklumat Independen adalah berita online yang menyajikan informasi hangat seputar peristiwa dan perkembangan Ekopolisosbud. Di sini Anda bisa mendapatkan berita terbaru dari seluruh dunia dengan cepat.